Pasuruan (Radar96.com) – Pengurus Cabang (PC) Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kota Pasuruan resmi meluncurkan Gerai Kulakan pada Sabtu (26/2/2022), sedangkan PC LPNU Kabupaten Lamongan memiliki pabrik air minum “NU Drizce” yang berdiri setahun silam pada 1 Februari 2021.
Satu tahun usia “NU Drizce” dapat dikatakan usia yang tidak muda lagi dalam menemani jejak dakwah NU di Kabupaten Lamongan, tepatnya pada 1 Februari 2021. Untuk membantu cita-cita NU dalam membangun ekonomi mandiri, hadirnya Nu Drizce di Kabupaten Lamongan menjadi bukti nyata bahwa masyarakat dapat membangun ekonomi mandiri.
Peringatan Harlah ke-99 NU dan peringatan 1 tahun Nu Drizce itu dihadiri Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, M.B.A beserta jajaranya, PCNU Lamongan, para muasis kiai-kiai Nahdlatul Ulama Se-wilayah PCNU lamongan, MWC NU Se-Wilayah PCNU Lamongan serta banom-banom NU wilayah PCNU Lamongan.
Kegiatan ini dibuka dengan istighosah dan kirim doa bersama, dipimpin secara langsung oleh kiai salim Azhar selaku Rais Syuriah PCNU Lamongan. “Alhamdulillah Nu Drizce sudah terkenal, tidak hanya di Lamongan tapi sudah terkenal di Jawa Timur, terutama di PWNU,” kata Kiai Salim Azhar.
Ia mengatakan hadirnya LPNU ini menjadi motor penggerak ekonomi mandiri masyarakat nahdliyyin. “Apapun makanan yang kita konsumsi setiap hari, minumnya tetap Nu Drizce, Nu Drizce tetap menjadi pilihan terbaik untuk mendampingi kita dalam menjaga kesehatan setiap hari,” katanya.
Sementara itu, ketua Tanfidziyah PCNU lamongan kiai Supandi Awaludin mengatakan luar biasa seperti ini, memang terjadi bukan hanya isapan jempol tapi sudah terbukti nyata.
“NU saat ini sudah berhasil mendirikan pabrik air AMDK, selanjutnya akan mendirikan pabrik minyak goreng, selanjutnya juga LPNU saat ini memiliki konsep kulakan dengan konsep gratis, ini adalah capaian luar biasa yang harus kita banggakan bersama,” ujar Ketua PCNU Lamongan itu.
Bupati Lamongan juga mengaku bangga berdiri di depan para kiai dan di depan pabrik Nu Drizce, pabrik yang benar-benar didirikan oleh orang NU dan untuk organisasi NU, tentunya sangat membanggakan.
“Hadirnya pabrik ini juga secara sadar akan memberikan support sendiri bagi program pemerintah yakni menciptakan ekonomi mandiri, dalam menciptakan ekonomi mandiri, tentunya tidak hanya satu gerakkan yang kita lakukan, kita juga membangun UMKM-UMKM di Kabupaten Lamongan untuk benar-benar menciptakan ekonomi mandiri,” katanya.
Gerai Kulakan LPNU Kota Pasuruan
Sementara itu, PC LPNU Kota Pasuruan resmi meluncurkan Gerai Kulakan (26/2/2022) yang ditandai dengan pemotongan pita oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar.
Dalam sambutannya, Kiai Marzuki berpesan agar pengurus LPNU dapat terus bersinergi dengan berbagai pihak sehingga produk yang dipasarkan di gerai kulakan semakin beragam. “Upayakan untuk terus menjalin kolaborasi dengan pengusaha lokal yang sifatnya saling menguntungkan,” pesannya.
Merespons hal itu, Ketua PC LPNU Kota Pasuruan, Ahmad Fauzan menjelaskan, pihak yang dimaksud seperti Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) yang berfokus pada bidang pengelolaan pertanian serta kehutanan.
“Jadi, selain sembako juga ada komoditi hasil dari pertanian. Nah, harapannya guna mendapat hal itu masyarakat tidak perlu jauh-jauh, karena target kita adalah satu RW satu gerai,” terangnya.
Hal tersebut menurut Fauzan selaras dengan jargon yang dicetuskan oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan, Gus Muhammad Nailurrochman atau Gus Amak, yakni BTS atau Belonjo Toko Sebelah.
“Beberapa komoditi yang ada di gerai itu bahkan lebih murah dari yang biasanya. Contohnya air mineral, kita ambil langsung produknya milik LPNU Lamongan, mereknya NU Drizce,” tambah Fauzan.
Ia mengungkapkan, dari 43 calon pemilik gerai yang telah lolos verifikasi tahap pertama, 25 di antaranya telah menerima pendistribusian sembako dari gudang kulakan. Sisanya, akan dilanjutkan bersamaan dengan proses verifikasi tahap kedua yang melibatkan lebih dari 40 peserta.
“Sampai kemarin (verifikasi tahap kedua), ada 15 yang lolos. Sekali verifikasi itu butuh sekitar 30 sampai 45 menit. 15 orang ini, nanti masih menunggu peserta yang lain, setelah jumlahnya cukup baru kita adakan bimbingan teknis (bimtek) lagi,” pungkas Fauzan. (*/pna)

