Purwodadi, radar96.com – Sekelompok mahasiswa dari Universitas Muria Kudus (UMK) mengembangkan alat pencabut singkong untuk mengatasi tantangan yang dihadapi petani dalam proses panen singkong.
Alat itu diperkenalkan mahasiswa UMK yang melaksanakan KKN melalui sosialisasi yang dihadiri sembilan peserta di halaman rumah kepala Desa Purwodadi, 28 Agustus 2024.

Alat itu dikembangkan mahasiswa dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan mempermudah pekerjaan petani, sebuah inovasi terbaru di bidang teknologi pertanian.
Singkong merupakan salah satu komoditas utama di Indonesia, namun proses pencabutan singkong dari tanah sering kali menjadi pekerjaan yang berat dan memakan waktu.
Dengan alat pencabut singkong ini, petani kini dapat melakukan proses panen dengan lebih cepat dan efisien. Alat pencabut singkong ini dapat menggali dan mencabut singkong dari tanah dengan presisi tinggi, tanpa merusak umbi singkong.
Selain itu, alat ini juga dirancang untuk dapat digunakan di berbagai jenis tanah, sehingga dapat dimanfaatkan oleh petani di berbagai daerah khususnya di Desa Purwodadi.
“Kami berharap alat ini dapat menjadi solusi bagi petani, terutama di daerah pedesaan, untuk meningkatkan hasil panen mereka tanpa harus mengeluarkan tenaga ekstra,” ujar ketua tim peneliti dari UMK, Muhammad Ardhi Jalaludin.
Dengan alat ini, proses pencabutan singkong yang biasanya memerlukan waktu beberapa jam kini bisa diselesaikan dalam hitungan menit. Alat pencabut singkong ini juga telah diuji coba di beberapa daerah dan mendapatkan respons positif dari para petani.
Salah seorang petani di Desa Purwodadi-Margoyoso-Pati, Suhardi, mengungkapkan bahwa alat ini sangat membantu dalam mempercepat proses panen di lahannya yang luas.
“Sebelumnya, saya memerlukan bantuan beberapa orang untuk mencabut singkong dalam sehari. Dengan alat ini, saya bisa mencabut singkong sendiri dengan cepat. Sangat efisien,” ujar salah satu peserta, Suhardi.
Dengan inovasi ini, diharapkan sektor pertanian terutama di Desa Purwodadi dapat lebih berkembang dan petani dapat meningkatkan kesejahteraan mereka melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja.
Pemerintah desa juga diharapkan dapat mendukung penyebaran alat ini ke seluruh penjuru Desa Purwodadi, guna membantu sektor pertanian untuk menjadi lebih modern dan efisien, serta bagaimana inovasi ini dapat memberikan dampak positif bagi petani di Desa Purwodadi. (*/umk)

