By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gubernur Khofifah: Koperasi dan Korporasi harus saling menguatkan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Ekraf > Gubernur Khofifah: Koperasi dan Korporasi harus saling menguatkan
Ekraf

Gubernur Khofifah: Koperasi dan Korporasi harus saling menguatkan

12/07/2021 Ekraf
Ilustrasi - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Hari koperasi yang diperingati setiap tanggal 12 Juli. (*/hmn)
SHARE

Surabaya (Radar96.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak semua elemen masyarakat memahami filosofi koperasi secara menyeluruh dan menjadikan penguat kebangkitan KUMKM di saat pandemi covid-19 saat ini.

Dia mengatakan, koperasi sering diajarkan sebagai sokoguru perekonomian Indonesia. Tapi jarang yang menjadikan koperasi sebagai satu kesatuan proses penguatan ekonomi bangsa. “Bisa jadi, ini terjadi karena pemahaman filosofi koperasi sebagai ruh kekuatan ekonomi masih kurang,” katanya.

Ada korporasi, ada koperasi. Keduanya berbeda, tapi bisa sinergi. Ada korporasi yang memiliki koperasi, ada pula koperasi yang memiliki korporasi. Di negara lain, sinergi antara korporasi dengan koperasi terwujud dan saling menguatkan.

“Misalnya Vietnam, ada koperasi yang memiliki korporasi dalam bentuk hipermarket, korporasi ini menjadi konektivitas produk UKM, UMKM, dan IKM di negara itu, sehingga koperasi berhasil membuat korporasi yang menjembatani kebutuhan para pelaku usaha, yakni pasar,” ungkap dia.

Korporasi dan koperasi memang beda. Korporasi diartikan sebagai perusahaan dengan unsur mempekerjakan pegawai dan mendapat untung sebesar-besarnya. Lalu, koperasi lebih didominasi unsur kerja sama semua anggota untuk kesejahteraan bersama.

“Memang benar, dua istilah itu tidak bisa disamakan, tapi bisa disinergikan. Koperasi memiliki segudang potensi. Koperasi harus didorong menjadi penguat UMKM atau penguat ekonomi bangsa,” ujarnya.

Mantan Menteri Sosial itu menjelaskan koperasi membutuhkan korporasi untuk mengoptimalkan produk usahanya. Profit yang dihasilkan dari korporasi menjadi pendukung dari kemajuan koperasi. Selanjutnya, kemajuan koperasi menjadi parameter kesejahteraan anggotanya.

“Semua saling berkaitan, karena itu, korporasi dan koperasi bisa disinergikan. Ini salah satu bentuk pemahaman filosofi koperasi sebenarnya, konsep yang diterapkan menguatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap dia.

Khofifah memisalkan negara Korea Selatan. Koperasi maritim dan perikanan di negara itu memiliki peran besar pada bidang pengelolaan perikanan dan kelautan. Lembaga tersebut mempunyai sumber daya yang luar biasa. Karena itu, pengembangan yang dilakukan Kementerian Perikanan dan Kelautan di negara tersebut kemajuannya sangat banyak di support oleh koperasi.

“Korea Selatan berhasil mengoptimalkan sinergi dengan koperasi maritim dan perikanan. Harapannya, di Indonesia kita berharap konsep yang serupa bisa kita laksanakan. Koperasi mengoptimalkan segala sumber daya dengan mengoneksikan pada lembaga kementerian yang membidangi,” kata Khofifah.

Dengan begitu, koperasi yang menaungi para petani bisa terkoneksi lebih kuat dan signifikan dengan Kementerian Pertanian. Koperasi yang menaungi nelayan, bisa terkoneksi lebih kuat dan signifikan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sinergitas ini akan menguatkan sistem koperasi di Indonesia sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dia yakin, jika kita serius dan istiqomah melakukan penguatan koperasi secara terukur, peran koperasi sebagai penguat ekonomi bangsa terwujud. Penguatan koperasi secara tidak langsung berdampak pada kesejahteraan anggotanya.

Karena itu, memahami filosofi koperasi selanjutnya melaksanakan dalam program aksi secara terukur menjadi sangat penting. Hal itu merupakan modal untuk menerapkan sistem koperasi di Indonesia yang kuat dan bermanfaat.

Selain sinergi, koperasi harus mampu mengidentifikasi tantangan ke depan. Kebijakan PPKM Darurat memberi gambaran baru, yakni habit baru masyarakat yang tidak tak lagi menggunakan transaksi secara konvensional. Mereka mulai familiar dengan transaksi online. Pengusaha tak perlu memiliki etalase untuk menjual produknya. Mereka cukup menguasai marketplace.

“Sistem ini tidak memiliki border sehingga jangkauan pasar sangat luas. Pemasaran berbasis digital juga lebih efisien. Pelaku usaha tak perlu mengeluarkan biaya untuk membangun sebuah etalase. Mereka cukup mengubah sistem pemasarannya,” ungkap dia.

Digitalisasi pada pelaku UKM, UMKM, maupun IKM sudah menjadi kebutuhan yang harus diwujudkan. Tidak boleh terlambat. Habit masyarakat untuk menggunakan sistem transaksi melalui online mulai terbentuk. Penerapan digitalisasi yang terlambat akan merugikan para pelaku usaha. Mereka bisa kehilangan pasar.

Khofifah berharap Hari koperasi yang diperingati setiap tanggal 12 Juli hendaknya menjadi renungan bersama, yakni memahami filosofi koperasi sebagai penguatan eknomi bangsa. Tentunya melalui sinergitas pada beragam aspek untuk memajukan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggotanya. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Airlangga Business Community/ABC: Perubahan Kebijakan Publik Harus Dibaca Sebagai Terbukanya Peluang Bisnis

Dari Warung hingga Toko Pakaian, Mia Andalkan Layanan BRI Jalankan Usahanya di Bondowoso

BRI Bondowoso Perluas Layanan hingga Desa, BRILink Agen Wringin Layani Transaksi Warga

Kopi “Tujuh Bidadari” Bondowoso Tembus Malaysia

Jadi Mitra BRI sejak 2018, BRILink Cahaya Bintang Layani Warga Jebung Kidul, Bondowoso

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Jatim mulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk SMA/SMK/SLB di masa PPKM
Next Article NU Jatim bantu Pangan dan Multivitamin kepada petugas penggali kubur TPU Keputih-Surabaya

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

BRI Bondowoso Dukung Digitalisasi Pesantren, Sambut Hari Santri 2026
Sospol
Kado Istimewa Hari Santri, S2 Pendidikan Dasar Unusa Raih Akreditasi Unggul
Nahdliyyin
PWNU Jatim Sambut Pataka Resolusi Jihad dan Pasukan Napak Tilas Jombang-Surabaya
Nahdliyyin
MWCNU Sukodono Bersama Pemerintah Kecamatan Gelar Munajat Raya Sambut Hari Santri
Nahdliyyin

You Might also Like

Ekraf

Hari Pelanggan Nasional 2026, Manajemen BRI Bondowoso Sapa Nasabah dan Beri Apresiasi

15/09/2026
Ekraf

Kopi Kalibaru – Banyuwangi Sabet Tiga Juara dalam kompetisi “Green Beans” di Yogyakarta

07/09/2026
Ekraf

Noe Letto Nikmati Kopi Bondowoso, Festival Jadi Panggung Promosi Komoditas Lokal

01/09/2026
Ekraf

Bondowoso Digital Days (BDD) 2026 ditutup, 5.452 Transaksi QRIS Tercatat dengan Omzet Rp783,1 Juta

28/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?