By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Dorong Kebangkitan Ekonomi Islam di Pesantren, 70 Ulama Indonesia ke Malaysia
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Ekraf > Dorong Kebangkitan Ekonomi Islam di Pesantren, 70 Ulama Indonesia ke Malaysia
Ekraf

Dorong Kebangkitan Ekonomi Islam di Pesantren, 70 Ulama Indonesia ke Malaysia

04/09/2023 Ekraf
International Forum Pesantren Indonesia ke-2 Tahun 2020 di Malaysia. (*/dok/pna)
SHARE

Surabaya, Radar96.com – Untuk mendorong dan meningkatkan pergerakan ekonomi Islam, 70 pimpinan pondok pesantren dari Indonesia, melakukan branchmark ke Malaysia pada 4 – 8 September 2023.

Kegiatan dengan tajuk “Menjulang Kebangkitan Ekonomi Islam Sedunia” ini digagas oleh beberapa organisasi, Hebitren, Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) , Santripreneur Indonesia, OPOP (One Pesantren One Product) Indonesia.

Kegiatan ini akan di isi dengan sharing dari beberapa narasumber yang sangat kompeten dan sudah berhasil mengembangkan ekonomi islam di tempatnya masing – masing, seperti Dr Hj Umi Waheeda, MPsi dari Ponpes Nurul Iman Parung Bogor, Dr H Anas Alhifni dari Ponpes Sunan Derajat Lamongan dan ada juga Gus Ghofirin dari OPOP dan KH Ahmad Sugeng Utomo (Gus Ut) dari Santripreneur Indonesia.

Kegiatan juga akan diisi dengan melakukan kunjungan ke unit – unit usaha OTAI Grup, satu organisasi usaha yang telah berhasil mengembangkan ekonomi islam dan sudah berjaya menghasilkan usahawan – usahawan Islam di Malaysia.

Malaysia memiliki keadaan ekonomi syariah yang cukup baik. Sebab negara telah melakukan berbagai inisiatif untuk mempromosikan dan mengembangkan sektor ekonomi syariah, termasuk pendirian lembaga keuangan syariah, pengembangan produk keuangan syariah, dan promosi lembaga keuangan syariah atas kesadaran masyarakat terhadap ekonomi syariah.

“Malaysia juga merupakan salah satu pusat keuangan syariah utama di dunia,” kata Ketua Delegasi Indonesia Dr H Edy Setyo Utomo saat dihubungi media di Surabaya, Senin.

Ia mengatakan
penetrasi ekonomi syariah di Malaysiacmengacu pada proses perluasan dan peningkatan adopsi prinsip-prinsip ekonomi syariah di berbagai sektor ekonomi. Ini melibatkan pengembangan produk dan layanan yang sejalan dengan prinsip-prinsip Islam, seperti keuangan syariah, asuransi syariah, investasi syariah, dan banyak lagi.

“Penetrasi ekonomi syariah bertujuan untuk mempromosikan sistem ekonomi berdasarkan prinsip-prinsip Islam, seperti keadilan, keberlanjutan, dan pembagian risiko,” katanya.

Menurut dia, kegiatan pertemuan ini merupakan kali ke 3 diadakan di Malaysia. Pertemuan pertama tahun 2019, pertemuan ke 2 tahun 2020. Tahun 2021 dan 2022 terhenti karena Covid 19.

“Alhamdulilah, pertemuan silaturahmi antara ulama – ulama Indonesia dan Malaysia, bahkan Singapura dan Thailand, tahun ini in syaa Allah akan dilaksanakan di Malaysia tanggal 4-8 September 2023,” katanya.

Dari Indonesia beberapa pondok besar ikut hadir dan memberikan sumbangan pemikiran seperti Pondok Tambak Beras Jombang yang dipimpin langsung oleh KH Hasib Hasbullah, Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo dipimpin langsung oleh KH Abdul Hamid Wahid, Ponpes Nurul Iman dipimpin oleh Umi Waheeda Ponpes Sunan Derajat Lamongan dan beberapa Pondok Besar lainnya.

Selain Pondok Besar dari Jawa, Edy menambahkan, diikuti juga perwakilan dari Pondok besar dari Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan.

KH Abdul Hamid Marzuqi, pimpinan Ponpes Walisongo Kalimantan Selatan, yang merupakan inisiator penggagas kegiatan ini, menerangkan kenapa mengambil tempat di OTAI Malaysia, karena OTAI sudah terbukti menghasilkan usahawan – usahawan Islam yang sukses.

Kesuksesan OTAI grup dalam menggerakkan ekosistem ekonomi Islam, melalui koperasi syariah, usaha syariah dn pendidikan syariah inilah yang akan kita contoh dan kita laksanakan di Indonesia.

Gus Hamid yang juga sebagai Ketua Santripreneur Kalsel, Ketua Harian IPI Kalsel, dan Bendahara HEBITREN Pusat menambahkan, ekosistem ekonomi Islam di Indonesia khususnya di lingkungan Pesantren, sudah berjalan dengan baik, tetapi terkesan jalan sendiri – sendiri, sehingga potensi besar yang ada di pesantren belum terhubung satu dengan yang lainnya.

“Kami ingin, dimulai dari Pondok Pesantren, akan lahir usahawan – usahawan islam, yang bisa menjulang Kebangkitan ekonomi islam, sesuai tajuk pertemuan tahun ini,” ujarnya.

Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, memiliki potensi besar dalam industri ekonomi syariah. Namun, penetrasi ekonomi syariah di indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Malaysia.

Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan penetrasi pasar ekonomi syariah di Indonesia.

Presiden OTAI Grup Malaysia Dr KH Situ Khalifah Suhaimi Hj Abas sebagai tuan rumah , menyatakan kesiapannya menyambut tamu – tamu Ulama – Ulama dari Indonesia.

“Alhamdulillah kami sudah siapkan segala sesuatu untuk menjamu tamu tamu besar, para Mudir dan beberapa Pengusaha dari Indonesia,” ujar Suhaimi.

Dalam pertemuan ini, semoga bisa ditindaklanjuti dengan pertukaran santri Indonesia dan OTAI Malaysia untuk saling belajar dan praktek atau magang, sehingga cita cita mewujudkan usahawan muslim yang lebih banyak segera bisa terwujud dengan izin Allah, pungkasnya. (*/pna)

Iklan.

You Might Also Like

Daru Skin Care Jadi Produk Unggulan, Pesantren Daarul Ukhuwwah Perkuat Ekonomi Bersama OPOP Jatim

Gus Lilur Apresiasi Menkeu Purbaya dorong Legalitas Rokok Rakyat dan Percepatan KEK Tembakau Madura

Serukan Tritura Nelayan, Gus Lilur Desak Prabowo Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan BBL

Biaya Umroh 2026 Naik Akibat Dampak Global, Chatour Travel Beri Solusi Transparan dan Garansi Refund 100%

Dipimpin Dicky Fanani, ABC Unair Perkuat Networking Alumni

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Kepengurusan KH Marzuki Mustamar – Prof Muzakky di PWNU Jatim diperpanjang hingga Maret 2024
Next Article UKHAC Mojokerto miliki Asrama Mahasiswa Luar Negeri

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

Semarak Pawai Ta’aruf Tahun Baru Islam, Suarakan Gerakan Bersih Lingkungan
Uncategorized
Daru Skin Care Jadi Produk Unggulan, Pesantren Daarul Ukhuwwah Perkuat Ekonomi Bersama OPOP Jatim
Ekraf
Menjelang Muktamar, Forum Aktivis NU Jatim Serukan Ulama Kembali Menjadi Penunjuk Arah Organisasi
Nahdliyyin
Ciptakan Ekosistem Ilmiah, MUI Kota Probolinggo Buat Program Terobosan Kolaborasi dengan Unuja Terbitkan Jurnal Ilmiah Bereputasi
Sospol

You Might also Like

Ekraf

120 Pelaku UMKM di Jatim Ikuti Pelatihan “Platform Marketplace” ISNU Jatim

18/04/2026
Ekraf

Petani Tembakau Madura Keluarkan Tritura

16/04/2026
Ekraf

Kopontren Nurul Hijrah Diapresiasi Kadis Koperasi dan UKM Kalsel

28/03/2026
Ekraf

Hanya 3 Minggu, PW DMI Jatim Terbitkan 27 Sertifikat Halal bagi UMKM

10/03/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?