Nganjuk, radar96.com – Di sudut barat daya Kabupaten Nganjuk, berdiri sebuah makam yang menjadi saksi lahirnya para pengasuh pesantren di Nganjuk, Kediri, dan beberapa kabupaten lainnya. Di sanalah Mbah Yai Fathurrohman Poleng dimakamkan. Seorang tokoh yang dengan keikhlasan dan keteguhan hati menanamkan ajaran Islam hingga berakar kuat di tanah Nganjuk.

Ahad (19/4/26), suasana di kompleks makam tersebut terasa khidmat. Atas inisiatif Ikatan Bani Fathurrohman (IBF), para ketururan Yai Fathurrohman Poleng melakukan ziarah kubur bersama sebagaimana tradisi yang digelar setiap Syawal. Tahlil dipimpin oleh KH Zainal Musthofa dari Jatisari Nganjuk, sementara doa dipimpin KH Manshur dari Pondok Pesantren Sekarputih Nganjuk.
Selepas tahlil, KH Zainal menegaskan pesan yang sederhana namun mendalam: “Ziarah maqbarah ini kewajiban kita untuk memberikan doa. Kegiatan ini harus dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Jangan sampai ada kemandekan. Kita bersyukur bagian dari dzuriyah orang shalih. Kita berkewajiban kirim doa.”
KH Manshur menambahkan, “Ziarah ini bukan sekadar ritual, melainkan pengingat akan amalan dan nasihat simbah Kiai Fathurrohman. Dari perjuangan beliau, Islam tumbuh subur di Nganjuk,” jelasnya.
Tampak hadir pula KH Imam Mawardi Ridlwan dari Tulungagung. Kepada awak media, ia menuturkan bahwa ziarah ke Mbah Yai Poleng adalah sarana untuk menapaktilasi jejak perjuangan sekaligus mempererat tali kekerabatan. “Ziarah ini menjadi sarana berkumpul untuk saling menguatkan tali kekerabatan,” tutup Abah Imam.
Ziarah makam Mbah Yai Fathurrohman Poleng bukan hanya pertemuan keluarga besar, melainkan pernyataan iman: bahwa doa, perjuangan, dan kebersamaan adalah warisan yang harus terus hidup, dari generasi ke generasi.



