By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gubernur Khofifah tinjau langsung dampak bencana Tanah Bergerak di Pacitan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Gubernur Khofifah tinjau langsung dampak bencana Tanah Bergerak di Pacitan
Sospol

Gubernur Khofifah tinjau langsung dampak bencana Tanah Bergerak di Pacitan

29/10/2022 Sospol
Usai melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-94 di Alun-alun Caruban Kab. Madiun, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bergegas ke Pacitan meninjau lokasi rencana lahan relokasi bagi warga terdampak bencana tanah gerak, di Desa Sukorejo, Kec. Sudimoro Kab. Pacitan, Jumat (28/10) siang. (*/hmn)
SHARE

Pacitan (Radar96.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus berupaya melakukan percepatan untuk kesiapan relokasi bagi warga terdampak bencana tanah bergerak. Setelah melakukan assesment di Trenggalek dan siap relokasi, juga ke Blitar, kemarin di Kabupaten Pacitan.

Bencana ini secara komulatif Trenggalek, Blitar dan Pacitan mengakibatkan ratusan rumah warga retak pada lantai hingga struktur bangunannya, sekaligus juga mengakibatkan jalan retak sampai dengan ambles.

Usai melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-94 di Alun-alun Caruban Kab. Madiun, Gubernur Khofifah bergegas ke Pacitan meninjau lokasi rencana lahan relokasi bagi warga terdampak bencana tanah gerak, di Desa Sukorejo, Kec. Sudimoro Kab. Pacitan, Jumat (28/10) siang.

Usai melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-94 di Alun-alun Caruban Kab. Madiun, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bergegas ke Pacitan meninjau lokasi rencana lahan relokasi bagi warga terdampak bencana tanah gerak, di Desa Sukorejo, Kec. Sudimoro Kab. Pacitan, Jumat (28/10) siang. (*/hmn)

Bersama Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Gubernur Khofifah meninjau langsung area lahan seluas 3,6 hektar tersebut yang merupakan aset milik Pemkab Pacitan, yang rencananya akan digunakan untuk relokasi.

Usai peninjauan, Gubernur Khofifah mengungkapkan, bahwa Pemprov Jatim akan mengalokasikan anggaran dana BTT sebesar Rp50 juta untuk tiap satu unit rumah. Dimana, anggaran serupa juga telah dialokasikan Pemprov Jatim untuk kesiapan relokasi warga terdampak bencana di Kabupaten Trenggalek dan Blitar.

“Jikalau masyarakatnya memang berkenan, nanti anggaran untuk membangun 1 unit rumah menggunakan anggaran BTT Pemprov sebesar Rp50 juta, itu bantuan dari Pemprov. Jika mungkin Pemkab atau masyarakat memberi kelengkapan maka akan sangat baik,” ungkap Khofifah usai meninjau lahan relokasi.

Gubernur Khofifah mengungkapkan, bahwa Pemprov bersama Pemkab Pacitan berupaya menyiapkan langkah terbaik bagi warga terdampak. Yakni dengan melakukan relokasi warga. Namun, langkah tersebut bisa berjalan lancar jika masyarakat setuju untuk dilakukan relokasi.

“Kami Pemkab dan Pemprov bersama-sama, salah satu solusi untuk bisa memberikan hunian yang aman yaitu lewat hunian tetap (huntap), ini asal masyarakatnya setuju. Lahannya ada dan bisa disiapkan untuk bangunan huntap,” ungkapnya.

Selain itu, Khofifah kembali mengingatkan masyarakat untuk kembali meningkatkan kewaspadaan untuk mengurangi risiko bencana. Apalagi, belakangan cuaca ekstrem menyebabkan bencana hidrometeorologi, angin puting beliung yang mengakibatkan beberapa daerah di wilayah selatan pulau Jawa mengalami bencana seperti banjir, tanah gerak dan tanah longsor.

“Kalau potensi di wilayah pansela, mulai Jawa barat, kemudian Jawa tengah ke Jawa timur. Jadi memang cuaca esktrem ini tidak hanya terjadi di Jawa Timur,” katanya.

Untuk itu, Gubernur Khofifah menegaskan salah satu opsi yang bisa dilakukan agar masyarakat lebih aman dan terhindar dari kejadian yang sama adalah dengan merelokasi warga yang terdampak jika mereka bersedia.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Jatim ini meminta semua pihak untuk melakukan upaya mitigasi dan mengaktifkan kembali satgas penanggulangan bencana di tiap Kabupaten Kota, kecamatan bahkan desa dan kelurahan.

“Masing-masing harus melakukan mitigasi secara lebih komprehensif jadi mitigasi semua masyarakatnya, komunitasnya, kemudian kami dari Pemprov dan Pemkab juga bersama-sama,” pungkasnya.

Seusai meninjau lokasi relokasi, Gubernur Khofifah bersama Bupati Pacitan dan jajarannya juga mengunjungi salah satu rumah korban yang retak akibat tanah gerak sekaligus membagikan sembako kepada warga di Desa Ketanggung Kec. Sudimoro Kab. Pacitan.

Sementara itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengatakan sampai detik ini pihaknya akan terus melakukan koordinasi dan evaluasi terkait jumlah rumah warga yang layak untuk direlokasi. Dari data yang masuk yang layak untuk relokasi terdapat 36 Kepala Keluarga (KK) sampai saat ini. Dimana, jumlah ini merupakan akumulasi dampak bencana dari 3 desa di Kecamatan Sudimoro yaitu Desa Sukorejo, Ketanggung, dan Karangmulyo.

Ia menambahkan, bahwa data itu belum final sehingga bisa berubah tergantung apakah warganya setuju direlokasi di tempat yang telah ditentukan.

“Jadi dari data yang masuk yang layak untuk relokasi itu ada 36 KK sampai saat ini. Itu bisa saja berkembang bisa berkurang tergantung masyarakatnya berkenan atau tidak untuk direlokasi di tempat ini,” ungkap Bupati Pacitan. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Bekerjasama Dengan Yayasan SASNU: “Islam Nusantara Pilar Peradapan Indonesia”

Di UIN Khas Jember, Ketua LTN Bondowoso Tekankan Pentingnya Publikasi Ilmiah Berdampak

Masjid Al-Akbar Bagikan 810 Melon Hasil Panen kepada Jamaah

DPP LPKAN Kecam 5 Oknum BNPB yang Jadi Tersangka Korupsi oleh KPK di Tengah Bencana yang Menghancurkan

MUI Jatim Siap Gelar Ijtima’ Ulama di Mojokerto

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Pembenahan Tiga Faktor untuk Dongkrak Elektabilitas Parpol KIB
Next Article Puncak Hari Santri 2022, PWNU Jatim gelar “Wonderful Santri” Menuju 100 Tahun NU

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Polres Bondowoso Kunjungi SLB Rayakan HUT Humas Polri ke-75
Uncategorized
Hari Santri 2026, PWNU Jatim dan PCNU Surabaya Ziarah ke Makam Pencipta Lambang NU
Nahdliyyin
PWNU Jatim Meriahkan Hari Santri dengan “Liga HSN 2026” pada 27-31 Oktober
Nahdliyyin
Dua Tahun Prabowo : “Demokrasi Jangan Berhenti di Kotak Suara”
Kolom Opini

You Might also Like

Sospol

Ketua BPP Masjid Al-Akbar: Kunjungan ke China Ajarkan Pentingnya Sejarah/Museum

08/10/2026
Sospol

Aliansi BEM Situbondo Desak BK DPRD Buka Penanganan Kasus Dugaan Narkoba Oknum Legislator

07/10/2026
Sospol

Ribuan orang ikuti “nobar” Timnas Indonesia vs Thailand di Masjid Al-Akbar Surabaya

06/10/2026
Sospol

Kampus Harus Jadi Tempat Paling Aman dan Tepercaya bagi Mahasiswa

06/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?