PamekasanRadar96.com – Menjelang 100 tahun hari lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) penguatan kemandirian sektor ekonomi warga NU terus dilakukan. Di antaranya melalui sektor pertanian, mengingat basis terbesar warga nahdliyin adalah petani.
Modernisasi dan arah perubahan sistem pertanian dari rural ke pertanian terintegrasi mulai menjadi pilihan.
PCNU Pamekasan melalui Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU) berupaya untuk melahirkan para pengusaha tani di kalangan santri melalui pembinaan Duta Agroprenuer Santri LPPNU Pamekasan.
Bersama-sama dengan PW LPPNU Jawa Timur, Duta Agroprenuer Santri LPPNU Pamekasan berupaya membangun kemandirian ekonomi sektor pertanian melalui kampung hortikultura dalam desain Integrated Farming. Tahun ini, terdapat dua MWC NU di Pamekasan yang dipilih sebagai kampung hortikultura
perkebunan pisang cavendish dengan rencana luasan lahan 15 hektar.
Pada puncak acara Harlah NU ke-99 yang digelar oleh PCNU Pamekasan, Ketua PW LPPNU Jatim Ghufron Ahmad Yani menyerahkan bantuan bibit pisang cavendish secara simbolis kepada Ketua PCNU Pamekasan KHR Taufiq Hasyim, MPdI.
“Kita mengambil miqot gerakah kebangkitan ekonomi sektor pertanian terintegrasi dari Madura, sebagai mana dari tanah Madura inilah perintah besar Syaikhona Kholil kepada Mbah Hasyim untuk mendirikan NU, dan dari itulah kami mencoba ngalab barokah,” ujar Yani pada Sabtu (26/02/22) siang tadi.
PW LPPNU Jawa Timur dan PC LPPNU Pamekasan menjalin perikatan kerja sama untuk pemasaran hasil panen pisang cavendish.
Oleh karenanya, sejak 17 Febaruri 2022, proses penyiapan
lahan untuk perkebunan pisang cavendish sudah dilaksanakan di wilayah MWC NU Waru dan akan
menyusul berikutnya wilayah MWC NU Larangan hingga target 15 hektar kebun pisang cavendish akan terwujud di Kabupaten Pamekasan.

