Bojonegoro, radar96.com – Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida), Dr H Fatkul Anam, MSi memberikan resep kemajuan pesat yang diraih kampus yang dipimpinnya. Hal itu disampaikan di depan para pimpinan kampus Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro, pada Kamis (16/05/24). Dalam pertemuan di ruang Smart Class itu dihadiri para pimpinan Unugiri, mulai dari BPP, rektorat, dekan, sampai biro-biro dan unit-unit kerja. Mereka ingin belajar dari Unusida yang dalam tempo belum genap 10 tahun sudah mencapai banyak prestasi nasional. Bahkan Unusida sering dijadikan rujukan untuk belajar bagi para pengelola perguruan tinggi NU di seluruh Indonesia.

“Kunci tata kelola perguruan tinggi itu ada tiga, yaitu harus punya tujuan yang jelas, alat, dan penggerak,” kata Anam dalam paparannya.
Tujuan harus jelas. Biasanya tujuan perguruan tinggi itu sudah tergambar dalam rencana induk dan pengembangan (RIP). Sedangkan alat adalah sarana untuk menuju keberhasilan mencapati target tersebut. Ibarat orang naik perahu menuju tempat yang dituju, maka perahu itulah alat atau sarananya.
Di Unusida, menurut pria yang juga Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Jawa Timur itu, telah diterapkan sistem informasi manajemen terpadu untuk mempermudah tata kelola kampus. Ada 22 perangkat yang saling terhubung secara digital sehingga setiap saat dapat diketahui apa yang terjadi di kampus dan apa saja kendalanya. “Ibarat orang berjalan menuju tujuan, sudah sampai di mana, dan ada masalah apa di bagian mana, itu bisa langsung diketahui secara online,” jelasnya.
Tak kalah penting dalam tata kelola perguruan tinggi yang baik adalah adanya pendorong. Apalah arti tujuan yang jelas dan alat yang bagus kalau tidak ada tenaga pendorong yang mumpuni. Lalu siapa yang disebut sebagai pendorong itu? “Pendorongnya ya kita semua,” jelas Ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) itu.
Dalam kesempatan siang kemarin, Unugiri mengundang dua rektor. Selain Rektor Unusida yang mengulas tentang tata kelola perguruan tinggi, juga Rektor Universitas Islam Zainul Hasan (Unzaha) Genggong,
Probolinggo Dr H Abdul Azis, BA, MAg yang mengulas tentang prestasi-prestasi internasional. Maka dalam waktu dekat kedua rektor itu akan saling belajar. Unusida akan belajar tentang prestasi internasional kepada Unzaha, sebaliknya Unzaha akan belajar tata kelola perguruan tinggi kepada Unusida, sehingga akan saling melengkapi.



