By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Maulid Nabi di Pagerwojo, Menyemai Mahabbah Berharap Syafaat
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kultural > Maulid Nabi di Pagerwojo, Menyemai Mahabbah Berharap Syafaat
Kultural

Maulid Nabi di Pagerwojo, Menyemai Mahabbah Berharap Syafaat

09/09/2025 Kultural
SHARE

Tulungagung, radar96.com – Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung yang sejak pagi sudah sejuk itu semakin terasa segar, karena pada Selasa (9/9) matahari tertutup mendung. Bahkan sempat gerimis. Begitulah suasana sebelum digelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dimulai.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Azhaar Indonesia, KH Imam Mawardi Ridlwan menuturkan, Pagerwojo Tulungagung menggelar Maulid Nabi untuk meneruskan tradisi para ulama yang telah membuka dakwah di desa tersebut. Kegiatan dilaksanakan di halaman Masjid Sunan Kalijogo Mulyosari, Pagerwojo.

“Maulid Nabi itu membaca shalawat dan shirah kemuliaan Nabi kita, Sayyidina Muhammad SAW. Amalan shalawat itu tak lekang oleh waktu,” jelas Abah Imam dalam sambutannya.

Abah Imam lebih lanjut menyampaikan bahwa Maulid Nabi bersumber dari mahabbah (kecintaan) kepada Nabi. Setiap ada peringatan maulid, tumbuh dan berkembanglah cinta dan pancaran kerinduan kepada sang Nabi yang mulia, Sayyidina Muhammad SAW.

Lebih lanjut, Wakil Ketua LD PWNU Jawa Timur itu mengisahkan, Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Al Hasani mengelar Maulid Nabi setiap ada majelis dan bahkan setiap belajar mengaji. Semua itu dijalankan karena kerinduan yang tak pernah padam.

Peringatan Maulid Nabi di Pagerwojo dihadiri oleh KH Mahrus Maryani, Pengasuh Pesantren Hidayatul Mubtadi’in Ngunut dan Habib Muhammad Hasan Al Jufri dari Mukala Yaman, Pengasuh Al Khoirot Institut. Juga hadir Kepala KUA Pagerwojo, Kepala Desa Mulyosari, Kepala Desa Samar, KH Syamsudin, KH Salim, Gus Burhan, Kiai Mahfudh, Kiai Hudzoifah, Abah Mukri, Ketua Takmir Masjid Walisongo, serta perwakilan dari Koramil dan Polres.

Abah Imam menutup keterangan dengan berkisah bahwa Abuya Sayyid Muhammad Alawi membiasakan Maulid Nabi pada setiap kegiatan. Beliau tidak menunggu momen besar. Beliau menjadikan maulid sebagai bagian dari denyut kehidupan, seperti udara yang dihirup, seperti air yang diminum. Maulid adalah kebutuhan ruhani, bukan sekadar perayaan.

Tradisi beliau adalah menjadikan maulid sebagai kegiatan yang mulia dan akan mendapatkan kemuliaan. “Saatnya kita warisi tradisi menggelar di setiap momentum, sehingga terwujud sebagai kebiasaan dan tradisi. Sebaiknya mentradisikan Maulid Nabi di rumah, di sekolah, dan di kantor,” jelas Abah Imam.

Iklan.

You Might Also Like

30 Santri Tebuireng Tembus Universitas Al-Azhar Mesir

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: Haji itu soal Panggilan dan Mampu

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab Ungkap 3 Alasan “Lailatulqadar” Dirahasiakan

KH A Muzakky Al Hafidz: Jika Diuji Allah Berarti Disayangi

Gus Mujab Jelaskan Lima Indikator “Kebahagiaan Sejati”

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Rais Aam PBNU Minta AKN NU Dievaluasi pasca-kehadiran Peter Berkowitz
Next Article Pertama Digelar, Keluarga Besar Rumah Tangga PWNU Jatim Adakan Maulid Nabi

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

OPOP Jatim Hadiri Silaturahmi dan Temu NU Sedunia, Dorong Penguatan Ekonomi Warga Nahdliyin
Nahdliyyin
PBNU “Roadshow” 4 Provinsi, Gaungkan Gerakan Nasional “Pesantren Ramah Anak”
Nahdliyyin
Luncurkan GISNU, LAZISNU PCNU Sidoarjo Targetkan Manfaat Lebih Luas dan Merata
Nahdliyyin
603 Siswa Ikuti Seleksi Beasiswa PWNU Jatim bersama 17 PTN/PTS/PTNU
Nahdliyyin

You Might also Like

Kultural

KHA Muzakky Al-Hafidz: Hidup/Umur Itu Yang Penting Bukan Panjang/Pendek, tapi Berkah dan Manfaat

29/01/2026
Kultural

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: QS Ad-Dhuha Ajarkan Tiga Pilar Optimisme

22/01/2026
Kultural

Kajian Senja Al-Yasmin, Prof Ali Aziz: “Al ‘Ashr” Ajarkan 4 Spirit Terbaik Isi Waktu

08/01/2026
Kultural

KH Muhammad Imam Aziz: Penerus Api Perjuangan HAM Dan Keadilan, Meskipun Sudah Tiada

16/12/2025
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?