F-PKB Jatim dan Polda jatim takziah ke rumah duka Bripka Andik, korban Tragedi Kanjuruan

Amggot Fraksi PKB DPRD Jawa Timur bertakziah ke rumah duka salah satu korban, diantaranya ke rumah duka aremania Cak Nawi yang berada di Kecamatan Singosari dan rumah duka Bripka Andik, polisi Tulungagung, Senin (3/10/2022). (*/diin)
Bagikan yuk..!

Tulungagung (Radar96.com) –
Fraksi PKB DPRD Jawa Timur turut menyampaikan duka mendalam kepada keluarga para korban tragedi di Stadion Kanjuruhan.

Anggota fraksi takziah ke rumah duka salah satu korban, diantaranya ke rumah duka aremania Cak Nawi yang berada di Kecamatan Singosari dan rumah duka Bripka Andik, polisi Tulungagung, Senin (3/10/2022).

Pimpinan FKB DPRD Jatim H Ahmad Tamim, Sekretaris Fraksi PKB Jatim, Harry, anggota dari Polda Jatim, dan Kapolres Tulungagung Eko Hartanto dan sahabat Ansor Banser Sumbergempol Tulungagung bertakziah di kediaman Bripka Andik Purwanto.

P,ara pentakziah menyampaikan bela sungkawa atas kejadian ini dan mendoakan semoga almarhum diberikan husnul khotimah.
“Sahabat Andik adalah alumni Pondok Lirboyo, anggota Pagar Nusa dan anggota Banser di Sumbergempol, saya bersaksi beliau adalah orang baik,” ungkap Gus Tamim.

Jenazah dikebumikan di pemakaman umum Sambijajar, Tulungagung. Pemakaman jenazah dilakukan dengan cara kedinasan polri.

Duka mendalam dirasakan oleh keluarga korban. Isak tangis mewarnai keluarga korban.

Anggota F-PKB Hikmah Bafaqih beserta warga dan tokoh pecinta bola bertakziah sebagai bentuk support terhadap keluarga korban dan menyampaikan duka mendalam atas kejadian yang menimpa keluaraga Cak Nawi.

Mereka disana mendengarkan cerita kondisi yang sebenarnya terjadi dan menewaskan 187 jiwa. Dimana semua pihak menaruh perhatian pada proses pelaksanaan pengamanan di stadion. (2/10/2022).

Mantan Sekretaris Ansor Jatim, Gus Tamim juga menyampaikan harapannya “tak ada sepakbola yang seharga dengan nyawa, tak ada lagi sepakbola yang merenggut nyawa di tanah air. Pengamanan sepakbola harus sesuai prosedur, tidak membawa senjata atau gas pengendali massa, seharusnya betul-betul diterapkan dalam dunia sepakbola.”

“Kami sangat prihatin dengan manajemen penyelenggaraan sepak bola di Indonesia, masih sering terjadi kericuhan, bahkan sampai ada yang meninggal karena sepakbola. PSSI sebagai wadah persatuan sepak bola harus melakukan evaluasi serius terhadap tragedi ini,“ pungkasnya. (*/diin)

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.