Surabaya, radar96.com/MAS – Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) memiliki program ramah lansia (lanjut usia) dengan adanya “Jamaah Tartil Bakda Subuh (JTBS) Ar-Raudah MAS” yang berkegiatan sejak tahun 1999 hingga kini.
“Awalnya, JTBS MAS dirintis oleh Drs Ec H Tjahja Gunawan bersama para ustadz Masjid Al-Akbar, yang mana saat itu (1999) Masjid Al-Akbar masih dalam proyek pembangunan,” kata Ketua JTBS Ar-Raudah MAS, H Heri Santoso di Surabaya, Senin (4/3).

Penjelasan Heri itu dibenarkan Drs Ec H Tjahja Gunawan bahwa saat itu (1999), embrio JTBS Masjid Al-Akbar berupa Kajian Al-Qur’an Jamaah Masjid Al-Akbar yang anggotanya 20-an orang berusia 50-70 tahun.
Namun, kata Tjahja Gunawan, jamaah Kajian Al-Qur’an yang terbentuk tahun 1999 itu diambil alih oleh pengurus MAS pada tahun 2001 dan dijadikan kajian Al-Qur’an Bakda Subuh secara rutin, kecuali hari Ahad. Sebelumnya, hanya dua kali seminggu yakni Rabu Bakda Isya’ dan Ahad Bakda Asar.
Setelah vacum beberapa saat karena persoalan teknis peribadatan, lalu Tjahja Gunawan bersama ustadz lain menghidupkan kembali Kajian Al-Qur’an dalam bentuk Tartil Al-Qur’an.
Menurut Heri Santoso selaku Ketua JTBS Ar-Raudah MAS, perubahan dari Kajian Al-Qur’an menjadi Tartil Al-Qur’an itu karena pertimbangan selang waktu Bakda Subuh dengan waktu kerja itu sangat singkat.
“Pada tahun 2015, sistem tartil pun diubah menjadi sistem klasikal antara jamaah laki-laki dan perempuan,” katanya, didampingi Wakil Ketua JTBS Hariyadi dan Sekretaris Mulyadi.
Sejak tahun 2021, JTBS MAS pun berubah nama menjadi JTBS Ar-Raudah MAS. “Anggota JTBS MAS kini pun berkembang menjadi 110 anggota yang Ngaji Tartil setiap hari, kecuali hari Minggu,” katanya.
Sejak 2022, program tartil juga dikembangkan dengan membaca sholawat Nabi, istighotsah, Diba’ dan kultum. Selain itu, ada tour religi dan Fun tour serta umroh bersama yang dilaksanakan masing-masing sekali dalam setahun untuk mempererat silaturahmi.
Untuk kebugaran anggota ada program senam serta sepeda sehat di luar waktu kegiatan JTBS.
Pengembangan seni budaya pun menjadi ide JTBS Ar-Raudah dengan membentuk Hadrah Al-Banjari dengan nama “Nur Subha” untuk Bapak-bapak dan Qasidah “Ar-Raudah” untuk Ibu-ibu yang ditampilkan setiap even hari hari besar Islam.
“Setiap Jumat pun ada Sedekah Jumat yang berupa penggalangan donasi untuk kegiatan sosial, penyalurannya dua kali setahun yakni Muharam untuk anak yatim dan H-10 lebaran untuk petugas kebersihan masjid,” katanya.
Ketua JTBS Ar-Raudah Heri Santoso menambahkan JTBS MAS juga menggalang donasi dari anggota untuk masyarakat Palestina.
“Alhamdulillah, tahun ini, kami mampu menghimpun donasi Palestina hingga Rp52 juta,” katanya. (*/mas)



