Hadiri Rakerwil AMSI Jatim, Gubernur Khofifah tekankan pentingnya Data untuk kepercayaan dan investasi

Ilustrasi - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (*/dokpri Radar96.com)
Bagikan yuk..!

Pasuruan (Radar96.com) – Saat menghadiri Rakerwil AMSI Jawa Timur di Pasuruan yang berlangsung secara daring-luring pada 11-12 Juni 2021, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya Data atau Digitalisasi Sistem untuk mendorong kepercayaan publik dan sekaligus meningkatkan investasi kalangan investor.

“Zaman Gus Dur, saya ditunjuk menjadi wakil persaudaraan Indonesia-Tiongkok, saya sering ke Tiongkok, ternyata mereka sudah menganggarkan soal digitalisasi sistem itu, karena mereka yakin bahwa penghematan bisa dilakukan dengan inovasi,” katanya dalam Rakerwil yang dihadiri sejumlah tokoh itu.

Di hadapan peserta Rakerwil bertema “Smart City, Creative Government, Membangun Ekosistem Digital CETTAR Bagi Pembangunan Jawa Timur” itu, Gubernur Khofifah menyatakan pihaknya selama ini juga sudah mengarahkan pemerintahan dalam berbagai sektor menuju “digitalisasi sistem”, baik pelayanan maupun kebijakan.

“Digitalisasi sistem meliputi sistem pelayanan, sistem pendataan, dan sistem pengadaan, akan mendorong kebijakan yang lebih efektif. Saat ini sudah ada 34 perangkat daerah atau 64 persen dari seluruh perangkat daerah Jatim yang memenuhi Satu Data (SATA) Jatim 2021,” katanya.

Khofifah mencontohkan sistem perizinan dengan program Jatim Online Single Submission (JOSS). JOSS ini adalah sebuah sistem elekstronik terintegrasi yang dibangun DPMPTSP untuk mempermudah perizinan di bawah kewenangan Pemprov Jatim.

“Dengan sistem digital justru mendorong investasi Jatim tumbuh positif di tengah pandemi covid-19. Sistem digital mendorong adanya kolaborasi, yang membuat investor percaya pada Jawa Timur,” kata Gubernur Khofifah yang juga berharap masukan dari AMSI Jatim.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Ketua Umum AMSI Pusat Wenseslaus Manggut itu, Gubernur Khofifah menambahkan data yang terintegrasi secara digital itu meliputi kuantitas data, kualitas data, integritas data, dan open data govenrmet. “SATA (Satu Data) Jatim itu mewujudkan kolaborasi, partisipasi, dan kompetisi,” katanya. (*)

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *