By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: RMI NU Jatim diminta sigap hadapi Negative Framing dan Bullying pada Pesantren
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > RMI NU Jatim diminta sigap hadapi Negative Framing dan Bullying pada Pesantren
Nahdliyyin

RMI NU Jatim diminta sigap hadapi Negative Framing dan Bullying pada Pesantren

08/12/2024 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Dalam ta’aruf pengurus baru Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia atau Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Timur periode 2024-2029 di Kantor PWNU Jatim pada Sabtu (7/12), Wakil Ketua PWNU Jatim yang membidangi RMI, KH Taufiq Hasyim dalam sambutannya menyampaikan pesan jajaran pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah untuk RMI.

“Para kiai dalam jajaran PWNU diantaranya berharap RMI Jatim sigap dalam menghadapi isu-isu negatif terhadap pesantren, termasuk juga framing media yang berpotensi memperburuk citra pesantren,” jelas kiai asal Pamekasan yang akrab dipanggil Ra Taufiq tersebut.

Selain itu, para kiai juga berpesan agar RMI mampu menyusun database pesantren NU di Jawa Timur. Database itu menjadi informasi penting bagi masyarakat agar bisa membedakan mana pesantren yang berhaluan Aswaja An-Nahdliyah dan yang bukan.

Dalam acara yang sama, Prof. Dr. H. MN. Harisuddin (Wakil Sekretaris PWNU Jatim) menyatakan bahwa salah satu persoalan pesantren yang krusial saat ini adalah kasus-kasus bullying santri. Guru Besar UIN KH Achmad Shiddiq Jember ini menyatakan PWNU Jatim menaruh perhatian besar dalam persoalan ini.

Dalam halaqoh pesantren ramah santri yang diselenggarakan oleh PWNU Jatim pada beberapa waktu lalu, banyak pihak yang mengeluhkan masih maraknya kasus perundungan santri. Hal ini dikhawatirkan akan menurunkan animo masyarakat dalam memondokkan anaknya ke pesantren.

“RMI ke depan perlu merumuskan program strategis dalam mengatasi hal ini,” kata Prof Haris.

Selain itu, ia juga menyatakan bahwa lahirnya UU Pesantren Nomor 18 Tahun 2018 juga perlu menjadi fokus kajian dan garapan program RMI. UU tersebut membuka peluang lebar-lebar bagi pesantren untuk mengembangkan pendidikan dan peran sosial keagamaannya di masyarakat.

Menurutnya, lahirnya UU Pesantren tersebut di sisi lain juga menjadi garansi bahwa Indonesia tidak akan menjadi negara sekuler dan dengannya pesantren diposisikan sebagai garda terdepan dalam membentenginya.

Dalam Ta’aruf yang diselenggarakan secara hybrid itu, Ketua RMI PWNU Jatim, KH. Abdul Hakim Hidayat yang putra KH. A Hasyim Muzadi (almaghfurlah) itu menyatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan buku pedoman RMI-NU Jatim periode 2024-2029. Dalam buku tersebut, telah disusun konsep visi, misi, tupoksi dan program dalam 5 tahun ke depan.

“Secara umum ada 4 bidang yang menjadi fokus RMI yang direncanakan, yaitu bidang khazanah pesantren, advokasi dan kelembagaan pesantren, pengembangan ekonomi pesantren dan terakhir bidang media, data dan informasi, namun masukan dari pengurus tetap diperlukan untuk Raker di Bojonegoro nantinya,” jelasnya.

LTN dan Lakpesdam

Sebelumnya (4/12), jajaran Lembaga Ta’lif wan Nasyr PWNU Jatim dalam Ta’aruf Daring menyepakati perlunya kolaborasi antarlembaga di PWNU Jatim untuk mengampanyekan kegiatan dan layanan NU ke publik.

“NU sudah banyak kegiatan dan layanan, masalahnya bagaimana kegiatan dan layanan yang masih internal itu dibawa ke eksternal agar publik tahu peran NU,” kata Ketua PW LTN NU H Helmy M Noor.

Selain itu, PW LTN NU Jatim juga langsung menggelar kegiatan perdana yakni
Pameran Kitab Digital karya Syaikhana Kholil Bangkalan, Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari, Syaikh Ihsan Jampes Kediri, Syaikh Muhammad Usman Al-Ishaqi dan naskah-naskah kuno pesantren dalam format digital lainnya, 10 Desember 2024 Pukul 09.00 – 17.00 Wib di Prefunction Lantai 3 Studio LTN NU Jawa Timur Jalan Masjid Al Akbar Timur No 9 Surabaya.

“Pameran ini diselenggarakan oleh PW LTN NU Jawa Timur bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur dalam rangka Peresmian Studio Lembaga Ta’lif Wan Nasyr (LTN) NU Jawa Timur oleh KH Kikin A Hakim (Ketua PWNU Jatim),” katanya.

Sementara itu, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU Jawa Timur, juga telah mengadakan rapat perdana dan ta’aruf (perkenalan) pengurus baru yang dipimpin Ketua Lakpesdam Prof. Dr. H. Muhammad Turhan Yani, M.A., CIRR di kantor PWNU Jatim (6/12), yang dihadiri jajaran Penasehat Lakpesdam di antaranya KH. Abdul Halim Mahfudz dan Prof. Dr. Ahmad Taufiq, M.Si, serta pengurus baru masa khidmat 2024-2029, diantaranya, Yeni Lutfiana, M.Med.Kom (sekretaris) dan Dr. Ida Rochmawati, M.Fil.I (bendahara).

Pada rapat perdana yang juga dihadiri Ketua PWNU Jatim KH. Abdul Hakim Mahfudz ini disusun program kerja dan pembagian kerja kepengurusan agar organisasi berjalan secara efektif dan optimal.

Dalam pembahasan program kerja disusun beberapa bidang, baik internal maupun eksternal. Bidang eksternal bersinergi dan berkolaborasi dengan beberapa pihak, termasuk pemerintah.

“Ini penting dilakukan agar implementasi berjalan efektif dan tujuan tercapai secara maksimal,” jelas Prof Turhan.

Gus Kikin pada rapat perdana ini menekankan pentingnya mengedepankan aspek humanitarian Islam (kemanusiaan) karena dimensi ini merupakan bagian terpenting dalam agama. (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

Semarakkan Munas-Konbes NU, ISNU Jawa Timur Gelar Halaqoh Nasional di UIT

NBI Usulkan Duet Kiai Alim dan Intelektual Muda Pimpin PBNU 2026-2031 

PWNU Jatim Siap Sukseskan Munas-Konbes NU di Ploso, Kediri

Menjelang Muktamar, Forum Aktivis NU Jatim Serukan Ulama Kembali Menjadi Penunjuk Arah Organisasi

Relawan 33 LPBI PCNU se-Jatim dilatih SIG Pemetaan Bencana

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article LPPD Jatim dan OIAA Mesir Perkuat Sinergi Pendidikan dan Kebudayaan
Next Article Bahtsul Masail Nasional di Tebuireng bahas Bullying-Stunting

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

KHR Azaim Ibrahimy: Ketenangan Hati Dimulai dari Dzikir
Gus File
Festival Jejak Purba Bondowoso di Museum Terbuka Megalitik Jadi Pusat Edukasi Warisan Budaya Bondowoso
Sospol
MUKTAMAR BERKAH TANPA RISYWAH HASANAH
Kolom
OPOP Jatim dan Unair Perkuat Langkah Koppontren Menuju Koperasi Modern
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Lesbumi PBNU Adakan Muktamar Kebudayaan Indonesia di UNWAHA Jombang, 12-14 Juni 2026

12/06/2026
Nahdliyyin

Mendesak, Literasi Digital Warga NU

11/06/2026
Nahdliyyin

Ratusan Mahasiswa-Santri PWNU-PTN-PTNU dari Surabaya Ikuti “Daurah Aswaja 2026”

07/06/2026
Nahdliyyin

MDS Rijalul Ansor dan Pesantren Al Yasmin Lestarikan Ngaji Kitab Kuning ala Anak Muda

07/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?