By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Festival Film Santri bersama Air Mineral Santri dan Toko Basmalah gelar workshop di lima pondok pesantren di Jawa Timur
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Festival Film Santri bersama Air Mineral Santri dan Toko Basmalah gelar workshop di lima pondok pesantren di Jawa Timur
Milenial

Festival Film Santri bersama Air Mineral Santri dan Toko Basmalah gelar workshop di lima pondok pesantren di Jawa Timur

28/08/2024 Milenial
SHARE

Surabaya, radar96.com – Sampai akhir bulan September, Workshop Pengarsipan dan Produksi Film digelar yang diawali dari Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan
pada 22-24 Agustus 2024.

Selanjutnya, secara berurutan dilaksanakan di Pondok Pesantren
Syaikhona Kholil Bangkalan (30 Agustus-1 September), An Nur Malang (6-8 September), Lirboyo
Kediri (12-14 September), dan Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo (20-22 September).

Festival Film Santri adalah festival film di Indonesia yang fokus pada perkembangan sinema dan
dunia Islam. Festival Film direncanakan pada 2025 ini memulai langkah awal dengan
mengaktivasi program-program seperti: Workshop Pengarsipan dan Produksi Film, Workshop
Kritik dan Kuratorial film, Misbar Santri, dan Santri Keliling.

“Aktivasi program merupakan langkah paling awal untuk memperkenalkan kepada santri, secara
khusus, dan publik, secara umum, bahwa sebuah festival film digagas bukan hanya untuk
perayaan semata tetapi juga sebagai sarana belajar melalui praktik kebudayaan dan pengetahuan
yang dilakukan secara kolaboratif, eksperimentatif, dan simulatif,” ujar Agoes Sam, Direktur
Festival Film Santri, dalam keterangannya, Rabu.

Senada dengan itu, Mas Dwy Sadoellah, Majelis Keluarga PP Sidogiri, menyatakan program
workshop Festival Film Santri yang diawali dari PP Sidogiri kemudian berlanjut ke pesantren
lainnya sebenarnya adalah bentuk lain dari silaturahmi yang menawarkan hangatnya
persaudaraan yang dirajut dari khazanah pengetahuan dan ekspresi keislaman yang telah lama
ada di Indonesia.

Workshop Pengarsipan dan Produksi Film dengan tajuk Menggali Arsip, Menimba Pengetahuan ini
merupakan praktik retrospektif atas peran pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua dan
akar kebudayaan Islam di Indonesia.

Khazanah pengetahuan pesantren dapat ditelisik melalui
ketokohan serta berbagai arsip berharga seperti manuskrip kuno, kitab-kitab kanon dan klasik
Islam, catatan sejarah, surat-surat, memorabilia, arsitektur, kesaksian, dan sebagainya.

Praktik retrospektif yang dituangkan melalui workshop pengarsipan dan produksi film
diharapkan mampu membuka wawasan akan pentingnya kerja-kerja pengarsipan, riset dan
kajian yang mendalam, serta kemungkinan alih wahana arsip-arsip pesantren ke dalam
medium baru.

“Film adalah salah satu medium yang efektif untuk praktik pengarsipan. Sebagai medium yang
peka terhadap perkembangan teknologi dan kemudahannya diakses oleh publik, film menjadi
jembatan yang membantu memahami sifat dialektis arsip yang berada di antara ‘masa lalu’ dan
‘masa sekarang’, serta bagaimana posisi kita ketika terhubung dengan dua masa itu,” pungkas
Yogi Ishabib, Direktur Program Festival Film Santri. (*/ffs)

Iklan.

You Might Also Like

Maulid Nabi, Remas-GenZI Masjid Al-Akbar Ganti Kepengurusan untuk Periode 2026-2027

KKN Universitas Bondowoso Cegah Pernikahan Dini di kalangan Pelajar

Gus Mujab: FOMO bisa membuat lalai diri sendiri, umur, dan akhirat

80 Remaja Madjid se-Jatim Ikuti Pelatihan Bisnis Syariah DMI-Demasindo

Bullying Bukan Sekadar Candaan, KKN 02 UNIBO dan Polsek Tlogosari Edukasi Siswa MTs Miftahul Ulum 2 Bondowoso

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Unesa Latih 60 Pendidik Maarif NU tentang teknologi pendidikan
Next Article Masjid Al-Akbar Surabaya Latih Manajemen Digital bagi 70 Takmir Masjid

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

GEGERAN DULU GERGERAN KEMUDIAN
Kolom
Muktamar NU : Pembukaan Gemilang, Jangan Sampai Pelaksanaan Kehilangan Marwah.
Kolom
Ternyata NU Rame di Luar, Solid di Dalam
Kolom
MENJAGA MUKTAMAR NU KE-35 SEBAGAI TUNTUNAN DAN HIKMAH
Kolom

You Might also Like

Milenial

Seorang Siswa MI Masjid Al-Akbar Surabaya Hafalkan 10 Juz Al-Qur’an

05/08/2026
Milenial

Lora Kadam Sidik: Merdeka dari FOMO itu perlu Kembali pada Kepakaran dan Jaga Pertemanan

02/08/2026
Milenial

Gerakan Seribu Buku Karya Murid Dimulai, Korwilcam Pendidikan dan Dispendik Bondowoso Perkuat Budaya Literasi

25/07/2026
Milenial

LDNU Jatim dan UNISMA Cetak 200 Da’i Gen-Z yang Moderat dan Adaptif di Era Digital

25/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?