Pasuruan. Radar96.com.
Sebagai wujud gerakan sinergi ekonomi umat, LPNU Kota Pasuruan mengadopsi program Kulakan yang dipelopori oleh LPNU Lamongan.
Di masyarakat Pasuruan, program Kulakan ini dikenalkan dengan gerakan Blonjo Toko Sebelah (BTS). Semangatnya untuk saling tolong-menolong dan ikut sedikit memakmurkan orang-orang terdekat yang berjualan. Sebagaimana pesan Gus Amak selaku Ketua PCNU pada launching bulan Februari yang lalu. “Kenapa Kukakan ini kita launching atau kita munculkan, karena kita harus punya gerakan BTS. Ini bukan artis
Korea, bukan grup band Korea, tapi BTS ini adalah belanja toko sebelah,” kata Gus Anak kala itu.
“Ndak usah jauh-jauh, yang di sebelahnya itu loh, kalau ada yang jualan
Njenengan beli. Untungnya jelas untuk dia, dan kita memakmurkan tetangga kita. Sudah dapat pahala banyak,” lanjut beliau.
Sedangkan bentuk dari semangat tolong-menolongnya adalah komitmen dari setiap pengelola gerai Kulakan untuk menyedekahkan sebagian keuntungannya untuk kemaslahatan warga sekitar gerai.
Sekadar informasi, per bulan Maret yang lalu telah terkumpul dana Rp 2,2 juta, dari 70 gerai Kulakan yang tersebar di empat kecamatan se-Kota Pasuruan.
“Memang belum banyak, tapi patut kita syukuri,” kata H Fauzan selaku Ketua LPNU Kota Pasuruan, Kamis (14/04/22).
“Program ini baru berjalan 1,5 bulan sejak resmi dilaunching oleh Kiai Marzuki Mustamar, Ketua PWNU. Alhamdulillah, warga Pasuruan menyambut dengan baik. Yang mendaftar jadi pengelola gerai banyak sekali. Terus terang kami sedikit kewalahan. Antusias warga juga sangat bagus. Terlihat dari jumlah sedekah yang bisa terkumpul,” lanjutnya.
Kalau penjualan sembako di gerai banyak, maka jumlah sedekahnya juga banyak. Jadi otomatis, yang beli dan yang jualan sama-sama ikut bersedekah.
“Secara internal, perbaikan layanan akan terus kami tingkatkan. Agar lebih profesional dan manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak lagi warga Pasuruan,” kata H Fauzan;.

