By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Dapur PMBA Unusa Jadi Ruang Interaksi dan Pemulihan Psikologis Korban
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Uncategorized > Dapur PMBA Unusa Jadi Ruang Interaksi dan Pemulihan Psikologis Korban
Uncategorized

Dapur PMBA Unusa Jadi Ruang Interaksi dan Pemulihan Psikologis Korban

24/12/2025 Uncategorized
SHARE

Aceh, radar96.com – Di tengah upaya pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana, perhatian terhadap kelompok rentan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Bayi, anak-anak, ibu hamil dan menyusui, lansia, serta penyandang disabilitas sering kali berada pada posisi paling rawan ketika krisis melanda. Berangkat dari kepedulian tersebut, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menghadirkan sebuah inisiatif nyata melalui pembangunan Dapur PMBA (Pemberian Makanan Bayi dan Anak) di wilayah Pantee Lhong, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.


Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan Unusa bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen. Fokus utamanya adalah penguatan layanan kesehatan, pemenuhan gizi, serta praktik sanitasi yang layak bagi kelompok masyarakat rentan, khususnya dalam situasi darurat dan pascabencana.


Inisiatif tersebut mendapatkan dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikti Saintek). Dukungan itu menjadi bukti kepercayaan pemerintah terhadap peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi konkret atas persoalan kemanusiaan di masyarakat.


Keberadaan Dapur PMBA tidak sekadar dimaknai sebagai bangunan fisik. Lebih dari itu, dapur ini dirancang sebagai ruang aman untuk memastikan bayi dan anak memperoleh asupan gizi yang sesuai standar kesehatan, terutama pada masa-masa krisis ketika akses pangan dan layanan kesehatan sering kali terganggu. Selain itu, Dapur PMBA juga diharapkan menjadi pusat edukasi dan praktik sanitasi yang baik di tingkat komunitas.


Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unusa, Achmad Syafiuddin, SSi, MPhil, PhD, menegaskan bahwa program ini lahir dari kesadaran akan pentingnya perlindungan kelompok rentan sebagai bagian dari keadilan sosial.


“Dalam situasi bencana maupun pascabencana, kelompok rentan sering kali menjadi pihak yang paling terdampak, namun justru paling mudah terabaikan. Melalui pembangunan Dapur PMBA ini, Unusa ingin memastikan bahwa hak dasar mereka, khususnya terkait pemenuhan gizi dan kesehatan, tetap terpenuhi secara layak dan bermartabat,” ungkapnya pada Rabu (24/12/25).


Menurut Achmad Syafiuddin, pendekatan yang digunakan dalam program ini bersifat komprehensif dan berkelanjutan. Pembangunan dapur hanya menjadi pintu masuk untuk program yang lebih luas, yakni penguatan kapasitas masyarakat.


“Kami tidak berhenti pada pembangunan sarana fisik. Tim Unusa juga melakukan edukasi kesehatan dan gizi, pendampingan praktik pemberian makanan bayi dan anak yang benar, serta penguatan peran masyarakat lokal agar mampu mengelola dan melanjutkan program ini secara mandiri,” jelasnya.


Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat menjadi kunci keberhasilan program. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, Dapur PMBA diharapkan tidak hanya berfungsi saat terjadi bencana, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam kondisi normal sebagai pusat layanan gizi berbasis komunitas.


“Kelompok masyarakat rentan selama ini memang berada pada posisi yang paling berisiko dalam situasi krisis. Keterbatasan mobilitas, kondisi kesehatan, serta kebutuhan khusus sering kali membuat mereka sulit mengakses bantuan secara cepat dan merata. Bahkan, dalam beberapa kasus, kelompok ini luput dari proses evakuasi maupun distribusi bantuan,” ungkapnya.


Pria yang juga sekaligus sebagai Ketua Center for Environmental Health of Pesantren (CEHP) Unusa ini menuturkan, dapur PMBA Unusa berupaya menghadirkan pendekatan yang lebih inklusif dalam penanganan kesehatan masyarakat. Dapur ini tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga menjadi ruang interaksi, edukasi, dan pemulihan, baik secara fisik maupun psikologis, khususnya bagi ibu dan anak.


“Program ini sekaligus menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial. Dengan mengintegrasikan keilmuan, riset, dan pengabdian, Unusa berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjawab kebutuhan nyata, dan mendorong terwujudnya ketahanan kesehatan yang berkeadilan,” ungkapnya.


Syafiuddin menambahkan, ke depan, Unusa berharap model Dapur PMBA di Kabupaten Bireuen dapat menjadi contoh praktik baik yang dapat direplikasi di wilayah lain, terutama daerah-daerah yang rentan terhadap bencana.
“Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, upaya perlindungan kelompok rentan diharapkan dapat berjalan lebih sistematis, berkelanjutan, dan berdampak luas,” pungkasnya.

Iklan.

You Might Also Like

OTT KPK di UNSOED: Ironi Mahalnya Biaya Kuliah, Integritas PTN Berubah Menjadi Kapitalis

Abiyyu Balfaqih Junaidi Ukir Prestasi di OSN 2026, Siswa MI At-Taqwa Bondowoso Siap Berlaga di Tingkat Nasional

KKN Universitas Bondowoso Gandeng Polisi dan Puskesmas Edukasi Bahaya Narkoba di MTs Nurul Islam

Isu Money Politik Setipis Tisu

Porsadin VII Dibuka, Santri Mambaul Huda, Probolinggo Bidik Tiket ke Tingkat Provinsi

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Remaja Masjid Syuhada Pamekasan “belajar” ke Remas GenZI Masjid Al-Akbar
Next Article PCNU se-Madura Raya Apresiasi PWNU Jatim Ajak Jaga Keteduhan, PWNU Apresiasi Program Sapa Ranting di Madura

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

‘Haramkah’ NU Berpolitik?
Kolom
Perkuat Hubungan Antar-Pesantren, Gus Kikin Silaturahim ke Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo
Nahdliyyin
Selama Muktamar 35 NU, MWCNU Mulyorejo-Surabaya Buka Posko Kesehatan Gratis di Tambakberas
Nahdliyyin
OTT KPK di UNSOED: Ironi Mahalnya Biaya Kuliah, Integritas PTN Berubah Menjadi Kapitalis
Uncategorized

You Might also Like

Uncategorized

LPBI PWNU Jatim dan FK UPN Veteran Jatim Luncurkan Program “Keluarga Siaga”

06/08/2026
Uncategorized

Damai Lewat Dialog, Polemik BNN dan LSM di Cimahi Berakhir: Pemkot Tegaskan Sinergi untuk Kepentingan Masyarakat

02/08/2026
Uncategorized

Dalam Sambut Moment HUT RI 81 Anggota DPR RI Komisi X Bang Pur Ajak Warga Senam Dan Jalan Sehat

02/08/2026
Uncategorized

Podcast “Masjid Inspiratif” DMI Jatim Gali Potensi Dakwah untuk Gen Z-Lokalisasi-UMKM

27/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?