Surabaya, rada96.com – Sebanyak 300 atau ratusan Mahasantri (Mahasiswa-Santri) dari angkatan tahun 2025 yang merupakan kerja sama beasiswa antara Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dengan sejumlah universitas di Surabaya (Unesa/PTN, UINSA, Unusa/PTNU) mengikuti “Daurah/Pelatihan Aswaja 2026”.
“Kerja sama beasiswa PWNU dengan berbagai kampus tahun lalu (2025) meloloskan 450-an mahasantri penerima beasiswa, tapi Daurah Aswaja 2026 hanya diikuti 300 peserta dari kampus-kampus Surabaya,” kata Ketua Tim PPSDM PWNU Jatim Prof Masykuri Bakri saat membuka Daurah Aswaja 2026 di Gedung PWNU Jatim, Surabaya, Ahad.



Untuk tahun ini (2026), peserta program beasiswa PWNU dengan belasan PTN/PTS/PTNU hanya 250-an mahasiswa, meski ada 603 mahasantri yang lolos administrasi (250 orang), namun jumlah mahasantri yang lolos tahun ini (2026) juga lebih sedikit bila dibandingkan dengan mahasantri yang lolos beasiswa pada tahun lalu (2025) sebanyak 450-an orang.
Salah seorang Wakil Ketua PWNU Jatim itu mengharapkan ratusan mahasantri yang mengikuti Daurah Aswaja 2026 dapat menjadi pemimpin tahun 2045 sebagai pemimpin dari perubahan Indonesia di masa depan, terutama dalam pengamalan nilai-nilai Aswaja yang mampu mempengaruhi mahasiswa lain yang ekstrem.
“Mahasantri itu jangan hanya semata-mata belajar di kampus, tapi juga aktif dalam kegiatan ekstra dan intra kampus. Kalau cuma kuliah itu akan mengalami defisit dalam waktu, prestasi dan leader/kader, karena umumnya orang-orang hebat di negeri ini berlatarbelakang aktivis, padahal dulu tidak banyak program beasiswa seperti sekarang, jadi manfaatkan beasiswa yang ada tapi juga tetap punya program non-pembelajaran,” katanya.
Prof Maskuri Bakri mencontohkan dirinya yang saat kuliah di Malang setelah “mondok” di Jombang/Tebuireng yang juga berusaha aktif di Pramuka, paduan suara, berbagai kepanitiaan, bahkan sampai tidur di atas rumput di depan kantor senat. “Ini proses karakter, saya mengikuti berbagai event lokal, regional, dan nasional, sehingga banyak relasi dari kegiatan ekstra-intra yang akhirnya membangun imajinasi, inspirasi, dan kreasi,” katanya.
Dari pembelajaran dan kegiatan ekstra-intra itu akhirnya lahir kreatifitas dan kompetensi plus yang tiada hari tanpa perubahan (pikir/inovasi, tindakan/kreasi, relasi), sehingga punya karakter yang kuat dan sikap profesional (jujur, ikhlas, tidak setengah hati, berkah, selalu memiliki target menjadi yang terbaik) serta integritas (etika Aswaja, bijak/hikmah, mandiri).
“Daurah/Pelatihan Aswaja 2026” diikuti ratusan mahasantri dari Surabaya dengan materi pembelajaran dari Ketua Lakpesdam PWNU Jatim/Guru Besar Unesa Prof HM Turhan Yani (Mahasantri NU), Prof Masykuri Bakri (Kepemimpinan NU), Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz (Generasi Emas NU Abad Kedua), dan Ketua Aswaja Center PWNU Jatim KH Ma’ruf Khozin (Ke-Aswaja-an). (*/pwnu)

