By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Alumni Unusa Raih Dua Gelar Doktor Sekaligus dan Berpangkat Kolonel
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Alumni Unusa Raih Dua Gelar Doktor Sekaligus dan Berpangkat Kolonel
Sospol

Alumni Unusa Raih Dua Gelar Doktor Sekaligus dan Berpangkat Kolonel

30/05/2025 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) patut berbangga. Salah seorang alumninya, lulusan D3 Akademi Keperawatan, kini menyandang dua gelar doktor dan berpangkat kolonel. Masing-masing doktor bidang manajemen bencana dan doktor manajemen keperawatan dari dua perguruan tinggi berbeda.

Alumnus yang satu ini adalah Kolonel Laut (K) Prof Dr Anwar Kurniadi, SKep, MKep. Ia merupakan sosok akademisi dan praktisi keperawatan yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam dunia pendidikan maupun praktik keperawatan di Indonesia.

Lulusan D3 Akper Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) atau yang saat ini lebih dikenal dengan Unusa tahun 1990 itu mulai meniti karier di dunia keperawatan dengan bekerja di Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) dr Ramelan Surabaya selama 8 bulan.

Kinerjanya yang baik menarik perhatian atasannya, sehingga disarankan untuk lanjut menjadi pegawai negeri sipil (PNS) atau Tentara Nasional Indonesia (TNI) AL. Kala itu Prof Anwar disarankan seniornya yang juga lulusan Akper Yarsis untuk lanjut pendidikan militer. “Mbak Nani (senior Prof Anwar) juga Kowal (Korps Wanita Angkatan Laut), bilangnya lebih enak di AL, paling nanti digembleng sebentar,” ungkapnya dengan penuh canda.

Mendengarkan saran seniornya, Prof Anwar memutuskan untuk lanjut tes masuk TNI AL. Perjalanannya juga tidak mudah. Sempat gagal, namun berhasil pada kesempatan kedua. Ketangkasan dan ketekunannnya dalam mempelajari ilmu yang dia geluti cukup mempermudahnya dalam tes masuk TNI AL di Jakarta. “Karena tesnya seputar ilmu yang dipelajari dan diberi tahu senior, jadi tes itu rasanya lebih mudah,” bebernya.

Ayah dari tiga anak ini mendapatkan pangkat pertamanya sebagai letnan dua (Letda), dengan menempuh pendidikan di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Setelah pelantikan pada 1993, dirinya bertugas di Ambon. Tidak lama dipindahtugaskan di Maluku Tenggara sebagai satuan tugas (Satgas) selama 3,5 tahun. “Setelah itu ke Jakarta ambil S1 di Keperawatan Universitas Indonesia,” jelasnya.

Di Jakarta dirinya juga ditugaskan untuk mengajar di Sekolah Kesehatan Angkatan Laut (Sekesal). Dengan ketentuan mengambil program pendidikan Perwira Kursus Mengajar di Surabaya. Tak lama, sekitar tahun 1997-1998 pria kelahiran Mojokerto ini dikirim ke Timor Timur sebagai Satgas. Kemudian kembali ke Jakarta, dan melanjutkan pendidikan S2 di UI. “Alhamdulillah lulus cumlaude, tahun 2000,” ujarnya.

Ibarat kata, ilmu pengetahuan sudah seperti belahan jiwa bagi Prof Anwar. Sesaat setelah ditugaskan di RSAL Mintohardjo Jakarta, pria 57 tahun itu disarankan untuk lanjut S3. Dirinya memutuskan untuk kembali memilih UI, namun sebanyak 3 kali dirinya gagal di persaingan jatah beasiswa. Sempat menyerah karena lelah, dia diberi semangat komandannya dan mengambil S3 Manajemen Bencana di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Disaat yang bersamaan, ternyata dia juga lolos beasiswa S3 Manajemen Keperawatan di UI.

“Ya sudah saya Jalani itu keduanya, jadi otak ini rasanya membara karena tidak berhenti berpikir,” tuturnya.
Sekitar tahun 2006 Prof Anwar sudah lulus doktoral dari UI maupun UNJ. Bahkan ditawarkan untuk kembali mengambil S3 di Australia oleh atasannya. Namun dirinya menolak, karena merasa lelah dan sudah cukup. Di samping mengejar pendidikan akademik, dirinya juga mengejar jenjang karirnya di militer, dengan turut pendidikan kenaikan pangkat di TNI AL.

Saat ini dirinya menjabat sebagai Kepala Departemen Keperawatan dan Komite Keperawatan d TNI AL, serta mengajar sebagai dosen manajemen bencana di Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan). Tak hanya itu dirinya juga menjadi dosen keperawatan Universitas Indonesia Maju, bahkan sempat menjadi Kepala Prodi Keperawatan di Universitas Nasional.

Meskipun gelar pendidikan bahkan jabatannya yang sudah tinggi, hal itu tidak membuat Prof Anwar menjadi sosok yang angkuh. Namun tetap rendah hati dan sangat senang berbagi ilmu. Baginya ilmu pengetahuan yang dia dapat akan menjadi sia-sia jika tidak dibagikan.

Iklan.

You Might Also Like

DMI Jatim Tanam 300 Bibit Alpukat Tandai “Eco Green Masjid” di Banyuwangi

MUNAS III PERJASI & APTAKSINDO 2026 USUNG TEMA “BERSATU, BERKARYA, MEMBANGUN NEGERI”: 15 BPP SIAP HADIR

KHA Muzakky Alhafidz: Tanda Cinta Allah adalah Ujian

Soroti Pergeseran Aspirasi Warga Bondowoso, DPRD: Program Pemberdayaan Kini Lebih Dibutuhkan

Ketua DMI Jatim: Menag Apresiasi Program UKIM

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke 117, GP Ansor jangan hanya jadi penonton
Next Article Juara Jujitsu, Lulus Profesi Terbaik

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Peluncuran Tiga Buku Qanun Asasi di Gedung MPR RI, Gus Kikin Teguhkan Warisan Keilmuan Hadratussyaikh
Nahdliyyin
Relevansi Qanun Asasi di Era Kini dan Masa Depan
Kolom Opini
DMI Jatim Tanam 300 Bibit Alpukat Tandai “Eco Green Masjid” di Banyuwangi
Sospol
Kiai Imam Jazuli: Kunci Kejayaan Abad Kedua NU adalah Transformasi Pemikiran dan Gerakan
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

15 Delegasi YME Hong Kong Kunjungi Masjid Al-Akbar Surabaya

04/08/2026
Sospol

Bukit Piramid Berduka, Dua Pendaki Profesional Ditemukan Meninggal di Jalur Punggung Naga

04/08/2026
Sospol

Unusa Siapkan Redesain Kurikulum untuk Cetak Pembelajar Sejati di Era AI

04/08/2026
Sospol

Film “SATRIA” Juara I, Kepala Kreator Zaehol Fatah Dorong Film Pesantren Jadi Instrumen Pendidikan Karakter

04/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?