By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Muslimat NU dan Baznas RI Teken MoU Kuatkan Pemberdayaan Ekonomi UMKM Perempuan Lewat Zakat Produktif
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Muslimat NU dan Baznas RI Teken MoU Kuatkan Pemberdayaan Ekonomi UMKM Perempuan Lewat Zakat Produktif
Nahdliyyin

Muslimat NU dan Baznas RI Teken MoU Kuatkan Pemberdayaan Ekonomi UMKM Perempuan Lewat Zakat Produktif

15/04/2022 Nahdliyyin
Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua Badan Amil Zakat Nasional RI Prof KH Nur Ahmad menandatangani MoU guna melakukan Sinergi Program Penataan Pemberdayaan Perempuan di Kantor Baznas RI Jakarta, Kamis (14/4) malam. (*/hmn)
SHARE

Jakarta (Radar96.com) – Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua Badan Amil Zakat Nasional RI Prof KH Nur Ahmad menandatangani MoU guna melakukan Sinergi Program Penataan Pemberdayaan Perempuan di Kantor Baznas RI Jakarta, Kamis (14/4) malam.

Dalam waktu dekat, jajaran pengurus Muslimat NU akan segera membahas program kemitraan secara detail bersama dengan Baznas RI khususnya dalam rangka meningkatkan pemberdayaan ekonomi umat lewat optimalisasi penyaluran zakat produktif.

Pasalnya, dikatakan Khofifah, bahwa format penyaluran zakat produktif telah dilakukan rutin di Jatim setiap ia turun ke daerah menyapa masyarakat khususnya para pelaku usaha mikro hingga utra mikro.

“Pelaku usaha ultra mikro inilah yang rentan terkena jeratan rentenir di daerah. Oleh sebab itu kami di Jatim rutin mendistribusikan zakat produktif bersama Baznas Jatim untuk memberikan bantuan modal usaha kepada pelaku usaha ultra mikro,” papar Khofifah.

Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua Badan Amil Zakat Nasional RI Prof KH Nur Ahmad menandatangani MoU guna melakukan Sinergi Program Penataan Pemberdayaan Perempuan di Kantor Baznas RI Jakarta, Kamis (14/4) malam. (*/hmn)

“Kalau ini mendapatkan support dari Baznas Pusat yang bisa dimanfaatkan ke berbagai lini daerah akan menjadi solusi efektif. Selain menyebut bahwa rente itu haram, namun juga memberikan solusi melalui zakat produktif,” tambahnya.

Khofifah menyebut, bahwa pelaku usaha mikro hingga ultramikro di Indonesia memiliki jumlah yang cukup besar dan membutuhkan peran serta banyak pihak untuk bersama sama melakukan pendampingan dan memberikan bantuan.

Pendampingan dan bantuan tersebut, jelas Khofifah, bisa dilakukan dalam bentuk bantuan modal usaha, stimulus pembiayaan maupun kegiatan sosial produktif lainnya.

Di sisi lain, Muslimat NU, sebut Khofifah, memiliki jumlah anggota hingga 32 juta jamaah dan tersebar mulai tingkat pusat, provinsi hingga anak ranting yang dari kelurahan hingga desa bahkan di setiap RT/RW juga terdapat muslimat.

Grass Root di lini paling bawah inilah yang jumlahnya sangat banyak dan masif sehingga diyakini mampu berkontribusi untuk membantu pelaku usaha ultra mikro di tingkat bawah.

Selain permasalahan rentenir, ada juga persoalan lain yang menurut Khofifah juga patut diberikan perhatian. Yaitu terkait pentingnya vocational training agar para pelaku usaha ultra mikro bisa meningkat dan naik kelas.

“Pendidikan vokasi seperti ini kalau bisa mendapatkan support dan beasiswa short course akan menjadi bagian penting untuk memberi pendampingan kepada masyarakat kecil dan miskin,” ujarnya.

“Kesemuanya ini merupakan implementasi dari bentuk mentasarrufkan zakat, infaq dan shodaqoh dari Baznas menjadi lebih produktif,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Baznas RI Prof. KH. Noor Achmad menyebut bahwa MoU antara Baznas bersama PP Muslimat NU merupakan bentuk penandatanganan penguatan pemberdayaan perempuan.

Menurutnya, Muslimat NU adalah organisasi yang militan sampai bawah. Terlebih sejauh ini Muslimat NU sangat konsen dan konsisten dalam menangani permasalahan masyarakat, khususnya mengatasi persoalan kemiskinan, khususnya di daerah pesisir.

Disampaikannya, diberbagai kesempatan Wapres mengajak semua pihak utamanya Baznas bisa membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan di daerah pesisir.

“Saya berfikir Baznas ini akan bisa menangani kemiskinan jika makin banyak bermitra termasuk bersama Muslimat NU,” ungkapnya.

Pihaknya meyakini bahwa Muslimat NU ini memiliki jumlah jamaah dan umat yang begitu banyak, terbukti di tingkat paling bawah juga terdapat Muslimat NU.

Oleh karena itu, persoalan di tingkat bawah diyakini bisa teratasi jika Baznas meluncurkan banyak program sosial bersama Muslimat NU utamanya memberantas para rentenir, persoalan ekonomi, kesehatan, pendidikan beserta program sosial yang lain.

“Kami yakin ketika Baznas RI bersama membangun kemitraan, termasuk bersama Muslimat NU persoalan di lini bawah bisa bertahap teratasi,” tutupnya. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

OPOP Jatim Hadiri Silaturahmi dan Temu NU Sedunia, Dorong Penguatan Ekonomi Warga Nahdliyin

PBNU “Roadshow” 4 Provinsi, Gaungkan Gerakan Nasional “Pesantren Ramah Anak”

Luncurkan GISNU, LAZISNU PCNU Sidoarjo Targetkan Manfaat Lebih Luas dan Merata

603 Siswa Ikuti Seleksi Beasiswa PWNU Jatim bersama 17 PTN/PTS/PTNU

PWNU Jatim Distribusikan 1.439 Paket Daging Kurban

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article PP IPPNU siap kawal implementasi UU TPKS
Next Article LPNU Kota Pasuruan Adopsi Program Kulakan LPNU Lamongan

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

OPOP Jatim Hadiri Silaturahmi dan Temu NU Sedunia, Dorong Penguatan Ekonomi Warga Nahdliyin
Nahdliyyin
PBNU “Roadshow” 4 Provinsi, Gaungkan Gerakan Nasional “Pesantren Ramah Anak”
Nahdliyyin
Luncurkan GISNU, LAZISNU PCNU Sidoarjo Targetkan Manfaat Lebih Luas dan Merata
Nahdliyyin
603 Siswa Ikuti Seleksi Beasiswa PWNU Jatim bersama 17 PTN/PTS/PTNU
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

PWNU Jatim Sembelih 7 Ekor Sapi, Termasuk Hewan Kurban Gubernur Jatim

28/05/2026
Nahdliyyin

PWNU Jatim terima Sapi Kurban dari BPJS Ketenagakerjaan, Ketum Golkar, PAN, dan Nasdem

26/05/2026
Nahdliyyin

Asosiasi RSNU Terima “Yakes Partner Award 2026” dari Telkom Indonesia

25/05/2026
Nahdliyyin

OKK PCNU Ponorogo Prioritaskan PDPKP dan Kajian Strategis Qonun Asasi

24/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?