By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Enam Calon Ketua Umum PP IPNU 2022-2025 siap berlaga di Kongres 2022
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Enam Calon Ketua Umum PP IPNU 2022-2025 siap berlaga di Kongres 2022
Milenial

Enam Calon Ketua Umum PP IPNU 2022-2025 siap berlaga di Kongres 2022

10/04/2022
SHARE

Jakarta (Radar96.com/NUO) – Panitia Kongres XX Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) secara resmi telah menetapkan enam calon ketua umum PP IPNU masa khidmah 2022-2025.

Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Panitia Kongres XX IPNU Nomor: 042/Kongres/IPNU/XX/2022 yang ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Organizing Committee (OC) Khairil Anwar Simatupang dan Akbarudin, serta Ketua dan Sekretaris Steering Committee (SC) Hasan Malawi dan Jefri Samudro pada Jumat (8/4/2022).

Ketua SC Hasan Malawi menyampaikan bahwa keputusan tersebut telah dilakukan dengan proses yang demokratis. Hal ini, menurutnya, guna memastikan calon dan ketua umum terpilih kelak merupakan pilihan terbaik yang punya kapabilitas.

“Proses penetapan ini kami lakukan sedemokratis mungkin. Ini kami pilih sebagai satu formula bahwa kita ingin memastikan bahwa kelak Ketua Umum IPNU dibangun dengan kapabilitas, kapasitas serta sikap keteladanan yang kuat,” katanya.

Setelah proses ini, lanjutnya, Panitia Kongres XX IPNU akan menggelar debat kandidat. “Kita akan menggelar debat kandidat untuk menyampaikan visi misi dan prespektifnya atas IPNU ini,” jelas Ketua Bidang Organisasi PP IPNU masa khidmah 2019-2022 itu.

Hasan juga menyampaikan bahwa proses seperti ini dilakukan karena sadar, bahwa basis organisasi IPNU memiliki sektor garapan yang luas. “Setidaknya, mereka tahu kelak akan memimpin organisasi dengan resources (sumber daya) luar biasa dalam Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua OC Panitia Kongres XX IPNU Khairil Anwar Simatupang mengaku tak menyangka bakal ada enam calon yang mendaftarkan. Hal tersebut menunjukkan bahwa sosialisasi kongres berjalan dengan baik.

“Kita patut mengapresiasi terkait ketertarikan para kandidat ini untuk mengkhidmahkan diri sebagai ketua umum PP IPNU karena ini di luar ekspektasi kita sebagai panitia. Sebab perkiraan awal kita, ya paling maksimal tiga calon, ternyata ada enam. Artinya, sosialisasi kita tersampaikan dengan baik,” katanya.

Perihal debat kandidat, Khairil menyebut akan digelar di dua tempat berbeda, yakni di Jakarta dan satu daerah yang akan ditentukan kemudian. Para calon juga, lanjutnya, harus mengikuti tahapan serangkaian pemeriksaan kesehatan untuk melihat kesiapan fisik mereka.

Adapun enam calon tersebut sesuai nomor urut yang didapat adalah sebagai berikut:

  1. Muh Agil Nuruz Zaman (kelahiran Demak, Jawa Tengah pada 26 Mei 1996).
  2. Agus Suherman Tanjung (kelahiran Tanjung Balai, Sumatra Selatan pada 7 Agustus 1995).
  3. Husni Mubarak (kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat pada 22 Juli 1996).
  4. Muhammad Ishomuddin Haidar (kelahiran Jombang, Jawa Timur pada 11 Maret 1996).
  5. Sulkifli (kelahiran Pangkep, Sulawesi Selatan pada 20 Maret 1996).
  6. Aufar Hadi (kelahiran Jakarta pada 24 Maret 1995).

Majalah Pelajar NU

Dokumen “Risalah Organisasi IPNU” yang merupakan Majalah Pelajar NU Era 1960-an mencatat sejumlah fakta tentang Kongres IPNU.

Kongres ke-IV IPNU yang dihelat di Surabaya pada 11-14 Februari 1961, menghasilkan beberapa rekomendasi penting, antara lain penghapusan Departemen Perguruan Tinggi IPNU (karena sudah ada PMII), penggantian istilah muktamar menjadi kongres, dan perubahan istilah dari Anggaran Dasar / Rumah Tangga (AD/ART) menjadi Peraturan Dasar / Peraturan rumah tangga (PD/PRT) serta finalisasi bentuk lambang IPNU.

Jilid majalah IPNU di awal berdiri (*/NU Online/AN)

Dalam pidato pertanggungjawabannya, di hadapan peserta kongres, Ketua PP IPNU Tolchah Mansoer menegaskan komitmen IPNU untuk ikut senantiasa meningkatkan kontribusi mereka kepada masyarakat : “Bukanlah kedjajaan dan keagungan organisasi itu jang menjadi tjita-tjita utama. Tapi bagaimana organisasi itu bisa memberikan sumbangan kepada masjarakat dalam segala bidangnja. Tudjuan organisasi ini masih djauh; apa jang nampak di depan mata kita ini hanja sekelumit jang tidak banjak artinya.”

“Tjita-tjita daripada IPNU jalah membentuk manusia jang berilmu, tetapi bukan manusia calon kasta elite di dalam masjarakat. Tidak. kita menginginkan masjarakat jang berilmu. Tetapi jang dekat dengan masjarakat.”

Pidato pertanggungjawaban Tolchah sebagai ketua umum IPNU ini, menjadi yang terakhir baginya. Estafet Ketua Umum PP IPNU periode 1961-1963 selanjutnya diemban kepada Ismail Makky. Setelah Kongres ke-IV, kepengurusan PP IPNU di bawah kepemimpinan Ismail Makky.

Ismail Makky membuat beberapa gebrakan baru. Selain pembentukan cabang-cabang baru, juga membuat media cetak berupa majalah berukuran kecil yang diberi nama “Risalah Organisasi IPNU”.

Dari salah satu majalah ‘Risalah Organisasi IPNU’ terbitan Oktober 1961 (No.2 tahun pertama), memuat sejumlah informasi penting tentang perkembangan organisasi pelajar NU itu, yang dirangkum ke dalam empat rubrik, yakni : Problim Kita (Redaksi), Aneka Ragam Kesekretariat, Aneka Kegiatan, dan Dunia Pengetahuan.

Dipaparkan pula mengenai nama-nama pengelola majalah dan susunan redaksi. Sebagai pimpinan umum yakni A. Hidjazi A.S. Kemudian di Dewan Redaksi, ada A. Nawawi Rambe (kemudian hari dikenal sebagai akademisi/penulis buku), Moensif Nahrawi (pendiri PMII), dan Thabrani Basri (Ketum PWNU Kalimantan Selatan 1997-2002). Sedangkan Asnawi Latif (Ketum IPNU 1963-1976) dan A. Ja’cub Chatib membantu di bidang tata usaha.

Majalah ‘Risalah Organisasi IPNU’ terbit secara berkala, setiap bulan sekali, dengan harga untuk berlangganan sekwartal (tiga bulanan) Rp15. Penerbitan majalah ini di bawah tanggung jawab Departemen Penerangan Pimpinan Pusat IPNU yang kala itu masih berkantor di Jl Djogonegaran Jogjakarta.

Majalah bersampul hijau kuning ini beredar di kala era zaman Demokrasi Terpimpin, untuk menjadi corong informasi dari pengurus pusat kepada para pengurus dan anggota di daerah. Sekaligus menjadi sarana untuk mengembangkan bakat para kader IPNU di bidang jurnalistik.

Namun, tidak ada sumber yang menerangkan usia majalah ini, apakah hanya bertahan pada satu periode kepengurusan atau masih dilanjutkan pada masa pengurus berikutnya. PW IPNU Jatim juga sempat menerbitkan Majalah Arena (Akbar Remaja Nahdlatul Ulama) sejak era 1980-an hingga terbit terakhir pada 1994. (*/NUO)

Sumber:
*) https://www.nu.or.id/nasional/enam-calon-ketua-umum-pp-ipnu-2022-2025-resmi-ditetapkan-HdoWd
*) https://www.nu.or.id/fragmen/risalah-organisasi-ipnu-majalah-pelajar-nu-era-1960-an-ErLTb

Iklan.

You Might Also Like

99 GenZi Siap Sambut “Tamu” Qiyamullail di Masjid Al-Akbar Surabaya

Ngaji “Spirit of Ramadhan” di Masjid Al-Akbar, Hanan Attaki: Tiga Cara “Caper Allah”

Dokter Pia Targetkan Pengabdian di Tanah Kelahiran Mobagu, Sulut

Nabila, Dokter Alumni Unusa Siap Mengabdi untuk Masyarakat Papua

Jalur Al-Qur’an Antarkan Alumni Unesa Ainur Roziqin Tampil Qori’ di hadapan Presiden Prabowo dalam 1 Abad NU

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Menteri BUMN Bicara Ekspansi Digital di Unisda Lamongan
Next Article Stok Vaksin Covid-19 di Jatim Aman dan Cukup untuk Mudik

Advertisement



Berita Terbaru

Siswa SMA Khadijah Surabaya Tembus Rusia lewat Beasiswa “Russian Government Scholarship”
Sospol
Ketua PWNU Jatim dan Pengusaha NU sepakati Kolaborasi
Nahdliyyin
Pengasuh Pesantren Salafiyah Pasuruan – Jatim Harapkan Kerukunan jadi fokus Muktamar ke-35 NU
Nahdliyyin
Pelantikan PMII Airlangga, Wujudkan Semangat Kolaborasi Pendayagunaan Kader Islam Rohmatan Lil Alamin
Sospol

You Might also Like

Milenial

Hanan Attaki: Ramadhan Bulan Rehat Mental dan Bulan Caper Terbaik pada Allah

05/02/2026
Milenial

Tim KKN-BBK 7 Unair Dorong UMKM Desa Sekarkurung – Gresik Go Digital melalui TikTok Shop

29/01/2026
Milenial

20 Pelajar Ikuti “Karantina Duta Pelajar 2026” IPPNU Jatim

11/01/2026
Milenial

Remaja Masjid Syuhada Pamekasan “belajar” ke Remas GenZI Masjid Al-Akbar

23/12/2025
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?