By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Presiden Jokowi Berikan Tanda Kehormatan untuk Pencipta Shalawat Badar
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Presiden Jokowi Berikan Tanda Kehormatan untuk Pencipta Shalawat Badar
Nahdliyyin

Presiden Jokowi Berikan Tanda Kehormatan untuk Pencipta Shalawat Badar

11/08/2024 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com/PWNU – Setelah ditetapkan oleh Dirjen Kebudayaan Kemdikbud RI sebagai Warisan Budaya Tak Benda tahun 2022, Shalawat Badar akan mendapatkan anugerah Tanda Kehormatan dari Presiden Joko Widodo yang diserahkan di Istana Negara, Jakarta pada 14 Agustus 2024.

“Kami sudah dihubungi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Sabtu (10/8). In-Sya-Allah, saya akan berangkat ke Jakarta, mendampingi Kiai Syakir, putra sulung Kiai Ali Manshur yang akan menerima tanda kehormatan dari Presiden di Jakarta pada Rabu (14/8) pukul 09.00 WIB,” kata putra bungsu KH. Ali Manshur Shiddiq (Sang Pencipta Shalawat Badar), Gus Saiful Islam Ali.

Dalam keterangannya di Surabaya, Minggu, ia menyatakan KH. Ali Manshur Shiddiq akan menjadi salah satu penerima tanda kehormatan yang diberikan oleh Presiden setiap menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaaan RI, atau merupakan Kado Proklamasi.

“Shalawat Badar ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) atas usulan Gubernur Jawa Timur, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan diterima sebagai salah satu WBTBI dalam sertifikat Nomor 2194/F4/KB.08.06/2022 tertanggal 21 Oktober 2022,” katanya.

Shalawat Badar diciptakan di Banyuwangi pada 1962 oleh KH Ali Manshur yang saat itu menjadi Ketua PCNU Banyuwangi, menyusul kebuntuan politik pasca-pembubaran Konstituante oleh Presiden Soekarno melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

Saat itu, kata penulis Buku Biografi “KH. Ali Manshur, Sang Penggubah Shalawat Badar” itu, situasi politik kebangsaan memang memanas, dan ancaman perpecahan bangsa begitu nyata, yang puncaknya terjadinya kudeta yang gagal oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Dari liriknya, jelas ditangkap bahwa Shalawat Badar merupaka bentuk ikhtiar batin dari ulama Indonesia agar umat dan bangsa ini diselamatkan dari berbagai kepedihan dengan berkah Rasulullah dan Ahli Perang Badar,” jelasnya.

Selain dikenal sebagai ulama, pengurus NU Banyuwangi, dan pejabat daerah di kementerian Agama, KH. Ali Manshur, juga termasuk sebagai Anggota Konstituante dari Partai NU.

KH. Ali Manshur wafat pada 1971 dan dimakamkan di Kompleks Pendidikan Syiar Islam, lembaga yang didirikannya di Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jatim, yang kini menjadi salah satu tujuan para peziarah.

“Shalawat Badar dikenal luas di Indonesia, dan menjadi salah satu bagian ritual di berbagai majelis shalawat dan majelis ta’lim, salah satunya yang dipimpin Habib Ali Kwitang, Jakarta. Shalawat Badar juga banyak dibaca di negara-negara muslim di Asia, Afrika hingga Eropa,” katanya. (*/pwnu)

Iklan.

You Might Also Like

Semarakkan Munas-Konbes NU, ISNU Jawa Timur Gelar Halaqoh Nasional di UIT

NBI Usulkan Duet Kiai Alim dan Intelektual Muda Pimpin PBNU 2026-2031 

PWNU Jatim Siap Sukseskan Munas-Konbes NU di Ploso, Kediri

Menjelang Muktamar, Forum Aktivis NU Jatim Serukan Ulama Kembali Menjadi Penunjuk Arah Organisasi

Relawan 33 LPBI PCNU se-Jatim dilatih SIG Pemetaan Bencana

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Ustadz Syam: Atasi Overthinking dengan Syukur dan Jangan Perfeksionis
Next Article Dua Tim Dosen Unusa Raih Sertifikat Paten Inovasi Kesehatan

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

MUKTAMAR BERKAH TANPA RISYWAH HASANAH
Kolom
OPOP Jatim dan Unair Perkuat Langkah Koppontren Menuju Koperasi Modern
Sospol
Unusa Dipercaya sebagai Mitra Strategis dalam Konferensi Internasional Pengembangan Sektor Wisata Kesehatan
Sospol
Masjid Al-Akbar Bagikan Ratusan Irisan/Kupasan Melon Hasil Panen kepada Jamaah
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Lesbumi PBNU Adakan Muktamar Kebudayaan Indonesia di UNWAHA Jombang, 12-14 Juni 2026

12/06/2026
Nahdliyyin

Mendesak, Literasi Digital Warga NU

11/06/2026
Nahdliyyin

Ratusan Mahasiswa-Santri PWNU-PTN-PTNU dari Surabaya Ikuti “Daurah Aswaja 2026”

07/06/2026
Nahdliyyin

MDS Rijalul Ansor dan Pesantren Al Yasmin Lestarikan Ngaji Kitab Kuning ala Anak Muda

07/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?