Boyolangu-Tulungagung, radar96.com – Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, menghadiri “Peringatan Nuzulul Qur’an 1446 H” yang diadakan oleh Majelis Wakil Cabang (MWC NU) Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung di gedung milik sendiri yang sangat megah di Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, Senin 17 Maret 2025.

Diikuti dan dihadiri oleh Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, Ketua PCNU Tulungagung, Jajaran Forpimcam, seluruh pengurus harian MWC, Banom NU di lingkup MWC Kecamatan Boyolangu, Pengurus dan anggota ranting NU se Boyolangu, kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an tampak makin meriah dengan hadirnya bazar.

Bazar itu menawarkan berbagai aneka macam dagangan dengan harga terjangkau, termasuk pemberian pelayanan cek kesehatan gratis yang diinisiasi oleh anggota Ansor/banser yang tergabung dalam tim BASADA Banser Boyolangu.
Menghadirkan KH. Muhsin Ghozali, Pengasuh Pondok Pesantren “Hidayatul Mubatdi’in” (Pondok Bolu) sebagai penyampai tausiYah/mauidhoh hasanah, kegiatan peringatan nuzulul qur’an diawali dengan pelaksanaan sholat isya’ dan tarawih berjamaah dengan imam Kiyai Asngari, yang sekaligus sebagai Katib Syuriah MWC NU Boyolangu.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh seluruh warga nahdliyin khususnya Boyolangu sehingga berhasil mendapatkan sura terbanyak dan memenangkan kontestasi pilkada Tulungagung 2024.
“Terima kasih atas segala dukungan dari seluruh jamaah pada pilkada Tulungagung kemarin sehingga kami mendapatkan suara terbanyak akhirnya terlantik menjadi Wakil Bupati Tulungagung 2025 – 2030”, ucap Baharudin (17/3).
Sementara itu, KH. Muhsin Ghozali memberikan banyak pesan tausiyah yang menjabarkan bagaimana tahapan proses turunnya Al Qur’an mulai dari lauhul mahfudz hingga sampai kepada Nabi Muhammad SAW hingga menjadi kitab pegangan umat Islam di seluruh dunia.
Terlebih, KH. Muhsin juga menjelaskan keharusan bagi warga NU (nahdliyin) agar senantiasa mengedepankan nilai-nilai toleransi yang tinggi bukan hanya kepada umat pemeluk agama lain, tetapi juga kepada umat islam lainnya meskipun berbeda dalam organisasi (furu’iyah agama).
Selain itu juga di sampaikan oleh KH. Muhsin agar senantiasa memiliki pedoman pada satu madzhab, meskipun sejatinya di dalam NU terdapat 4 (empat) imam madzhab yang dapat di imami ajarannya.
“Jangan sampai kita mencapur adukkan faham madzhab dalam pelaksanaan suatu ibadah. Karena hal tersebut dapat membuat kerancuan dalam pelaksanaannya”, tegas KH. Muhsin
Diakhir tausiahnya KH. Muhsin Ghozali menegaskan pentingnya umat islam sebagai manusia harus dan senantiasa memegang teguh 5 (lima) hal, diantaranya : harus menghormati ulama, menghormati pimpinan (pemerintahan), menghormati tetangga, meghormati saudara dan menghormati istri.
“Kita bisa seperti ini, memahami ilmu agama, karena jasa ulama. Maka wajib hukumnya kita menghormati ulama”, tutup KH. Muhsin penuh ketegasan. (*/mlq)


