By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gubernur Khofifah Lepas 30 Santri Penerima Beasiswa ke Al Azhar Kairo, Mesir
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Gubernur Khofifah Lepas 30 Santri Penerima Beasiswa ke Al Azhar Kairo, Mesir
Milenial

Gubernur Khofifah Lepas 30 Santri Penerima Beasiswa ke Al Azhar Kairo, Mesir

07/03/2023 Milenial
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas keberangkatan 30 peserta program beasiswa santri pondok pesantren (BSPP) di Gedung Negara Grahadi, Senin (6/3) siang. (*/hmn)
SHARE

Surabaya, Radar96.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas 30 penerima beasiswa santri pondok pesantren (BSPP) untuk menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar Kairo Mesir.

Kepada para santri, Gubernur Khofifah menyampaikan pesan penting agar mereka senantiasa menjaga dan memperdalam keilmuan tentang Islam Wasathiyah, Moderasi dan Toleransi seperti yang selama ini menjadi garis pembelajaran di Universitas Al Azhar-Kairo Mesir.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga berpesan agar para santri penerima beasiswa senantiasa bersikap santun, disiplin dan rajin. Jaga nama Jawa Timur dan tentu nama bangsa Indonesia.

“Ini sangat penting yang saya sampaikan supaya menjadi catatan anak-anakku semua. Mahasiswa Indonesia terutama Jawa Timur dikenal memiliki akhlak yang bagus, santun dan rajin mencari ilmu,” kata Gubernur Khofifah saat acara pelepasan keberangkatan peserta program beasiswa santri pondok pesantren (BSPP) di Gedung Negara Grahadi, Senin (6/3) siang.

Gubernur Khofifah berharap semua santri yang berkesempatan meraih beasiswa di Al Azhar senantiasa rajin dan disiplin selama menimba ilmu disana. Sebab, ini adalah kesempatan yang luar biasa dapat menimba ilmu langsung dari para syeikh dan ulama – ulama besar Al Azhar di Mesir.

Selain itu, karakter itu juga sudah menjadi ciri khas mahasiswa Indonesia yang sudah dikenal oleh para ulama dan syeikh di Al Azhar Mesir.

Gubernur Khofifah bercerita, salah seorang syeikh di Al Azhar Mesir pernah bercerita bahwa suatu saat rombongan mahasiswa Indonesia terlambat. Beliau bersedia menunggu kedatangan mahasiswa Indonesia yang pada suatu kali terlambat datang ikut pengajian beliau. Karena menurut beliau mahasiswa Indonesia dikenal disiplin dan pencari ilmu.

“Mahasiswa Indonesia itu disiplin mencari ilmu, bisa dipastikan tiap hari masuk, jadi saya tunggu sampai mereka datang mungkin ada masalah di perjalanan,” ujar Gubernur Khofifah menceritakan ucapan syeikh tersebut.

“Mahasiswa Indonesia khususnya Jawa Timur yang sudah dikenal memiliki sifat rajin dan disiplin dalam mencari ilmu, tolong hal yang baik itu dijaga,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Orang nomor satu di Jatim ini juga meminta agar para santri penerima beasiswa memperdalam ilmu terkait Islam wasathiyah, moderasi dan toleransi. Pasalnya, Indonesia mampu berdiri kokoh sampai saat ini tentu karena ada landasan kuat yang mampu menyatukan berbagai perbedaan di negeri ini. Sehingga meski berbeda tetap saling menghormati dan menghargai.

Ia juga berpesan agar para mahasiswa tersebut tidak mudah terpengaruh paham-paham atau ideologi-ideologi trans nasional yang tidak berseiring dengan NKRI.

“Saya sampaikan betapa ada kunci-kunci yang menjadi perajut dari perdamaian, kerukunan, toleransi dan moderasi yang ada di negeri ini sehingga kalaupun ada perbedaan-perbedaan maka posisi perbedaan itu adalah ikhtilafu ummati Rahmatun (perbedaan pendapat adalah rahmat) tidak sampai meruncing yang bisa menimbulkan perpecahan,” ucapnya.

Sebagai informasi, Program Beasiswa Santri Pondok Pesantren (BSPP) dirancang untuk memberikan peluang yang lebih luas bagi lulusan satuan pendidikan yang terintegrasi dengan pondok pesantren untuk mengembangkan minat bakat dan penguasaan disiplin keilmuan agama serta dalam rangka pengabdian kepada pondok pesantren.

Berdasarkan Lampiran Surat No: 194/TU/LPPD/Prov.Jatim/III/2023 peserta beasiswa Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah sebanyak 30 mahasiswa.

Lebih lanjut dijelaskan Gubernur Khofifah, mereka dinyatakan lolos matrikulasi oleh Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA). Dari jumlah 240 pendaftar yang lolos verifikasi administrasi, melalui 2 tahap. Tahap 1 diuji kemampuan baca kitab dan pengetahuan agamanya oleh para ulama dan akademisi di LPPD untuk dipilih 60 peserta, selanjutnya ke 60 peserta tersebut diuji kemampuan bahasa arab dan hafalannya oleh dosen-dosen Universitas Al-Azhar Kairo Mesir untuk dipilih 30 peserta.

Selanjutnya ke-30 peserta yang dinyatakan lolos seleksi 2 tahap tersebut dikirim ke Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA) di Jakarta untuk ditingkatkan kemampuan bahasa arabnya dalam program matrikulasi selama 5 bulan.

Sebagaimana diketahui, PUSIBA adalah satu satunya lembaga yang diakui/dipercaya Al Azhar untuk mempersiapkan kompetensi bahasa arab yang sesuai dengan standar mahasiswa Al-Azhar., dan ke 30 peserta secara keseluruhan dinyatakan lulus matrikulasi/tahdid mustawa oleh PUSIBA.

“Ke-30 peserta telah terdaftar dan memilih program studi keagamaan di Universitas Al-Azhar, seperti: Ushuluddin , Syari’ah, dan Bahasa Arab sehingga mereka dibebaskan dari SPP, sedangkan beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupa living cost, asrama, bantuan buku, dan pengobatan selama 4 tahun serta transport pulang pergi,” jelas Gubernur Khofifah.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jatim Prof. Dr. Abdul Halim Soebahar menyampaikan bahwa keberangkatan 30 orang santri penerima beasiswa ke Kairo Mesir ini berkat dukungan luar biasa dari Gubernur Jawa Timur.

“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian semuanya khususnya kepada Ibu Khofifah Indar Parawansa selaku Gubernur Jawa Timur mudah-mudahan terus memberikan perhatian pada percepatan pengembangan SDM pesantren yang lebih berkualitas di masa-masa yang akan datang,” Kata Abdul Halim Soebahar.

Pada kesempatan yang sama Gubernur Khofifah menyaksikan penandatanganan secara simbolis Surat Pernyataan Peserta BSPP 2022 Universitas Al-Azhar Kairo oleh Abdul Halim Soebahar selaku Ketua LPDP Jatim dengan Ahmad Roihan Ghilmanie dan Rihadatul Aisyil Fitriyah.

Sementara itu, penerima BSPP Nilaziatunil Amy (21) dari Ponpes Al Munawaroh Jombang menyampaikan rasa bahagianya menjadi salah satu penerima beasiswa ke Al-Azhar, ini merupakan anugerah dan ia pun berharap semoga nantinya ilmu yg didapat di Al azhar bisa diamalkan dan disalurkan kepada santri di Indonesia.

“Alhamdulillah gak nyangka ada disposisi ini, atas restu orang tua, guru-guru, para kyai dan Bu nyai kami berada disini. Kami juga sampaikan terima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah dan kami mendoakan semoga Ibu Khofiifah sehat selalu, panjang umur dan senantiasa memberikan manfaat besar bagi kami semua di Jawa Timur, harapan saya dan teman-teman semoga ketika nanti pulang Kami bisa mengamalkan ilmu kami dan pastinya bisa menyalurkan apa kami dapat dari Al-Azhar kepada seluruh santri di Indonesia dan mampu membanggakan keluarga”, ungkapnya

Dalam kesempatan yang sama, Ulil Absor (20) santri Ponpes Sidogiri Pasuruan asal Kabupaten Pamekasan menyampaikan rasa terharunya karena menjadi salah satu penerima beasiswa ini, Ia juga berharap kepada Ibu Gubernur nantinya bisa mengabdi lagi untuk yang kedua kalinya untuk memajukan Provinsi Jawa Timur.

“Alhamdulillah karena hal ini yang saya ingin kan dari dulu, waktu mondok di Sidogiri Pasuruan ingin menjadi salah satu mahasiswa Al-Azhar, karena Al-Azhar mencetak kader-kader ulama melalui karya-karyanya, salah satunya karya ulama Syekh Zakaria Al Anshori yang kitabnya diajarkan di Pondok Pesantren saya. Dan saya berharap dengan adanya program memajukan SDM ini di Jawa Timur, Ibu Gubernur bisa mengabdi lagi untuk kedua kalinya dan melanjutkan program-program yang belum terealisasi”, harapnya.

Turut hadir Wakil Ketua DPRD Prov. Jatim, Wakil Bupati Mojokerto, Ketua LPPD Jatim, dan Sekretaris LPPD Jatim, Asisten III Sekda Prov. Jatim, Ka. Diskominfo Prov. Jatim, Plt. Ka. Disdik Prov. Jatim, Karo Kesra Setda Prov. Jatim. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

KKN Universitas Bondowoso Cegah Pernikahan Dini di kalangan Pelajar

Gus Mujab: FOMO bisa membuat lalai diri sendiri, umur, dan akhirat

80 Remaja Madjid se-Jatim Ikuti Pelatihan Bisnis Syariah DMI-Demasindo

Bullying Bukan Sekadar Candaan, KKN 02 UNIBO dan Polsek Tlogosari Edukasi Siswa MTs Miftahul Ulum 2 Bondowoso

Seorang Siswa MI Masjid Al-Akbar Surabaya Hafalkan 10 Juz Al-Qur’an

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Gubernur Khofifah Optimis Lulusan Unair jadi Generasi HEBAT
Next Article Peringati Nisfu Sya’ban, Gubernur Khofifah Tekankan Keutamaan Ilmu Daripada KUA

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Dari Nasi hingga Apel Hijau, Menu MBG SPPG Grujugan Kidul 01 Bondowoso
Sospol
Menegakkan Panji NU di Muktamar ke-35: Belajar dari Hajar Aswad Memasuki Abad Kedua NU
Kolom
‘Haramkah’ NU Berpolitik?
Kolom
Perkuat Hubungan Antar-Pesantren, Gus Kikin Silaturahim ke Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo
Nahdliyyin

You Might also Like

Milenial

Lora Kadam Sidik: Merdeka dari FOMO itu perlu Kembali pada Kepakaran dan Jaga Pertemanan

02/08/2026
Milenial

Gerakan Seribu Buku Karya Murid Dimulai, Korwilcam Pendidikan dan Dispendik Bondowoso Perkuat Budaya Literasi

25/07/2026
Milenial

LDNU Jatim dan UNISMA Cetak 200 Da’i Gen-Z yang Moderat dan Adaptif di Era Digital

25/07/2026
Milenial

SMP Khadijah Surabaya Cetak Kader Pemimpin NU Abad Kedua lewat IPNU-IPPNU

23/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?