By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Prof Muhibin Zuhri: Teologi Kebhinnekaan, pendekatan alternatif jawab problem kemanusiaan”
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Prof Muhibin Zuhri: Teologi Kebhinnekaan, pendekatan alternatif jawab problem kemanusiaan”
Nahdliyyin

Prof Muhibin Zuhri: Teologi Kebhinnekaan, pendekatan alternatif jawab problem kemanusiaan”

19/12/2023 Nahdliyyin
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) Prof. Dr. H. Achmad Muhibin Zuhri, M.Ag. (*/dokpri)
SHARE

Surabaya, Radar96.com – Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) Prof. Dr. H. Achmad Muhibin Zuhri, M.Ag., menegaskan bahwa Teologi Kebhinnekaan akan menjadi pendekatan alternatif bagi agama dalam menjawab tantangan ke depan terkait problem kemanusiaan.

“Tantangan teologi ke depan bukan terletak pada upaya melakukan konservasi atas kemurnian doktrin religious ansich, tetapi lebih
pada upaya dan kemampuan menjawab problem kemanusiaan, terutama yang menyangkut membangun hubungan harmonis dengan non-muslim,” katanya dalam keterangannya di Surabaya, Selasa.

Dalam keterangan terkait rencana pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar UINSA, mantan Ketua PCNU Kota Surabaya (2015-2020) itu menjelaskan dirinya akan menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Teologi Kebhinnekaan, Membangun Harmoni Antar Umat Beragama dengan Pendekatan Teologis” di kampus UINSA pada 20 Desember 2023.

“Selama ini, relasi antar umat beragama selalu menggunakan
pendekatan humanisme dan kerja-kerja sosial. Interaksi muslim dan non muslim serta antar pemeluk agama yang lain, banyak ditunjukkan melalui aktivitas sosial sebagai instrumen dan pendekatan untuk mempererat persaudaraan atas nama kemanusiaan,” katanya.

Sementara itu, relasi dengan pendekatan teologis cenderung dihindari karena dianggap tidak relevan, kontra produktif, dan
hanya akan mengarahkan pada perdebatan tidak berujung dan konflik.

“Tapi, saya bermaksud mengajukan tawaran baru bahwa sebenarnya pendekatan teologis yang dipahami secara benar, justru akan menghasilkan toleransi yang tidak hanya pasif, tetapi aktif dalam komunitas agama. Asumsi dasarnya adalah semua bersumber dari tuhan yang satu dan sumber kebenaran adalah satu, sehingga agama seharusnya banyak memiliki kesamaan; baik teologis maupun ideologi,” katanya.

Dalam konteks Indonesia, dialektika antara tradisi dan modernitas berimplikasi pada lahirnya berbagai wacana keislaman untuk melakukan kontekstualisasi pemahaman teologi, diantaranya yang populer dengan konsep Islam Moderat, Islam Liberal, Islam Transformatif, Islam Aktual, dan Islam Inklusif.

“Demi merealisasikan spirit Islam sebagai agama yang relevan disetiap waktu dan tempat (saalih li kulli zaman wa makan), maka tidak ada jalan lain kecuali harus ‘mendayung’ dengan perkembangan
pemikiran dan dinamika zaman, karena tantangan teologi pada masa sekarang bukan lagi pada aspek doktrinal normatif, tapi respons teologi terhadap persoalan-persoalan kemanusiaan,” katanya.

Akhirnya, Prof Muhibbin Zuhri menawarkan Teologi Kebhinekaan untuk memandang Islam sebagai agama yang serba-lengkap, bahwa realitas sosial adalah salah satu dari keniscayaan atas keberagamaan,
sehingga bisa diarahkan pada pemaknaan atas dasar implementasi keimanan.

“Misalnya, dalam pemikiran politik akan ditemui bagaimana Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, mampu menjadi trend setter moderatisme. Mereka melalui pemikiran keislaman, khususnya tauhid, memecahkan demokratisasi, hubungan yang transparan antara negara dan warga negara seperti menerima Pancasila, pembangunan dan penguatan masyarakat sipil dan masyarakat madani (civil society) secara sama (egaliter),” katanya. (*/erw-ey)

Iklan.

You Might Also Like

KH Zakariya Al Ansori Siap Pimpin PCNU Situbondo sebagai Amanah Pengabdian

Masyarakat Aceh Apresiasi PWNU-Lazisnu Jatim Bangun Kembali Tujuh Fasilitas Keagamaan

PW IKAPETE Jatim Apresiasi Putusan Dewan Pers, Minta Stop Penyebaran Fitnah Suap Muktamar ke-35 NU

NU Butuh Roadmap Penguatan Ekonomi Komunitas Untuk Kemandirian Organisasi

PW Muslimat NU Jatim Raih Penghargaan Gubernur atas Program Imunisasi

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Dosen Unusa Terima Gelar Profesor Terhormat dan Istimewa dalam Bidangnya
Next Article Menara 99m Masjid Al Akbar Surabaya dikunjungi 250-400 orang/hari pada Hari Minggu

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Bekerjasama Dengan Yayasan SASNU: “Islam Nusantara Pilar Peradapan Indonesia”
Sospol
Di UIN Khas Jember, Ketua LTN Bondowoso Tekankan Pentingnya Publikasi Ilmiah Berdampak
Sospol
KH Zakariya Al Ansori Siap Pimpin PCNU Situbondo sebagai Amanah Pengabdian
Nahdliyyin
Toko Sembako di Bondowoso Layani Transaksi Keuangan bagi Warga Tapen
Uncategorized

You Might also Like

Nahdliyyin

Awali HSN 2026, PWNU-LAZISNU Jatim Serahkan Bantuan Tujuh Bangunan ke PWNU Aceh

12/10/2026
Nahdliyyin

PWNU Jatim: Santri Dibutuhkan untuk Padukan Teknologi dengan Moral/Akhlak

11/10/2026
Nahdliyyin

Patahkan Framing Negatif Laporan KPK, IKAPETE Jatim Sebut Marwah Alumni Tebuireng Kini Terang Benderang

11/10/2026
Nahdliyyin

Perkuat Kaderisasi Santri, ISNUQ Gelar PDO Perdana dengan 250 Peserta

11/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?