By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Sejarah Singkat Pencipta Kalimat “Billahit Taufiq wal-Hidayah” dan “Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq”
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kultural > Sejarah Singkat Pencipta Kalimat “Billahit Taufiq wal-Hidayah” dan “Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq”
Kultural

Sejarah Singkat Pencipta Kalimat “Billahit Taufiq wal-Hidayah” dan “Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq”

01/06/2023
SHARE

Oleh Ust. Dafid Fuadi *)

Pada umumnya umat Islam mengakhiri ceramah atau surat-menyurat keagamaan dengan kalimat “Billahit taufiq wal-hidayah” atau “Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamith Thariq” yang diucapkan atau ditulis sebelum salam penutup. Tetapi mereka tidak mengetahui siapa pencipta ke dua kalimat tersebut.

Pencipta kedua kalimat itu adalah K.H. Ahmad Abdul Hamid yang lebih dikenal dengan nama K.H. Achmad Abdul Hamid Kendal, beliau adalah salah satu ulama kharismatik di Jawa Tengah, sebagai pengasuh Ponpes Al-Hidayah Kendal Kota dan Imam Masjid Besar Kendal. Karena peran dan ketokohan beliau, masyarakat Kendal menyebut beliau sebagai “Bapak Kabupaten Kendal”.

KH. Achmad Abdul Hamid Kendal lahir di Kota Kendal pada tahun 1915. Ayahanda beliau bernama KH. Abdul Hamid.

Beliau dilahirkan pada saat di negeri ini sedang marak berdiri berbagai pergerakan dan organisasi keagamaan, sosial, ekonomi, politik dan lain-lain. Seperti Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan pada tahun 1905 lalu pada tahun 1906 berubah menjadi Sarikat Islam, Muhammadiyah berdiri pada tahun 1912. Pada tahun 1918 lahir Nahdlatul Tujjar sebagai cikal bakal Nahdatul Ulama (NU). Kemudian pada 31 Januari 1926 berdirilah NU, tahun 1928 terjadi Sumpah Pemuda dan lain-lain.

Pada mulanya kalimat “Billahit Taufiq wal Hidayah” diciptakan beliau sebagai ciri khas warga NU untuk mengakhiri ceramah, pidato dan surat menyurat.

Pertama kali beliau mengucapkan kalimat itu di Magelang yang selanjutkan diikuti oleh para Ulama NU dan seluruh warga Nahdliyin. Namun kalimat itu akhirnya ditiru dan digunakan oleh hampir semua kalangan umat Islam dari berbagai organisasi dan pergerakan, sehingga kekhasan untuk warga NU sudah tidak ada lagi.

Untuk itu beliau menciptakan kalimat baru “Wallahul Muwaffiq ila Aqwamith Thariq” yang dirasa cukup sulit ditirukan oleh warga non-NU, sehingga sejak itu warga Nahdliyin menggunakan kalimat : “Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq” dalam mengakhiri ceramah, pidato dan surat menyurat sebelum salam penutup, meski yang tetap terbiasa menggunakan : “Billahit Taufiq wal Hidayah” juga masih banyak.

Khidmah Kiai Ahmad (demikian panggilannya sehari-hari) di NU dimulai dari tingkat cabang sampai PBNU. Banyak tugas penting di NU yang pernah diembannya seperti Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Kendal, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah (dengan Katib KH Sahal Mahfudz), dan terakhir sebagai Mustasyar PBNU dan MUI Jawa Tengah.

Beliau juga tercatat sebagai kontributor dan distributor majalah Berita NO, yang terbit tahun 1930an. Dalam sebuah tulisan, Kiai Sahal Mahfudz menyebutkan bahwa Kiai Ahmad menyimpan dokumen-dokumen jurnalistik NU seperti Buletin LINO (Lailatul Ijtima’ Nadhlatoel Oelama).

Kiai Ahmad cukup produktif menulis dan menerjemahkan kitab-kitab. Salah satu tulisannya yang cukup fenomenal adalah terjemahan al Qanun al Asasi Hadlratusy Syaikh KH. M. Hasyim Asy’ari ke dalam bahasa Indonesia, yang beliau terjemahkan atas permintaan Sekretaris Jenderal PBNU Prof. KH Saifudin Zuhri. Penerjemahan tersebut telah dimulai oleh KH Mahfud Sidiq, tetapi belum selesai sehingga PBNU meminta Kiai Ahmad untuk menyelesaikannya. Terjemahan itu oleh Kiai Ahmad dinamakan “Ihyau Amalil Fudlala’ Fi Tarjamati Muqaddimatil Qanunil Asasi li-Jam’iyati Nahdlatil Ulama”.

KH Ahmad Abdul Hamid wafat pada 14 Februari 1998 bertepatan dengan 16 Syawal 1418 H.
Semoga Allah menerima seluruh amal kebaikannya. Aamiin.

بالله التوفيق والهداية
Billahit Taufiq Wal Hidayah

والله الموفق إلى أقوم الطريق
Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamith Thariq.

Sumber:
*) https://aswajanucenterjatim.or.id/sejarah-singkat-pencipta-kalimat-billahit-taufiq-wal-hidayah-dan-wallahul-muwaffiq-ila-aqwamit-thariq.html

*) Penulis adalah Direktur Aswaja NU Center Kabupaten Kediri

Iklan.

You Might Also Like

KH A Muzakky Al Hafidz: Jika Diuji Allah Berarti Disayangi

Gus Mujab Jelaskan Lima Indikator “Kebahagiaan Sejati”

KHA Muzakky Al-Hafidz: Hidup/Umur Itu Yang Penting Bukan Panjang/Pendek, tapi Berkah dan Manfaat

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: QS Ad-Dhuha Ajarkan Tiga Pilar Optimisme

Kajian Senja Al-Yasmin, Prof Ali Aziz: “Al ‘Ashr” Ajarkan 4 Spirit Terbaik Isi Waktu

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Kadiskop dan UKM Kalsel Buka Waserda Kopontren “Misbahul Munir”
Next Article Majukan Pendidikan Jatim, Gubernur Khofifah Raih Anugerah Pemda Transformasi Digital dari KemdikbudRistek

Advertisement



Berita Terbaru

Prof Ali Azis: Ekspresi itu meniru Rasulullah, Ekspresi itu terapi mental
Sospol
Wakil Ketua Umum PP ISNU Tekankan Pentingnya “Spiritualitas Modern”
Nahdliyyin
Alim Markus Bantu 1.500 Paket Sembako Ramadhan dan LAZISNU Jatim Santuni 40 Yatim
Nahdliyyin
Masjid Al-Akbar Surabaya Laksanakan Shalat Ghaib untuk Almarhum Jenderal TNI (Purn) H Try Sutrisno
Sospol

You Might also Like

Kultural

KH Muhammad Imam Aziz: Penerus Api Perjuangan HAM Dan Keadilan, Meskipun Sudah Tiada

16/12/2025
Kultural

Kembangkan 190 Varian Anggur, Ponpes Jatinom Blitar Calon Penerima Eco Pesantren Jatim

17/11/2025
Kultural

Pesantren Ribath Futuhatunnur Toro Gelar Maulid Nabi

21/09/2025
Kultural

Penyegaran Metode Yanbu’a, Tekankan Guru agar Memahami Karakter Murid dan Wali Murid

13/09/2025
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?