By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Ketum PBNU: Bermain Identitas Agama Berarti Menggiring Perpecahan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Ketum PBNU: Bermain Identitas Agama Berarti Menggiring Perpecahan
Nahdliyyin

Ketum PBNU: Bermain Identitas Agama Berarti Menggiring Perpecahan

07/11/2022 Nahdliyyin
Tangkapan layar 0 Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf dalam tayangan Satu Meja di Kompas TV, Kamis (3/11/2022). (*/NUO)
SHARE

Jakarta (Radar96.com/NUO) – Menghadapi Pemilu 2024, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mendorong demokrasi yang lebih rasional yang bersandar pada kualitas pribadi-pribadi yang terlibat dalam politik itu.

Demokrasi rasional juga bukan bersandar pada latar belakang identitas suku, agama, jenis kelamin, atau yang lain, tetapi lebih mengedepankan gagasan, kredibilitas, rekam jejak (trackrecord), dan lain sebagainya.

“Jadi tidak bisa kita bilang: “Walaupun koruptor kalau Islam kan nanti masuk surga juga,” misalnya, itu sesuatu yang tidak relevan untuk dikembangkan di dalam demokrasi kita,” ungkapnya, memberi tamsil.

Pria yang akrab disapa Gus Yahya itu pun mengingatkan agar para aktor politik tidak memakai politik identitas, terutama identitas agama sebagai senjata untuk menjatuhkan lawan.

“Kita harus ingatkan para aktor politik ini, bahwa bermain-main dengan identitas agama, itu sama saja menggiring bangsa ini ke dalam perpecahan,” ungkap dalam tayangan Satu Meja di Kompas TV, Kamis (3/11/2022).

“Selama identitas agama dijadikan senjata politik, sembuhnya akan lama,” imbuh Juru bicara Presiden Ke-4 Indonesia KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu dalam acara yang dipandu jurnalis senior Budiman Tanuredjo.

Alumnus Pesantren Krapyak, Yogyakarta, itu mengatakan dampak dari pemilu lalu yang terjadi pembelahan identitas masih sangat terasa di tingkat basis. Menurutnya, ini harus disembuhkan dengan tidak membuat luka lagi dan bangsa ini tidak terbelah-belah lagi dari identitas yang satu ke identitas yang lain.

Gus Yahya juga berpesan agar para aktor politik dapat lebih bertanggung jawab untuk masa depan. Apa pun yang mereka putuskan hari ini, strategi yang mereka pilih maupun visi politik yang mereka canangkan, lanjutnya, akan menentukan bangsa dan negara ini.

“Saya minta semua aktor politik ini lebih bertanggung jawab dengan mengingat didirikannya bangsa dan negara ini. Karena apa yang kita miliki sebagai bangsa Indonesia ini sebetulnya bukan hanya berharga untuk diri kita sendiri, tetapi ini bisa sebagai sumbangan yang bernilai tinggi bagi seluruh kontsruksi peradaban dunia ke depan,” ungkapnya.

Inisiator Forum Religion of Twenty (R20) itu mencontohkan, bahwa Indonesia sudah punya Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Jika dilihat dari semua negara yang ada, menurut Gus Yahya tidak ada konstitusi yang seperti Undang-Undang Dasar 1945 yang visinya memang visi peradaban dunia: ‘Bahwa sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa’.

“Itu kan visi tentang peradaban dunia, bukan hanya untuk Indonesia. Nah, ini jangan sampai kita rusak begitu saja, hanya demi mendapat kursi kekuasaan,” pungkasnya. (*/NUO)

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/ketum-pbnu-ingatkan-aktor-politik-bermain-identitas-agama-berarti-menggiring-perpecahan-vTpEJ

Iklan.

You Might Also Like

KH Zakariya Al Ansori Siap Pimpin PCNU Situbondo sebagai Amanah Pengabdian

Masyarakat Aceh Apresiasi PWNU-Lazisnu Jatim Bangun Kembali Tujuh Fasilitas Keagamaan

PW IKAPETE Jatim Apresiasi Putusan Dewan Pers, Minta Stop Penyebaran Fitnah Suap Muktamar ke-35 NU

NU Butuh Roadmap Penguatan Ekonomi Komunitas Untuk Kemandirian Organisasi

PW Muslimat NU Jatim Raih Penghargaan Gubernur atas Program Imunisasi

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Gubernur Khofifah terpilih jadi Gubernur Terpopuler di AHI 2022
Next Article LPNU Jatim siapkan UMKM Nahdliyyin hadapi Resesi Ekonomi 2023

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Bekerjasama Dengan Yayasan SASNU: “Islam Nusantara Pilar Peradapan Indonesia”
Sospol
Di UIN Khas Jember, Ketua LTN Bondowoso Tekankan Pentingnya Publikasi Ilmiah Berdampak
Sospol
KH Zakariya Al Ansori Siap Pimpin PCNU Situbondo sebagai Amanah Pengabdian
Nahdliyyin
Toko Sembako di Bondowoso Layani Transaksi Keuangan bagi Warga Tapen
Uncategorized

You Might also Like

Nahdliyyin

Awali HSN 2026, PWNU-LAZISNU Jatim Serahkan Bantuan Tujuh Bangunan ke PWNU Aceh

12/10/2026
Nahdliyyin

PWNU Jatim: Santri Dibutuhkan untuk Padukan Teknologi dengan Moral/Akhlak

11/10/2026
Nahdliyyin

Patahkan Framing Negatif Laporan KPK, IKAPETE Jatim Sebut Marwah Alumni Tebuireng Kini Terang Benderang

11/10/2026
Nahdliyyin

Perkuat Kaderisasi Santri, ISNUQ Gelar PDO Perdana dengan 250 Peserta

11/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?