By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Dari Pesantren ke Panggung Kebudayaan: Representasi NU Warnai Presidium Dewan Kesenian Jawa Timur
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Dari Pesantren ke Panggung Kebudayaan: Representasi NU Warnai Presidium Dewan Kesenian Jawa Timur
Nahdliyyin

Dari Pesantren ke Panggung Kebudayaan: Representasi NU Warnai Presidium Dewan Kesenian Jawa Timur

15/06/2025 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Musyawarah Daerah (Musda) VI Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) telah rampung dilaksanakan hari ini, minggu, 15 Juni 2025, di Great Diponegoro Hotel Surabaya. Seluruh rangkaian acara yang berlangsung intensif sejak 13 Juni berjalan dengan lancar dan kondusif, menghasilkan sejumlah rekomendasi krusial yang diharapkan menjadi fondasi kuat bagi DKJT dalam memajukan kebudayaan Jawa Timur.

Musda VI menyepakati perubahan signifikan pada struktur organisasi DKJT, dipimpin oleh Presidium Kolektif berjumlah 7 orang untuk memastikan representasi yang lebih luas, termasuk dari 5 Bakorwil dan 10 subkultur seni budaya Jawa dan Madura. Struktur kesekjenan juga diperkuat, dengan divisi Komite fokus pada bidang seni spesifik dan Departemen mengurus fungsi administratif serta operasional, termasuk Departemen khusus untuk melaksanakan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK).

Musda VI tidak hanya melahirkan rekomendasi strategis, tetapi juga memilih tujuh anggota Presidium baru yang akan memimpin DKJT periode 2025-2030. Mereka adalah Christman Hadi, Arim Kamandaka, Luhur Kayungga, Eko Suwargono, Nonot Sukrasmono, Suroso, dan Imam Mubaroq. Para Presidium terpilih ini akan melanjutkan estafet kepemimpinan kolektif yang telah diterapkan sejak periode 2020-2025, yang diharapkan mampu membawa DKJT menuju tata kelola organisasi yang lebih efektif dan demokratis dalam upaya memajukan seni dan budaya di Jawa Timur.

Peran Penting Nahdlatul Ulama dalam Pengembangan Seni Budaya Jawa Timur

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) memiliki dampak signifikan dalam ekosistem seni dan budaya Jawa Timur, baik melalui lembaga internalnya maupun kontribusi individu anggotanya. Organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini telah lama aktif dalam pelestarian dan pengembangan berbagai bentuk seni budaya, khususnya yang berakar pada tradisi Islam Nusantara.

Salah satu wadah utama keterlibatan NU dalam seni budaya adalah Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi NU). Lesbumi NU secara konsisten berupaya menghidupkan kembali seni tradisional, mendukung kreasi seni baru yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman, serta menjadi jembatan antara komunitas seniman dengan masyarakat luas. Mereka seringkali mengadakan berbagai kegiatan seperti pertunjukan seni, lokakarya, diskusi budaya, dan pameran yang tidak hanya melestarikan warisan budaya tetapi juga mendorong inovasi.

Dalam konteks Musda VI DKJT kali ini, peran NU semakin diperkuat dengan terpilihnya dua tokoh sentral dari lingkungan mereka sebagai anggota Presidium Dewan Kesenian Jawa Timur: Nonot Sukrasmono dan Imam Mubaroq.

Nonot Sukrasmono memiliki rekam jejak yang luar biasa, pernah menjabat sebagai Ketua Lesbumi NU selama lima periode, sebuah pencapaian yang menggarisbawahi komitmen dan pengaruhnya dalam melestarikan serta mengembangkan seni dan budaya yang berlandaskan nilai-nilai Islam Nusantara. Peran ini menempatkannya sebagai jembatan penting antara tradisi keagamaan dan ekspresi seni kontemporer, memastikan kekayaan budaya lokal tetap relevan dan lestari.

Selain itu, keterlibatannya di DKJT sendiri sudah memasuki periode keempat, menempati posisi strategis mulai dari Komite Seni Rupa, Bendahara, dan kini dua kali menjabat sebagai Presidium DKJT.

Sementara itu, Imam Mubaroq, sebelumnya merupakan Wakil Ketua Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama Jawa Timur (2018-2023), menunjukkan keterlibatannya yang kuat dalam pengembangan seni dan budaya berbasis nilai-nilai keislaman. Selain aktif di organisasi kebudayaan, Imam Mubaroq juga seorang Dosen Jurnalistik, Fotografi, dan Sinematografi di Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Keterlibatan aktif tokoh-tokoh NU dalam jajaran pimpinan DKJT ini menunjukkan komitmen Dewan Kesenian Jawa Timur untuk menjadi lembaga yang inklusif, merangkul seluruh elemen dan subkultur yang membentuk kekayaan budaya provinsi.

Hal ini memastikan bahwa pengembangan seni dan budaya di Jawa Timur akan berjalan dengan mengakomodasi beragam latar belakang, termasuk kontribusi signifikan dari Nahdlatul Ulama dalam melestarikan, menghidupkan, dan mengembangkan warisan budaya yang khas. Dengan sinergi ini, diharapkan seni budaya Jawa Timur akan semakin maju dan menjadi representasi peradaban baru bagi Nusantara.

Iklan.

You Might Also Like

Menjelang Muktamar, Forum Aktivis NU Jatim Serukan Ulama Kembali Menjadi Penunjuk Arah Organisasi

Relawan 33 LPBI PCNU se-Jatim dilatih SIG Pemetaan Bencana

Lesbumi PBNU Adakan Muktamar Kebudayaan Indonesia di UNWAHA Jombang, 12-14 Juni 2026

Mendesak, Literasi Digital Warga NU

Ratusan Mahasiswa-Santri PWNU-PTN-PTNU dari Surabaya Ikuti “Daurah Aswaja 2026”

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article “Genzi Night Spectacular” di Masjid Al-Akbar Refleksikan Pentingnya Jaga Mental
Next Article Unusa Siap Pelopori Terobosan Baru Terapi Kanker di Indonesia

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

Daru Skin Care Jadi Produk Unggulan, Pesantren Daarul Ukhuwwah Perkuat Ekonomi Bersama OPOP Jatim
Ekraf
Menjelang Muktamar, Forum Aktivis NU Jatim Serukan Ulama Kembali Menjadi Penunjuk Arah Organisasi
Nahdliyyin
Ciptakan Ekosistem Ilmiah, MUI Kota Probolinggo Buat Program Terobosan Kolaborasi dengan Unuja Terbitkan Jurnal Ilmiah Bereputasi
Sospol
Tahun Baru Islam 2026, ada “FishTech” di Masjid Al-Akbar, Apa Itu?!
Kolom

You Might also Like

Nahdliyyin

MDS Rijalul Ansor dan Pesantren Al Yasmin Lestarikan Ngaji Kitab Kuning ala Anak Muda

07/06/2026
Nahdliyyin

41 Mahasiswa Prodi Sejarah UIN KHAS Jember Kunjungi PWNU Jatim

06/06/2026
Nahdliyyin

OPOP Jatim Hadiri Silaturahmi dan Temu NU Sedunia, Dorong Penguatan Ekonomi Warga Nahdliyin

02/06/2026
Nahdliyyin

PBNU “Roadshow” 4 Provinsi, Gaungkan Gerakan Nasional “Pesantren Ramah Anak”

01/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?