Makkah (Radar96.com/NUO) – Acara tahunan Silaturahmi dan Temu NU Sedunia ke-20 yang diselenggarakan di Makkah, Rabu (06/07/2022), disambut dengan antusias oleh warga dan pengurus NU yang sedang melaksanakan ibadah haji di Makkah. Ruangan berkapasitas 1.000 orang di Hotel Arkan Bakkah 2, Aziziyah penuh sesak.
Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Istimewa (PCINU) Arab Saudi H. Imran Suaidi Masyhudi menyampaikan, acara ini sengaja digelar pada tanggal 7 Dzulhijjah ketika jamaah haji asal Indonesia sudah berkumpul semuanya di kota Makkah untuk mempersiapkan diri menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Suasana NU sangat kental dalam acara tersebut di mana banyak orang menggunakan kopiah, batik, dan sarung. Sekalipun diselenggarakan di Arab Saudi, terasa seperti di acara-acara NU di seluruh pelosok Indonesia.
Bagian dari rangkaian acara berupa istighotsah dan tahlil, serta menyanyikan lagu Ya Ahlal Wathon. Selain acara silaturahmi, dilakukan pelantikan pengurus PCINU Arab Saudi yang dilakukan oleh Ketua PBNU Miftah Fakih.
Silaturahmi ini diselenggarakan setiap tahun sejak 2001, hanya berhenti sekali karena pandemi Covid-19 dan sekali diselenggarakan secara daring.
Wakil Rais PCINU Arab Saudi Kholil Ghozali menyampaikan tujuan bersilaturahmi dengan para pengurus NU berada di dunia, terutama pengurus PCINU yang sedang melaksanakan haji.
“Kalau tidak diadakan, seperti ini, mereka tidak bertemu. Maka digagas lah pertemuan pertama itu, untuk saling mengenal di antara mereka. dan kemudian mengundang jamaah haji yang sedang melaksanakan ibadah haji itu, untuk mengetahui, bahwa di tanah suci ini. di Arab Saudi, ada pengurus pengurus Cabang Istimewa,” kata Kholil.
Setelah acara silaturahmi yang diikuti oleh banyak orang, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan antar pengurus untuk membicarakan perkembangan organisasi NU di tiap negara, kendala yang dihadapi dan solusi yang ditawarkan.
“Hasilnya kami kirim ke PBNU untuk di-follow up,” tambah Kholil yang sudah 27 tahun tinggal di Arab Saudi.
Agenda lainnya adalah membangun strategi menyebarkan NU ke seluruh dunia. “Supaya khidmah NU ini bisa dirasakan oleh masyarakat di sekitar Arab Saudi. Di negara-negara lain yang ada pengurus cabang istimewanya, juga seperti itu. NU itu betul-betul bermasyarakat dan memperjuangkan ahlussunnah wal jamaah,” paparnya.
Kholil yang sudah sejak 2001 terlibat dalam dalam pertemuan ini menyampaikan, yang hadir biasanya dari wilayah-wilayah negara tetangga Saudi seperti Yaman, Mesir. Yang paling banyak Mesir. Tunis, Libya.
“Tahun ini kita tidak tahu karena haji pertama kali setelah Corona. Maka kami tidak mendapatkan info dari Jepang dari China. Dari China kemarin tahun 2019 hadir. tapi kelihatannya tahun ini belum mendapatkan info,” paparnya.
PCINU Arab Saudi merupakan PCINU pertama. Menurut Kholil, gagasan pendirian cabang istimewa NU diinisiasi oleh Gus Dur dalam sebuah kunjungannya ke Arab Saudi.
Namun, kepengurusan pertama dilantik ketika PBNU dipimpin oleh KH Hasyim Muzadi. “Jadi pertama kali didirikan, setelah itu, baru didirikan PCINU lain. seperti di Malaysia dan lain-lain,” katanya.
Ada banyak kiprah yang telah dilakukan oleh PCINU Arab Saudi. Dalam bidang pendidikan, warga NU di Arab Saudi menginisiasi berdirinya Sekolah Indonesia Makkah yang menjadi tempat belajar para mukimin asal Indonesia.
“PCI NU juga melakukan pendampingan bagi para WNI repatriasi yang overstay,” kata Imran Suaidi Masyudi.
Kholil menyampaikan warga NU di Makkah tetap mengamalkan amalan-amalan rutin, seperti yang dilakukan di Indonesia, seperti Diba’an setiap malam Jumat, tahlilan dan istighotsah.
Hj. Aminatun Habibah (56), wakil bupati Gresik yang juga dewan pakar PC Muslimat NU Gresik yang hadir dalam pertemuan tersebut merasa bangga.
“Mendengar lagu Indonesia Raya, mendengar Ya Ahlal Wathon, saya merasa terharu, bangga menjadi bagian dari Nahdlatul Ulama, yang begitu luar biasa besarnya perhatian dari masyarakat, jamaah haji yang ada di Saudi Arabia ini, datang dari seluruh Indonesia dan seluruh dunia. dan kemudian kita berkumpul di sini,” katanya.
Muslimat NU London

Sementara itu, Muslimat Nahdlatul Ulama lintas negara mendukung pendirian masjid Indonesia pertama di London, Inggris. Jamaah muslimat juga menyiapkan program gotong royong wakaf, yang berkolaborasi dengan KBRI London, PP NU Care-LAZISNU, PCINU United Kingdom, IIC London, serta beberapa komunitas lainnya.
Hal ini sebagaimana tergambar dari agenda Riyadhah dan Doa Bersama yang diselenggarakan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Muslimat NU dan United Kingdom dan PP Muslimat NU di Gedung KBRI London, di kawasan Westminster, London, UK, Ahad (17/10/2021).
Agenda riyadhah dan doa bersama ini berlangsung offline, namun saluran online dari platform Zoom dan Youtube juga dihadiri ribuan jamaah Muslimat dan NU dari Indonesia dan berbagai negara lain.
Hadir dalam agenda ini, Duta Besar Republik Indonesia untuk Britania Raya, Republik Irlandia dan IMO H.E Desra Percaya; Ketua Umum PP Muslimat dan Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa, Penasihat PCINU UK dan Founder Mubadalah KH. Faqihuddin Abdul Kodir, Councellor Minister Pensosbud KBRI London H.E Hartyo Harkomoyo, Ibu Nyai Nurhayati Said Aqil Siroj serta jajaran PP Muslimat NU, Ketua PCINU UK Sandy Adiguna, dan Ketua PCI Muslimat Yayah Indra, serta Nahdliyyin Inggris Raya.
Duta Besar RI di London, HE. Desra Percaya Ph.D menyampaikan bahwa pihaknya sangat berbangga dengan kiprah Muslimat di Inggris Raya yang menjadi penggerak silaturahmi antar ormas, saling membantu dan meningkatkan moderasi bagi warga Indonesia di UK.
“Saya bangga sekali dengan kiprah, semangat dan juga amal yang dilakukan oleh teman-teman Muslimat NU UK. Juga peran penting Muslimat NU UK dalam membangun kerukunan sesama warga Indonesia di Inggris, saling membantu, saling bahu membahu dan juga berpartisipasi dan berperan aktif dalam menyiarkan Islam rahmatan lil-alamin. Saya sangat bangga,” terang Desra Percaya.
Desra juga menyampaikan terkait rencana pembangunan masjid Indonesia di London, sekaligus memohon doa dan dukungan dari pelbagai pihak untuk rencana ini. “Kami bersama teman-teman sedang berupaya untuk membangun masjid Indonesia di London. Mohon doanya, semoga kita bersama-sama membangun rumah Allah di London,” jelasnya.
Desra Percaya juga menyampaikan bahwa masjid Indonesia di London akan menjadi ruang silaturahmi dan peningkatkan diplomasi Indonesia, serta dakwah Islam moderat di Inggris Raya.
“Masjid ini, Insya Allah, akan membantu meningkatkan hubungan baik dengan masyarakat setempat khususnya di bidang keagamaan, pendidikan dan sosial, serta terus mempromosikan toleransi serta saling menghormati antar agama. Sekaligus juga dakwah Islam rahmatan lil-alamin, dan membangun citra baik Indonesia di level internasional, khususnya di Inggris,” ungkap alumnus Universitas Airlangga dan Birmingham University, Inggris.
Ketua Umum PP Muslimat Hj. Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa Muslimat selama ini terus menyelenggarakan agenda doa bersama untuk keselamatan warga. Sekaligus juga, mengkonsolidasi warga Muslimat di seluruh Indonesia dan cabang-cabang internasional untuk bersama-sama berdoa dan berbagi kebaikan.
“Alhamdulillah, untuk kegiatan riyadhah dan doa bersama yang dilangsungkan secara online, tidak terasa kita melakukan transformasi digital bagi jamaah Muslimat NU di Indonesia dan berbagai negara. Selanjutnya, kita akan menyiapkan jihad digital dan jihad ekonomi, untuk menyambut era UMKM yang 99 persen akan online pada tahun 2030 sesuai prediksi Jack Ma,” ungkap Khofifah.
Gubernur Jawa Timur itu juga mendukung langkah pendirian masjid Indonesia di London, sekaligus juga mendorong pentingnya dakwah Islam yang segaris dengan tawassuh dan tasamuh, sebagaimana nilai mabadi khaira ummah Nahdlatul Ulama. “Nanti silakan disebarkan nomor rekening untuk pembangunan masjid Indonesia di London,” ungkap Bu Khofifah.
Sementara itu, KH. Faqihuddin Abdul Kodir menjelaskan pentingnya dakwah Islam yang ramah dan menghargai peran perempuan. Ia menjelaskan betapa dalam pemerintahan dan diplomasi, peran perempuan sangat penting. Begitu pula, dalam bidang-bidang dakwah, sebagaimana peran Muslimat NU di Inggris Raya.
Kiai Faqih juga mendukung pembangunan masjid Indonesia di London, yang diinisiasi oleh warga diaspora Indonesia di United Kingdom.
“Semoga dengan adanya masjid Indonesia di London ini, kita tidak hanya punya tempat untuk silaturahmi, kita tidak hanya punya tempat untuk menyambut saudara-saudara kita yang datang ke London. Tetapi, semoga kita kelak juga punya rumah yang indah di Surga. Amiin,” kata Kiai Faqih.
Masjid Indonesia di London akan dibangun di kawasan tengah kota London, sebagai sarana dakwah Islam moderat dan nilai-nilai keindonesiaan di Inggris Raya. (*/NUO)
Sumber:
*) https://www.nu.or.id/internasional/warga-nu-padati-forum-silaturahmi-dan-temu-nu-sedunia-ke-20-di-makkah-VEF4J
*) https://www.nu.or.id/internasional/muslimat-nu-sedunia-gotong-royong-untuk-pendirian-masjid-indonesia-di-london-6Fa10

