Pati, radar96.com – Tim KKN mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) melakukan penanaman 300 bibit mangrove yang melibatkan perwakilan dari kelompok tani Desa Pangkalan di Pantai Pangkalan, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah, Minggu (1/9/2024).
Kerusakan ekosistem pesisir, seperti abrasi, penurunan kualitas air, dan hilangnya habitat, menjadi ancaman nyata bagi kehidupan masyarakat pesisir dan keanekaragaman hayati.

Mangrove, sebagai benteng alami, memiliki peran penting dalam melindungi pantai dari gelombang dan erosi, serta menjadi tempat tinggal berbagai spesies laut.
Menyadari urgensi ini, Tim KKN UMK mengambil langkah nyata dengan melaksanakan program kerja penanaman mangrove di Pantai Pangkalan, Margoyoso, Pati, untuk memulihkan kembali ekosistem pesisir dan mendukung upaya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
Kegiatan ini diawali dengan melakukan pembersihan sampah-sampah atau kotoran di pantai sebelum penanaman berlangsung. Pembersihan pantai dilakukan satu hari sebelum kegiatan penanaman mangrove.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan semua elemen masyarakat. Mangrove bukan hanya tanaman, tetapi juga penyelamat kehidupan di pesisir yang perlu kita jaga bersama,” ujar Penanggung Jawab Proker Proklim, Azizi Rohmatul Wakhidah.
Zizi menambahkan bahwa dukungan dari masyarakat sekitar sangat penting dalam menjaga keberlangsungan program ini. “Keterlibatan warga sangat dibutuhkan, terutama dalam perawatan mangrove,” tuturnya.
Pihaknya berharap warga terus melanjutkan upaya ini dan menjaga tanaman mangrove yang sudah ditanam, bahkan setelah program KKN ini selesai.
Acara yang dihadiri oleh 2 kelompok peserta ini mencakup tentang penanaman mangrove yang bertempat di sebelah kiri dari akses jalan menuju Pantai Pangkalan. Proses penanaman mangrove dilakukan dengan menanam bibit secara berbaris di area pesisir.
Tim KKN UMK bekerja sama dengan kelompok tani setempat dalam menyiapkan lubang tanam dan menempatkan bibit mangrove dengan hati-hati agar bisa tumbuh dengan baik.
Setelah penanaman selesai, tim memastikan bahwa bibit mangrove telah tertanam dengan kokoh untuk menghadapi pasang surut air laut. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam memulihkan ekosistem pesisir Pantai Pangkalan yang terancam abrasi.
Ke depan, diharapkan bibit mangrove yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat perlindungan bagi pantai, sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi Tim KKN UMK dalam menjaga lingkungan pesisir.
Hal senada diungkapkan oleh Perwakilan Kelompok Tani, Harsono, yang menyatakan bahwa upaya ini memberikan dampak positif tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi perekonomian warga.
“Dengan adanya mangrove, kami yakin ekosistem pesisir akan semakin baik, yang tentunya bermanfaat bagi warga sekitar. Selain itu, mangrove dapat membantu mencegah abrasi dan menjaga kualitas tanah serta air di kawasan pesisir,” kata Harsono.
Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah pesisir lain untuk melakukan hal serupa, mengingat pentingnya peran mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. (*/umk)

