By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Ngaji Cinta di Masjid Al-Akbar, Usth Halimah Alaydrus: Satu-satunya musuh hati adalah Setan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Ngaji Cinta di Masjid Al-Akbar, Usth Halimah Alaydrus: Satu-satunya musuh hati adalah Setan
Sospol

Ngaji Cinta di Masjid Al-Akbar, Usth Halimah Alaydrus: Satu-satunya musuh hati adalah Setan

10/02/2025 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com/MAS – Dalam pengajian bertajuk “Semua Tentang Cinta” di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), pendakwah muslimah Ustadzah (Usth) Halimah Alaydrus, menyatakan satu-satunya musuh hati adalah setan, maka orang yang salah itu jangan dimusuhi, karena dia mengikuti bisikan setan.

“Hati itu punya pekerjaan dan pekerjaan hati adalah cinta dan benci. Jika kita meletakkan hati semestinya, maka hati itu kalau sudah sujud tidak akan pernah terangkat, akan sujud terus, akan taat, akan cinta selalu dan tak ada benci sedikit pun,” kata pendakwah asal Indramayu, Jawa Barat, di hadapan puluhan ribu orang yang memadati MAS, Senin.

Dalam kajian spesial yang diadakan sejumlah komunitas perempuan (Majelis Pilar Mar’atus Sholihah, Fatayat NU, Qatada/Qara’a wa Tadabbara) bersama BPP MAS itu, alumni pesantren di Bangil, Tegal, Rembang hingga Tarim-Hadhramaut Yaman itu menjelaskan benci yang semestinya itu kepada setan, karena setan adalah musuh yang sesungguhnya.

“Kalau ada yang benci kamu, maka bencilah setan, jangan ngomongin orang, jangan ngomelin suami, itu justru sama dengan menjadi besti setan. Jadi, benci yang semestinya itu kepada setan, karena satu-satunya musuh (musuh hati) yang diizinkan Allah itu setan, bukan orang, kalau ada orang yang salah itu karena bisikan setan,” katanya.

Mengutip kisah sejumlah ulama dan aulia, pendakwah yang juga pengajar berbagai majelis di Singapura, Malaysia, Brunei, Australia, Mesir, UEA dan Oman itu menyatakan cinta yang semestinya itu hanya kepada Allah, karena cinta kepada selain Allah memang bisa membuat lupa segala-galanya, tapi cinta buta yang normal itu akan bisa menemui patah hati.

“Itu karena kalau kita berbuat baik kepada manusia sepanjang tahun masih akan bisa hilang begitu saja dengan satu kesalahan saja. Itulah manusia. Berbeda dengan cinta kepada Allah, kalau cinta kepada Allah itu enak, karena kalau kita berdosa sepanjang tahun pun tapi mau bertaubat hingga meneteskan air mata, maka Allah melihat kesungguhan kita dalam taubat itu dan pasti akan diterima,” katanya.

Selain enak/nyaman dengan rahmat-NYA, cinta kepada Allah itu juga merupakan wujud rasa syukur atas nikmat-NYA yang tak terhitung, misalnya ada jemaah yang sakit perut, maka masih banyak yang tidak sakit, seperti mata, tangan, kaki, nafas, dan anggota tubuh lainnya, serta keluarga juga sehat.

Tidak hanya itu, syukur juga penting atas rezeki-Nya yang datang terus. “Kita tetap dalam iman itu juga patut disyukuri, karena itu tanda cinta dari Allah kepada hamba-Nya. Kita tetap dalam iman di antara miliaran manusia, apa tidak cukup menjadi faktor yang mendorong cinta kita kepada-Nya ?!,” katanya. (*/mas)

Iklan.

You Might Also Like

IPK Tinggi Saja Belum Cukup, Lulusan Harus Punya Kesiapan Kerja

Arjunu–RJI International Forum 2026 Perkuat Kolaborasi Dorong Jurnal Indonesia Menuju Scopus

BAZNAS Jatim Hadirkan Layanan Ambulans Gratis di Kediri dan Sekitarnya

Dari Nasi hingga Apel Hijau, Menu MBG SPPG Grujugan Kidul 01 Bondowoso

Semarak Pawai Budaya, Anak-Anak TK Alifya Bondowoso Belajar Arti Persatuan dalam Keberagaman

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article PD IPHI Tuban Dikukuhkan di Gedung DPRD
Next Article Presiden Prabowo Ikut Tabuh Rebana saat Buka Kongres Ke-18 Muslimat NU di Surabaya

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Keputusan Muktamar Berlaku Sejak Ditetapkan ?
Uncategorized
GEGERAN DULU GERGERAN KEMUDIAN
Kolom
Muktamar NU : Pembukaan Gemilang, Jangan Sampai Pelaksanaan Kehilangan Marwah.
Kolom
Ternyata NU Rame di Luar, Solid di Dalam
Kolom

You Might also Like

Sospol

Al Irsyad Bondowoso Buka Program Milad dengan Pendaftaran Gratis dan Dukungan Biaya Rp1 Juta

22/08/2026
Sospol

Agnostik Prancis Ikrarkan Masuk Islam di Masjid Al-Akbar Surabaya

21/08/2026
Sospol

Prof. Halim Soebahar Raih “The Religious Leadership, Education, and Social Harmony Award”

21/08/2026
Sospol

Santri Jember Zaky Faizal Huda Buktikan Santri Bisa Juara MQK Jatim

18/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?