By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Prof Akh. Muzakki, Ph.D jadi Rektor UINSA 2022-2026
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Prof Akh. Muzakki, Ph.D jadi Rektor UINSA 2022-2026
Nahdliyyin

Prof Akh. Muzakki, Ph.D jadi Rektor UINSA 2022-2026

06/06/2022 Nahdliyyin
Prof. Akh. Muzakki, Grad Dip. SEA. M. Ag. M.Phil. saat dilantik oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Rektor UINSA di Jakarta, Senin 6 Juni 2022. (*/Media Center PWNU Jatim)
SHARE

Surabaya (Radar96.com) – Hanya pendidikan yang mampu mengubah kondisi sosial seseorang menjadi lebih baik di tengah masyarakat. Hanyalah orang-orang berilmu yang mampu mengangkat derajat guna berperan aktif di tengah perubahan masyarakatnya.

Prof. Akh. Muzakki, Grad Dip. SEA. M. Ag. M.Phil. Ph.D, membuktikan hal demikian, karena Guru Besar bidang sosiologi pendidikan itu telah dilantik sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, periode 2022-2026. Prof Muzakki menggantikan rektor sebelumnya, Prof Masdar Hilmy.

Berkepribadian tegas dan integritas terjaga, Prof Akh Muzakki, tak pernah lelah menyampaikan pentingnya pendidikan untuk kemajuan masyarakat. Baginya, cita-cita yang tinggi harus diperjuangkan tanpa lelah.

“Jangan pernah menyerah untuk mencapai apa yang diinginkan. Semua pasti ada jalannya,” tutur Prof Akh Muzakki, yang dilantik oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Rektor UINSA di Jakarta, Senin 6 Juni 2022.

Prof. Akh. Muzakki, Grad Dip. SEA. M. Ag. M.Phil. bersama para dosen UINSA usai dilantik dilantik oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Rektor UINSA di Jakarta, Senin 6 Juni 2022. (*/Media Center PWNU Jatim)

Lahir di Sidoarjo 9 Februari 1974, Prof Akh Muzakki menempa diri dalam pergulatan hidup dari keluarga sederhana. Bahkan, diakuinya, secara materi tidak akan mampu menempuh pendidikan hingga jenjang yang paling tinggi. Dengan kerja keras dan keinginan yang kuat mengalahkan semua itu.

“Jangan tunduk pada kemiskinan. Kemiskinan adalah sebagian dari romantika hidup,” ujar penulis buku “Eduspiring, Sekolah Inspirasi, Hidup Berprestasi” terbit 2017.

Karena keinginan kuat itu, Prof Muzakki terus belajar dan terus belajar. Hingga dia tidak pernah membutuhkan uang untuk bisa bersekolah. “Semuanya beasiswa, free,” tutur peraih gelar Ph.D dari The University Of Queensland, Australia.

Memang ada kesan jumawa ketika ia selalu menempelkan namanya dengan sederet gelar panjang, meskipun di forum yang tak ada kaitannya dengan dunia akademik. Hal itu semata-mata sebagai bagian dari menebarkan inspirasi kepada publik.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UINSA (2018-2022), mengakui, sejak kecil hingga masuk kuliah, tidak pernah menempuh pendidikan di sekolah-sekolah yang keren.

Akh Muzakki merampungkan pendidikan formal di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama, melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Negeri dan Madrasah Aliyah Negeri, semua di Sidoarjo.

“Saya dari kecil sekolah di madrasah. Zaman dulu mana ada madrasah yang keren, hingga kuliah di UINSA, dulu masih IAIN. Karena, tidak keren itu, saya diejek dan dicibir, mana mungkin bisa sekolah tinggi, sekolahnya saja tidak mutu. Tapi itu membuat saya termotivasi untuk terus belajar,” tutur putra pasangan Imam Syafii (almarhum) dan Ibu Zulaicha ini.

“Madrasah yang mengajari saya bagaimana menjadi individu yang pinter dan bener sebagai kerangka kesempurnaan seorang hamba yang ideal,” tandas suami Erna Mawati

Intelektualisme, Tanggung Jawab Sosial

Prof. Akh. Muzakki, Grad Dip. SEA. M. Ag. M.Phil. (*/Media Center PWNU Jatim)

Sebagai kaum terpelajar, Prof Akh Muzakki tak hanya bergelut di dunia kampus semata, ia pun mengambil bagian di tengah masyarakat. Aktif berorganisasi, guna menyalurkan kegelisahan intelektualnya. Sebagai Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur.

Akh Muzakki, yang saat belajar di Australia aktif di Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia, meyakini bahwa kalangan akademisi akan muncul sebagai pengkritik tajam terhadap kemapanan yang hegemonik. Di situlah peran-peran intelektual menjadi bagian penting dalam perubahan masyarakat. Tentu perubahan ke arah perbaikan-perbaikan menuju kemajuan.

Sebagai bagian kelas menengah di Indonesia, bagi peraih gelar master of philosophy (MPhil) dari ANU, kalangan intelektual kampus justru berpotensi untuk menjadi kritis terhadap segala bentuk hegemoni kemapanan.

Prof Akh Muzakki berkeyakinan bahwa “sentralnya semangat dan nilai kebebasan akademik yang mereka miliki dan junjung tinggi sebagai bagian dari civitas akademika dalam posisi mereka sebagai penjaga moral sosial”.

Memang, kalangan akademisi memiliki tanggung jawab untuk melakukan kritik terhadap segala bentuk penyimpangan moral sosial. Seiring dengan karakter tipikal umum kelas menengah sebagai kelompok sosial yang paling “cerewet”, kritis, dan “tidak tahan” terhadap kebobrokan.

Potensi akademisi dengan kekuatan gagasan dan kapasitas artikulasinya pun sangat potensial untuk menjadi penggerak atas terjadinya sebuah perubahan.
Kaum terpelajar –kini di antaranya berwujud dalam profesi akademisi– berperan sebagai elemen penting bagi perubahan Indonesia menyusul posisi mereka sebagai kelas menengah.

“Dari sisi aspirasi, akademisi merepresentasikan sebuah kelompok kelas menengah. Kritisisme sangat lekat dengan karakter akademisi, sebagaimana kelompok kelas menengah pada umumnya,” tutur mantan Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur.

Perubahan sosial digerakkan, antara lain, dari kalangan Kelas Menengah. Prof Akh Muzakki mengingatkan, moralitas sosial publik tampak menjadi pertimbangan bagi lahirnya kritisisme di sejumlah kalangan akademisi. Orang pun akhirnya mempersepsi kekuatan kalangan akademisi sebagai kekuatan moral.

Sikap kritis bagi kaum intelektual terejawantah dalam gagasan-gagasan yang ditulis, baik di media massa (suratkabar, majalah dan jurnal) maupun dalam bentuk buku.

“Ketahuilah apa yang kamu tulis, jangan tulis apa yang kamu ketahui,” pesan Prof Akh. Muzakki, mengajak merenung bersama. (*/mcnu)

Iklan.

You Might Also Like

Ribuan Siswa-Guru “Khadijah” Surabaya Semarakkan “Sholawat Merah Putih 2026”

Perkuat Hubungan Antar-Pesantren, Gus Kikin Silaturahim ke Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo

Selama Muktamar 35 NU, MWCNU Mulyorejo-Surabaya Buka Posko Kesehatan Gratis di Tambakberas

PWNU Sumbar Apresiasi Gus Kikin soal Revitalisasi Qanun Asasi dan Program Pendidikan-Ekonomi

Jelang Muktamar NU di Tambakberas, Mbah Wahab Dianugerahi Gelar Bapak ISHARI

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Manuskrip Ulama Nusantara dipamerkan di Universitas Vrije Amsterdam Belanda
Next Article Pemprov Jatim dan DPRD Jatim sahkan Perda Fasilitasi Pengembangan Pesantren

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Forum Aktivis NU Jatim: Rais Aam Bukan Jabatan untuk Diperebutkan, tetapi Amanah untuk Diemban.
Uncategorized
Maulid Nabi, Remas-GenZI Masjid Al-Akbar Ganti Kepengurusan untuk Periode 2026-2027
Milenial
Ribuan Siswa-Guru “Khadijah” Surabaya Semarakkan “Sholawat Merah Putih 2026”
Nahdliyyin
Dari Nasi hingga Apel Hijau, Menu MBG SPPG Grujugan Kidul 01 Bondowoso
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Dzurriyah Hasan Gipo: Muktamar Tambakberas Simbol Ajakan Pulang ke Muassis

19/08/2026
Nahdliyyin

Dari Pesantren ke Guru Besar, Prof Hamdanah Utsman Dorong Wajah Baru Pendidikan Islam di Era Digital

17/08/2026
Nahdliyyin

Gus Ipang: Kiai Imjaz Tokoh Transformatif Pesantren dan Pemimpin Masa Depan NU

17/08/2026
Nahdliyyin

Di Makassar, Gus Kikin Serukan Pentingnya Qanun Asasi untuk NU

15/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?