Demak, radar96.com – Sejumlah Ibu-Ibu PKK Desa Tanjunganyar, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan eco-enzyme yang diselenggarakan oleh tim KKN Mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) bersama Pemerintah Desa Tanjunganyar, 8 September 2024.
Acara yang diawali dengan senam bersama ibu-ibu PKK dan tim KKN itu bertujuan untuk memberikan pengetahuan, sekaligus keterampilan praktis kepada ibu-ibu PKK mengenai cara mengolah limbah organik menjadi eco-enzyme, sebagai salah satu solusi ramah lingkungan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sosialisasi tersebut, dijelaskan bahwa eco-enzyme merupakan cairan serbaguna yang dihasilkan dari fermentasi sampah organik, seperti sisa sayuran dan kulit buah. Cairan ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga, mulai dari pembersih lantai hingga pupuk organik.
Pelatihan ini diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga, untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan lingkungan di sekitar mereka. Pelatihan ini tidak hanya memberikan materi, tetapi juga melibatkan ibu PKK secara langsung dalam proses pembuatan eco-enzyme.
Para ibu-ibu tampak antusias mengikuti setiap langkah yang dipandu oleh tim KKN, mulai dari pemotongan kulit buah dan sayur sampai penyampuran semua bahan. Peserta diajak untuk praktek langsung membuat eco enzym sehingga dapat memahami setiap langkah dengan lebih jelas.
Ketua PKK Desa Tanjunganyar Ny Muniroh menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat dan mudah untuk dipraktikkan di rumah. “Selain bisa mengurangi sampah, hasilnya bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari, jadi sangat berguna,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Ibu Lurah yang berharap bahwa melalui pelatihan ini, ibu-ibu PKK dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya, mengampanyekan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, dan mengajak masyarakat lain untuk ikut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami berharap eco-enzyme bisa menjadi salah satu solusi bagi permasalahan sampah di desa kita,” ujar Ny Muniroh.
Dengan adanya sosialisasi dan pelatihan ini, diharapkan semakin banyak warga Desa Tanjunganyar yang tergerak untuk mengelola sampah organik dengan bijak, sekaligus menerapkan konsep eco-enzyme dalam kehidupan sehari-hari.
Tim KKN UMK berharap program ini dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat. (*/umk)

