By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Meriahkan Hari Kemerdekaan, Unusa Ajak Puluhan Mahasiswa Asing Ikuti Lomba Tradisional
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Meriahkan Hari Kemerdekaan, Unusa Ajak Puluhan Mahasiswa Asing Ikuti Lomba Tradisional
Milenial

Meriahkan Hari Kemerdekaan, Unusa Ajak Puluhan Mahasiswa Asing Ikuti Lomba Tradisional

22/08/2023 Milenial
SHARE


Surabaya, Radar96.com – Sebanyakl 42 mahasiswa asing dari Somalia, Mesir, Sudan, Libya, Uganda, Yaman, Mali, Sierra Leonean, Malaysia, dan Timor Leste mengikuti lomba tradisional dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78. Lomba digelar di Halaman Tower Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Selasa (22/08/23).

Lomba tradisional yang digelar meliputi lomba makan kerupuk, balap karung, jalan bakiak, dan lomba sarung berantai. Lomba yang menjadi favorit peserta yakni lomba makan kerupuk. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara Program Brave ke-3 inisiatif Global Engagement of Nahdlatul Ulama University of Surabaya (GENUS).
Peserta asal Libya, Salih Abdul Rahman, dengan antusias berbagi pengalamannya sebagai salah satu peserta dalam perlombaan yang diadakan untuk merayakan peringatan Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia. Salih mengungkapkan rasa senangnya atas kesempatan untuk ikut serta dalam acara ini, yang membawa semangat perayaan kebebasan.


Salih menjelaskan bahwa lomba yang diikuti, yaitu lomba makan kerupuk, adalah sesuatu yang sangat menarik baginya. Meskipun ia baru pertama kali mencoba jenis lomba seperti ini, namun ia merasa bahwa konsepnya luar biasa dan unik.

“Perlombaan ini sangat menarik, saya baru pertama kali mencoba lomba makan kerupuk yang memang keren sekali lombanya,” ujar Salih yang tercatat sebagai mahasiswa UIN Malang.

Dalam pengalamannya mengikuti lomba makan kerupuk, Salih menghadapi tantangan yang cukup menarik. Ia menyatakan bahwa lomba ini membuatnya kesulitan karena kerupuk yang digantung pada seutas tali terus bergerak saat hendak dimakan. Bagi Salih, pergerakan dinamis kerupuk tersebut merupakan hal yang agak tidak biasa. Namun, inilah yang menjadikan perlombaan ini menarik dan menghibur.

“Saya sangat tertarik terhadap lomba makan kerupuk semakin bertambah karena di negaranya, Libya, kerupuk tidak umum ditemukan. Oleh karena itu, keberadaan kerupuk di Indonesia menjadi sesuatu yang istimewa. Hal ini memberikan dimensi tambahan pada pengalaman perlombaan dan menghadirkan nuansa berbeda yang membuat saya semakin berkesan,” ungkapnya.

Ketua GENUS/ Kantor Urusan Internasional Unusa, Wiwik Afridah, M Kes, mengungkapkan, acara ini merupakan pelaksanaan yang kedua kalinya diadakan di Unusa. Tujuan acara ini untuk mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa-mahasiswa asing yang tengah menempuh pendidikan di Surabaya dan Malang. Tahun ini ada 13 mahasiswa dari Kelantan Malaysia yang turut serta dalam kegiatan ini.

“Dalam rangkaian kegiatan ini, mahasiswa Unusa dan mahasiswa asing memiliki kesempatan yang sangat berharga untuk saling bertukar pengalaman. Melalui berbagai permainan tradisional yang diadakan, suasana kolaboratif dan interaktif tercipta di antara kedua kelompok mahasiswa ini. Permainan tradisional tersebut bukan hanya menjadi bentuk hiburan semata, tetapi juga sarana untuk memperdalam pemahaman tentang budaya masing-masing,” ungkapnya.

Wiwik menambahkan, mahasiswa Unusa memiliki peluang untuk berbagi pengalaman, belajar, dan berkembang di lingkungan kampus kepada mahasiswa asing. Di sisi lain, mahasiswa asing juga dapat berbagi pandangan dan pengalaman unik mereka dalam mengadaptasi dengan budaya dan lingkungan baru di Surabaya dan Malang.

“Acara ini memberikan hal yang positif dan bermanfaat bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk saling berinteraksi, memperluas wawasan, dan memperdalam toleransi terhadap perbedaan budaya. Selain itu, kegiatan ini juga berpotensi meningkatkan hubungan antarbudaya di lingkungan kampus, menciptakan kerjasama yang lebih erat, dan membangun persahabatan yang berkesinambungan antara mahasiswa Unusa dan mahasiswa asing,” ungkapnya.

Iklan.

You Might Also Like

KKN Universitas Bondowoso Cegah Pernikahan Dini di kalangan Pelajar

Gus Mujab: FOMO bisa membuat lalai diri sendiri, umur, dan akhirat

80 Remaja Madjid se-Jatim Ikuti Pelatihan Bisnis Syariah DMI-Demasindo

Bullying Bukan Sekadar Candaan, KKN 02 UNIBO dan Polsek Tlogosari Edukasi Siswa MTs Miftahul Ulum 2 Bondowoso

Seorang Siswa MI Masjid Al-Akbar Surabaya Hafalkan 10 Juz Al-Qur’an

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Pemprov Jatim Terima Tambahan 3.525 SK PPPK, mayoritas pendidik dan nakes
Next Article NBI realisasikan program Bedol Santri dari NTT untuk “mondok” di Cianjur

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Dari Nasi hingga Apel Hijau, Menu MBG SPPG Grujugan Kidul 01 Bondowoso
Sospol
Menegakkan Panji NU di Muktamar ke-35: Belajar dari Hajar Aswad Memasuki Abad Kedua NU
Kolom
‘Haramkah’ NU Berpolitik?
Kolom
Perkuat Hubungan Antar-Pesantren, Gus Kikin Silaturahim ke Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo
Nahdliyyin

You Might also Like

Milenial

Lora Kadam Sidik: Merdeka dari FOMO itu perlu Kembali pada Kepakaran dan Jaga Pertemanan

02/08/2026
Milenial

Gerakan Seribu Buku Karya Murid Dimulai, Korwilcam Pendidikan dan Dispendik Bondowoso Perkuat Budaya Literasi

25/07/2026
Milenial

LDNU Jatim dan UNISMA Cetak 200 Da’i Gen-Z yang Moderat dan Adaptif di Era Digital

25/07/2026
Milenial

SMP Khadijah Surabaya Cetak Kader Pemimpin NU Abad Kedua lewat IPNU-IPPNU

23/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?