By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Di Masjid Al-Akbar, Habib Syech: Gen Z itu Generasi Zakat
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Di Masjid Al-Akbar, Habib Syech: Gen Z itu Generasi Zakat
Milenial

Di Masjid Al-Akbar, Habib Syech: Gen Z itu Generasi Zakat

29/11/2025 Milenial
SHARE

Surabaya, radar96.com – Pendakwah dan pendiri majelis sholawat “Majelis Ahbabul Musthofa” Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf menyarankan Gen Z dimaknai sebagai Generasi Zakat, karena kebaikan itu bukan hanya ibadah (hubungan baik dengan Allah), tapi juga zakat/sedekah (hubungan baik dengan sesama).

“Orang baik itu bukan banyak sholat, tapi orang baik itu juga kalau baik kepada sesama dengan banyak zakat dan sedekah. Gen Z itu Generasi Zakat,” kata Habib Syech dalam ‘Sholawat Kebangsaan’ dalam rangka ‘The Wonder of Harmony’ oleh Kemenag RI dan Milad ke-25 Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) di halaman barat MAS, Jumat (28/11) malam.

Dalam “sholawat-an” yang dihadiri Dirjen Bimas (Bimbingan Masyarakat) Islam Kemenag RI Prof DR H Abu Rokhmad MAg dan Ketua Baznas RI Prof DR KH Noor Achmad MA itu, Habib Syech mengapresiasi bantuan Rp1,3 miliar dari jajaran Kemenag RI kepada korban musibah pesantren, seperti Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jatim (29/8/2025).

Di tengah gemuruh sholawat yang juga disaksikan Sekdaprov Jatim Adhy Karyono itu, Habib Syech menyatakan pentingnya memahami bencana atau musibah sebagai kejadian yang akan membersihkan hati, karena itu kesusahan akibat musibah dapat dihilangkan dengan kebaikan berupa zakat dan sedekah.

“Zakat atau sedekah itu celengan/tabungan masa depan. Kalau kalian membantu orang lain, maka Allah akan membantu. Kalau ngopi dan beli HP saja bisa, tentu mengeluarkan zakat Rp200 ribu juga bisa,” katanya kepada puluhan ribu Syechermania yang sebagian juga Gen Z.

Dalam acara yang juga dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Jatim DR Akhmad Sruji Bahtiar MPdI, dan Ketua BPP MAS DR KHM Sudjak MAg itu, Dirjen Bimas Islam Prof Abu Rokhmad MAg mengatakan zakat, infak, dan shodaqoh (ZIS) itu juga kembali ke masyarakat.

“Kalau kita berbagi dengan zakat, infak, dan shodaqoh itu juga akan kembali kepada masyarakat, baik membantu masyarakat yang mengalami musibah, maka Baznas juga akan menyalurkan untuk beasiswa dan pemberdayaan ekonomi umat. Cinta sesama itu menciptakan kerukunan dan kedamaian yang membuat sekolah dan mengaji juga lancar,” katanya.

Selain jajaran Kemenag RI yang menyerahkan bantuan Rp1,3 miliar, Dharma Wanita Kemenag RI juga menyerahkan bantuan Rp295 juta secara khusus kepada korban musibah Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jatim. Secara simbolis, bantuan itu diserahkan kepada 10 korban musibah pesantren di Jatim.

Di Jatim tercatat empat pesantren yang mengalami musibah dengan korban luka dan meninggal dunia selama tahun 2025 yakni Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo; Pesantren Syeikh Abdul Qodir Jaelani, Situbondo; Pesantren Dalwa, Pasuruan; dan Pesantren Modern Jabal Qur’an, Bangkalan. (*/mas)

Iklan.

You Might Also Like

KKN Universitas Bondowoso Cegah Pernikahan Dini di kalangan Pelajar

Gus Mujab: FOMO bisa membuat lalai diri sendiri, umur, dan akhirat

80 Remaja Madjid se-Jatim Ikuti Pelatihan Bisnis Syariah DMI-Demasindo

Bullying Bukan Sekadar Candaan, KKN 02 UNIBO dan Polsek Tlogosari Edukasi Siswa MTs Miftahul Ulum 2 Bondowoso

Seorang Siswa MI Masjid Al-Akbar Surabaya Hafalkan 10 Juz Al-Qur’an

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article OPOP Camp 2025 Cetak Santri Digital Bebas Finansial
Next Article Kopertais IV Jatim Dorong STAI Al-Akbar jadi Institut/Universitas

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Dari Nasi hingga Apel Hijau, Menu MBG SPPG Grujugan Kidul 01 Bondowoso
Sospol
Menegakkan Panji NU di Muktamar ke-35: Belajar dari Hajar Aswad Memasuki Abad Kedua NU
Kolom
‘Haramkah’ NU Berpolitik?
Kolom
Perkuat Hubungan Antar-Pesantren, Gus Kikin Silaturahim ke Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo
Nahdliyyin

You Might also Like

Milenial

Lora Kadam Sidik: Merdeka dari FOMO itu perlu Kembali pada Kepakaran dan Jaga Pertemanan

02/08/2026
Milenial

Gerakan Seribu Buku Karya Murid Dimulai, Korwilcam Pendidikan dan Dispendik Bondowoso Perkuat Budaya Literasi

25/07/2026
Milenial

LDNU Jatim dan UNISMA Cetak 200 Da’i Gen-Z yang Moderat dan Adaptif di Era Digital

25/07/2026
Milenial

SMP Khadijah Surabaya Cetak Kader Pemimpin NU Abad Kedua lewat IPNU-IPPNU

23/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?