Surabaya, radar96.com – Sekitar 70-80 alumni IPNU-IPPNU Jawa Timur yang sempat “nostalgia” dalam Halalbihalal Majelis Alumni (MA) IPNU-IPPNU Jatim di Pesantren Digipreneur Al-Yasmin, Surabaya, Kamis (9/4), menitipkan Generasi Z Islami (GenZI) untuk menjadi fokus binaan oleh jajaran IPNU-IPPNU saat ini.
Pesan itu disampaikan para alumni IPNU-IPPNU pada era “non-digital” Orla-Orba, diantaranya Sekretaris PWNU Jatim Dr HM Faqih, mantan Sekjen PP IPNU HM Maksum Zuber, Wakil Ketua PWNU Jatim KH Taufik Jalil, Yulia Istianah MSi, dan alumni IPNU-IPPNU lainnya dari berbagai daerah, seperti Lamongan, Blitar, Surabaya, Malang, Mojokerto, Gresik, dan sebagainya.





“IPNU-IPPNU sekarang harus peduli pada anak-anak GenZI, agar jangan sampai GenZI itu tidak mengenal IPNU dan IPPNU seperti kita dulu, sehingga mereka diambil orang yang bukan Ahlussunnah wal Jamaah, apalagi era digital memudahkan ideologi non-Aswaja untuk berkembang,” kata Dr HM Faqih dalam pesan nostalgia-nya dalam Halalbihalal pada sore itu.
Alumni IPNU yang pernah menjadi Bendahara IPNU Ranting Deket Wetan-Lamongan (1964-1969) dan Sekretaris IPNU Anak Cabang Deket-Lamongan (1969-1979) itu mengapresiasi alumni IPNU H Helmy M Noor yang membangun Pesantren Digital-Entepreneur yang dapat menjadi “jembatan” anak-anak GenZI mengenal NU melalui pendekatan digital.
“Itu strategis untuk NU ke depan, karena itu pengurus IPNU dan IPPNU yang masih aktif sekarang dapat berjejaring dengan alumni IPNU seperti rekan Helmy ini, agar IPNU dan IPPNU sekarang memiliki program digital yang sesuai dengan anak-anak GenZI, sekaligus mendukung program digital dalam dunia pendidikan dan dakwah NU,” kata alumnus ITS Surabaya itu.
Dalam Halalbihalal itu, pengasuh Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya, H Helmy M Noor, menekankan pentingnya penguatan Aswaja melalui pusat-pusat edukasi dan Lembaga pendidikan sebagai fondasi ideologis di tengah derasnya arus informasi digital, yang dapat menggerus ketahanan ideologi generasi muda.
“Struktur NU juga perlu memikirkan kader yang berproses, apalagi sekarang ada Generasi Z dan Alpha. Secara kelembagaan, kami sebagai alumni IPNU dan juga adik-adik pengurus IPNU dan IPPNU yang aktif sekarang dapat menjadi hub dari dari pengembangan nilai-nilai Aswaja dalam era ‘perang ideologi’ di era digital saat ini,” katanya.
Selain itu, Halalbihalal Majelis Alumni IPNU-IPPNU Jatim yang berlangsung sangat gayeng itu menelurkan tiga usulan Majelis Alumni IPNU-IPPNU untuk NU yakni harapan NU untuk fokus sistem regenerasi secara AHWA berjenjang dalam semua tingkatan, sehingga NU lebih fokus jam’iyah, bukan figur.
Usulan lainnya, penataan sistem kaderisasi secara fungsional, karena badan otonom (banom) NU seperti IPNU dan IPPNU memiliki pola kaderisasi yang perlu diakomodasi sebagai bagian dari kaderisasi pada Tingkat struktural NU dan bukan dianggap seperti tidak ada dengan pola kaderisasi PDPKP/PMKNU. Usulan terakhir, pola penataan aset NU secara profesional, sekaligus perlunya komisi khusus anggaran pada setiap jenjang musyawarah. (*/ipnu/ma)



