Surabaya (Radar96.com) – Komposisi kepengurusan DPD partai Demokrat Jawa Timur dibawah kepemimpinan Emil Elestianto Dardak mencerminkan keterwakilan berbagai elemen. Selain politisi senior, aktivis perempuan dan tokoh agama, Demokrat Jatim juga dihuni banyak kelompok anak muda atau milenial.
Bahkan jika dipersentasekan kepengurusan DPD Partai Demokrat Jatim mencatat 64 persen diisi kaum milenial. Ada nama mentereng seperti Fairus Huda, mantan Ketua Umum PKC PMII Jatim 2011-2013 yang kini duduk sebagai wakil ketua.
Selain itu, ada nama Zainuddin, mantan Ketua Umum PKC PMII Jatim 2016-2018 sebagai wakil sekretaris, lalu Mahatir Muhammad, Wakil Sekretaris PW GP Ansor Jatim yang juga mantan pengurus PB PMII 2014-2016 yang dipercaya sebagai wakil bendahara.
Ada juga dari HMI, yakni Yogi Pratama mantan Ketua Umum Badko HMI Jatim 2018-2020 sebagai wakil sekretaris, dan ada Andreas Susanto, mantan Ketua Umum IMM Jatim 2018-2020, sebagai wakil sekretaris, lalu Edra Bramantya Susilo, sekretaris umum BPD HIPMI Jatim 2021-2022 sebagai wakil bendahara. Juga, Ali Affandi, Ketua Kadin Surabaya sebagai Wakil Ketua.
Wakil Bendahara DPD Partai Demokrat Jatim, Mahathir Muhammad menilai, langkah Emil Dardak yang mewadahi semua elemen merupakan bukti konkret bahwa demokrat adalah partai yang terbuka dan demokratis. Masuknya banyak elemen anak muda akan menjadi pemantik dinamika partai berlambang mercy semakin progresif memikat akar rumput.
“Demokrat adalah satu-satunya etalase transformasi politik kaum milenial. Mas Emil benar-benar cerdas menjawab tantangan bonus demografi dengan memberi ruang apresiasi kepada anak muda yang bertransformasi dalam ruang politik,” kata Mahathir .
Dia berjanji akan bekerja totalitas untuk memenangkan Demokrat Jawa Timur di Pemilu 2024. Ditambah lagi sosok Emil Dardak menjadi lokomotif yang dikenal egaliter dan humble, dia yakin Demokrat akan memenangkan hati rakyat.
“Kami akan berkomitmen untuk memenangkan demokrat dan memainkan peranan politik untuk kemaslahatan rakyat. Karena politik tidak hanya merebut kekuasaan namun terpenting adalah membuat perubahan,” tambahnya.
Diakuinya, sosok AHY dan Emil Dardak memang menjadi magnet, anak muda mau masuk ranah politik. Bahkan baru kemaren dilantik, dirinya mengaku banyak anak muda juga ingin masuk pertai demokrat.
“Sehari dilantik, banyak anak muda yang WhatsApp saya mau masuk demokrat. Malahan ada pemain timnas asal Jawa Timur telepon, bilang ingin masuk demokrat dan ingin nyaleg dari Demokrat,” pungkasnya. (*/my)

