Tuban, radar96.com – Puluhan siswa kelas 4 SD Insan Kamil Tuban dengan seragam olahraga yang rapi berangkat menuju PT Pertamina EP Field Sukowati yang berada di Desa Rahayu Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban Jawa Timur pada Rabu (17/9). Kegiatan tersebut bukan sekadar wisata edukatif, namun sebuah perjalanan menyalakan cita-cita, menggali pengalaman, dan menyentuh denyut nadi industri energi Indonesia.
Mereka membuka gerbang pengetahuan yang sebelumnya hanya mereka kenal lewat buku dan layar. Kini, mereka berdiri langsung di pusat industri migas, tempat sumber daya alam diolah untuk menggerakkan negeri.

Setiba di lokasi mereka disambut dengan ramah dan senyum hangat oleh tim PT Pertamina. Terdiri dari Bella Dina Fitriyani, ST dan Lutfi Abel Baskara, ST, MT.
PT Pertamina memberi apresiasi outdoor learning. Mereka menjelaskan bahwa ini cara belajar yang terbaik bagi generasi emas. Yang mengesankan, ada cara menyampaikan materi oleh tim PT Pertamina secara lugas dengan bahasa yang mudah dipahami untuk tingkat siswa kelas 4 SD.
Suasana lebih hidup saat dibuka kesempatan tanya jawab. Terjadilah diskusi interaktif. Tampak para murid sangat antusias mengikuti setiap sesi kegiatan. Baik saat paparan maupun saat audio visual proses pengeboran dan eksploitasi sumber daya alam migas.
Kepala SD Insan Kamil Tuban, Siti Himmayatul Aliyah menuturkan bahwa ini merupakan cara belajar para siswa untuk pengenalan awal terhadap industri migas dan sumber daya alam. “Kami ingin anak-anak mengenal dunia energi sejak dini, bukan hanya sebagai teori, tapi sebagai pengalaman nyata,” ujar Himmah.
Para engineer PT Pertamina Sukowati Soko Tuban, tampil bukan sebagai teknisi yang rumit, tetapi sebagai pendidik yang sabar. Mereka menyampaikan materi dengan cara yang sederhana, penuh ilustrasi, dan interaktif. Anak-anak diajak memahami bagaimana minyak dan gas bumi diolah, sampai ke rumah mereka, dan menjaga sumber daya alam adalah tanggung jawab bersama.
Himmah menuturkan, outdoor learning sebagai cara belajar SD Insan Kamil Tuban terjun ke lapangan. Kali ini untuk mengenal energi. Tujuan utama untuk menyalakan semangat belajar, membangun rasa ingin tahu, dan membuka cakrawala baru bagi anak-anak Tuban. Di tengah tantangan zaman, kunjungan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan terbaik adalah yang menyentuh hati, membuka pikiran, dan memberi harapan.
Sementara itu di tempat terpisah Ketua Umum Yayasan Bina Insan Kamil (Yabika) Tuban, KH Imam Mawardi Ridlwan menuturkan bahwa model pembelajaran di Yabika Tuban adalah learning by doing. Para siswa di samping belajar di kelas juga diajak pratikum di luar kelas.

