By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: “Influencer” Kadam Sidik sampaikan tiga kiat aman di lingkungan digital
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > “Influencer” Kadam Sidik sampaikan tiga kiat aman di lingkungan digital
Milenial

“Influencer” Kadam Sidik sampaikan tiga kiat aman di lingkungan digital

02/07/2023 Milenial
Influencer/Pemengaruh Dakwah Digital, Kadam Sidik, menyampaikan tiga kiat untuk bisa aman di lingkungan digital saat bicara di hadapan jamaah Majelis Subuh Generasi Z Islami (GenZI) di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Minggu (2/7/2023) (*/mas)
SHARE

Surabaya, Radar96.com – Influencer/Pemengaruh Dakwah Digital, Kadam Sidik, menyampaikan tiga kiat untuk bisa aman berada di lingkungan digital yang saat ini memiliki pengaruh sangat besar dalam kehidupan.

“Besarnya pengaruh lingkungan itu disebut Nabi bahwa fitrah manusia itu lahir dalam keadaan suci, tapi orang tua (lingkungan) yang menjadikan Yahudi, Nasrani, dan sebagainya,” katanya di hadapan jamaah Majelis Subuh Generasi Z Islami (GenZI) di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Minggu.

Saat berbicara di hadapan sekitar 1.000 jamaah Majelis Subuh GenZI (MSG) yang digelar rutin setiap minggu pertama setiap bulan itu, Kadam Sidik menyebut lingkungan yang berpengaruh besar saat ini adalah handphone/HP, karena Generasi Z menikmati 10-15 jam/hari.

Influencer/Pemengaruh Dakwah Digital, Kadam Sidik, menyampaikan tiga kiat untuk bisa aman di lingkungan digital saat bicara di hadapan jamaah Majelis Subuh Generasi Z Islami (GenZI) di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Minggu (2/7/2023) (*/mas)

“Dunia digital adalah dunia tontonan, dunia pendengaran, scroll, sehingga pendakwah sekarang juga harus menguasai dunia digital, karena pengaruhnya sangat besar,” katanya dalam acara yang dibuka Ketua BPP DR KHA Sudjak MAg dan Ceo BSI Region Surabaya Kemas Erwan itu.

Dalam MSG bersama Imam Besar MAS Ust. H. Ahmad Muzakky Al Hafidz itu, ia menyarankan tiga kiat untuk bisa aman berada di lingkungan digital yakni Arifun lin-nafsi (tahu diri/tahu kapasitas keilmuan),
yutsbid/itsbad (verifikasi), dan arif li waqiq (tahu kondisi).

” Arifun lin-nafsi atau tahu diri dan tahu kapasitas keilmuan itu, misalnya level ilmu itu ada 10 level, tapi ilmu saya masih sampai level 6, maka ilmu yang perlu saya sampaikan adalah level 1-5, jadi kita membahas apa yang kita tahu saja, maka hal itulah yang disampaikan,” katanya.

Dalam MSG yang sudah dua kali diadakan setelah Ramadhan 1444 H/2023 itu, Kadam Sidik yang merupakan GenZI asal Madura itu mengkritisi ilmu yang saat ini beredar di media sosial (dunia digital) yang ngawur tanpa level, tapi sok tahu.

“Kita sekarang hidup di zaman orang yang sok bicara pada topik yang dia sendiri nggak tahu. Ada dokter membahas fiqih/agama, sebaliknya ada pakar agama bahas soal kedokteran, contohnya pemuka agama yang bicara corona sangat detail. Keduanya nggak masuk akal,” katanya.

Selain tahu diri, GenZI yang alumni UINSA Surabaya itu menyebut kiat kedua yakni “yutsbid/itsbad” atau verifikasi. “Dengan arus informasi yang membanjir saat ini, semua informasi bisa datang dari mana pun tanpa kita tahu benar atau salah, karena itu referensi juga perlu verifikasi, jangan asal dengar, lalu share,” katanya.

Kiat ketiga adalah “Arif li waqiq” atau tahu kondisi sekitar. “Kapan perlu bicara atau ngomong juga penting, jangan ada orang keguguran, lalu kita bilang Rasulullah menganjurkan banyak ada. Atau, ada korban tsunami yang sedang susah, lalu kita bilang kalian banyak dosa, kalian pendosa,” katanya.

Selain tiga kiat untuk aman dalam menyikapi lingkungan dengan pengaruh besar itu, Kadam Sidik juga menyarankan untuk memilih teman atau informasi yang baik.

“Kalau nggak ada teman yang baik ya lebih baik sendirian. Kalau mendekati teman yang tidak baik, maka ukurannya, apakah kita bisa dominan/mempengaruhi atau tidak. Apalagi, medsos sekarang juga banyak informasi sesat. Kalau kita tidak punya ilmu ya cari guru di lingkungan kita yang benar-benar ahli,” katanya.

Dalam acara yang juga dihadiri inisiator SMG Helmy M Noor itu, Imam Besar MAS Ust. H. Ahmad Muzakky Al Hafidz menyampaikan perlu membedakan informasi dengan ilmu. Kalau informasi bisa dicari dimana saja, tapi kalau ilmu perlu guru atau silsilah guru yang terjamin.

“Itu karena guru itu bukan hanya pemberi ilmu tapi juga pembimbing dan penanggungjawab keilmuan hingga akhirat. Majelis ilmu itu juga punya berkah, seperti info dari mas Kadam Sidik bahwa majelis atau riil live itu punya daya serap hingga 70 persen, sedangkan informasi medsos hanya maksimal diserap 30 persen,” katanya.

Dalam MSG bertema “Spirit influencer GenZI” itu, influencer Kadam Sidik menerima cenderamata dari jurnalis Edy M Yakub berupa buku bertajuk “Kesalehan Digital” yang memetakan 12 plus-minus dunia digital dengan 60-70 persen pengaruh minus/negatif disertai tiga panduan untuk “selamat” yakni sanad, matan, dan rawi. (*/mas)

Iklan.

You Might Also Like

Wisuda Tahfidz Juz 30 Warnai Pelepasan siswa kelas 6 SD Al Islam Surabaya

Saat Lantik OSIM di MDW Putri Pesantren Sukorejo, Wabup Situbondo Ulfiyah Ajak Santri Percaya Diri dan Terus Berkembang

Pesantren Bayt Al-Hikmah dan Al Yasmin Siapkan Kolaborasi Program Penguatan Kompetensi Digital Santri

Al-Yasmin dan AKSI Training & Consulting Gagas “Sekolah Keluarga Hebat”

Pesantren Progresif Bumi Sholawat dan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya Perkuat Sinergi Media Pesantren

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Gubernur Khofifah Kagumi Wisata Bukit Jengkoang saat Berlibur
Next Article Jatim-Bengkulu Perkuat Kerjasama Sektor Pertanian, Perkebunan, Perikanan dan Peternakan

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Bupati Bondowoso Hamid: ZISWAF Produktif Harus Jadi Kekuatan Baru Pesantren
Sospol
KHR Azaim Ibrahimy: Ketenangan Hati Dimulai dari Dzikir
Gus File
Festival Jejak Purba Bondowoso di Museum Terbuka Megalitik Jadi Pusat Edukasi Warisan Budaya Bondowoso
Sospol
MUKTAMAR BERKAH TANPA RISYWAH HASANAH
Kolom

You Might also Like

Milenial

Dukung BKPRMI Jatim, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Bekali Remaja Masjid dengan Kemampuan Dakwah Digital

27/04/2026
Milenial

Kumpul di Al-Yasmin, 60 Remaja Masjid se-Jatim Dilatih Kuasai Digital

26/04/2026
Milenial

63 Siswa Ikuti Program “Talenta Digital Santri 2” di Pesantren Digipreneur “Al-Yasmin” Surabaya

24/04/2026
Milenial

Wisudawan Fresh Graduate Unusa Tembus RS di Arab Saudi

23/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?