By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Tahun Baru Islam 2026, ada “FishTech” di Masjid Al-Akbar, Apa Itu?!
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kolom > Tahun Baru Islam 2026, ada “FishTech” di Masjid Al-Akbar, Apa Itu?!
Kolom

Tahun Baru Islam 2026, ada “FishTech” di Masjid Al-Akbar, Apa Itu?!

14/06/2026 Kolom
SHARE

Oleh Helmy M Noor/Humas MAS

Selama ini, Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) dikenal masyarakat bukan hanya tempat ibadah, tapi juga ada sarana pendidikan (KB/RA, SD/MI, MTs, STAI), wisata religi (menara 99m, taman asmaul husna, taman peradaban, dan sebagainya), wisata lingkungan (green house, urban farming, edu park, dan sebagainya), tempat olahraga (mini soccer), dan kawasan ekonomi (pusat oleh-oleh, food court, galeri sarung, dan sebagainya).

Namun, mulai Tahun Baru Islam 2026, pengelola MAS mengembangkan program budidaya ikan air tawar berbasis teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) yakni “Al Akbar FishTech” yang diluncurkan oleh Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa pada Tahun Baru Islam 2026 atau 1 Muharram 1448 H di kawasan produktif Urban Farming MAS. Apa itu “FishTech” ?!

“Al Akbar FishTech” itu juga untuk meneguhkan bahwa masjid itu bukan hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, namun juga kemaslahatan umat, seperti menjadi pusat pemberdayaan ekonomi, edukasi/pendidikan, dan ketahanan pangan berbasis masjid, sebagaimana konsep Islamic Center atau Rahmatan Lil Alamin yang dikembangkan Rasulullah.

Program baru itu hadir sebagai jawaban atas tantangan keterbatasan lahan, efisiensi penggunaan air, serta kebutuhan masyarakat akan produk perikanan yang sehat, aman, dan berkualitas. “Al Akbar FishTech” adalah sarana pembelajaran teknologi budidaya perikanan modern, sekaligus upaya mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Lebih dari itu, program ini menjadi contoh/bukti bahwa teknologi itu dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai keislaman, dimana pengelolaan sumber daya dilakukan secara bijak, efisien, dan memberikan manfaat yang luas bagi lingkungan sekitar.

“Tujuan program adalah mengembangkan budidaya ikan air tawar yang modern, efisien, dan berkelanjutan; menjadi sarana edukasi dan pelatihan teknologi perikanan bagi masyarakat, pelajar, mahasiswa, dan pesantren; mendukung program ketahanan pangan melalui penyediaan ikan konsumsi yang sehat dan berkualitas; menciptakan model pemberdayaan ekonomi berbasis masjid yang produktif dan inovatif; dan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya teknologi ramah lingkungan dalam sektor pangan,” katanya.

Teknologi RAS

“Al Akbar FishTech” dibangun dengan sistem budidaya RAS (Recirculating Aquaculture System) yang terdiri atas kolam budidaya sebanyak 6 buah, unit filtrasi mekanis dan biologis, sistem aerasi, pompa sirkulasi, serta monitoring kualitas air. “Seluruh komponen dirancang untuk menjaga kestabilan lingkungan budidaya sehingga ikan dapat tumbuh secara optimal dengan penggunaan air yang lebih hemat,” katanya.

Secara teknologis, sistem RAS bekerja dengan cara menyaring dan memperbaiki kualitas air secara bertahap melalui beberapa ruang filter sebelum air dikembalikan lagi ke kolam. Dengan proses ini, budidaya ikan dapat dilakukan lebih modern, higienis, dan ramah lingkungann, sehingga ikan mendapatkan lingkungan yang lebih sehat hingga pertumbuhan lebih optimal, penggunaan air lebih efisien, dan hasil budidaya dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.

Terkait Alur Kerja Sistem RAS dalam enam kolam adalah kolam fiber (budidaya ikan), pre filter, filter mekanik 1, filter mekanik 2, filter biologis, filter pH Buffer, Sump Tank, dan Bak Drain.

  1. Kolam Fiber (Budidaya Ikan)
  • Kolam berbentuk bulat dengan diameter ±2 meter dan tinggi ±1 meter.
  • Dilengkapi pipa SLO (Solid Lifting Overflow) yang berfungsi mengangkat kotoran dan sisa pakan dari dasar kolam menuju sistem filter.
  1. Pre Filter
  • Tahap penyaringan pertama.
  • Berfungsi mengendapkan kotoran padat dan sisa pakan yang terbawa dari kolam.
  1. Filter Mekanik 1
  • Menggunakan media brush filter .
  • Berfungsi menangkap dan menyaring kotoran berukuran halus.
  1. Filter Mekanik 2
  • Menggunakan media jaring nelayan.
  • Berfungsi menyaring partikel-partikel halus yang masih terbawa air.
  1. Filter Biologis
  • Menggunakan media Kaldness K1 sebagai tempat tumbuh bakteri baik.
  • Bakteri nitrifikasi membantu menguraikan amonia dan zat berbahaya lainnya menjadi senyawa yang lebih aman bagi ikan.
  • Dilengkapi aerasi untuk menjaga suplai oksigen bagi bakteri.
  1. Filter pH Buffer
  • Berisi media karang jahe, batu apung, dan cangkang kerang (oyster shell).
  • Berfungsi menjaga kestabilan pH air agar tetap ideal untuk pertumbuhan ikan.
  1. Sump Tank
  • Menjadi penampungan akhir sebelum air kembali ke kolam.
  • Dilengkapi lampu UV untuk membantu mengurangi jamur dan mikroorganisme yang merugikan.
  • Terdapat pompa yang mengalirkan air bersih kembali ke kolam.
  1. Bak Drain
  • Berfungsi sebagai saluran pembuangan air kotor dan endapan dari masing-masing ruang filter.
  • Memudahkan proses perawatan dan pembersihan sistem.

Kelebihannya, Sistem RAS adalah menghemat penggunaan air karena air digunakan dan disirkulasikan kembali; kualitas air lebih stabil dan terkontrol; Pertumbuhan ikan lebih cepat dan seragam; Dapat menampung kepadatan ikan yang lebih tinggi; Lingkungan budidaya lebih bersih dan ramah lingkungan; dan Budidaya dapat dilakukan sepanjang tahun dengan kondisi yang lebih terjaga.

Komposisi isi Kolam RAS
Isi kolam RAS dalam “Al-Akbar FishTech” adalah:
Kolam 1 :
Berisi 1.000 ekor ikan lele

Kolam 2 :
Berisi 500 ekor ikan patin

Kolam 3 :
Berisi 600 ekor ikan nila merah

Kolam 4 :
Berisi 1.000 ekor ikan lele

Kolam 5 :
Berisi 500 ekor ikan patin

Kolam 6 :
Berisi 600 ekor ikan Nila Merah

Kolam fiber bulat berjumlah 6 dan berukuran diameter 2 meter serta tingga 1 meter

“Tagline Al-Akbar FishTech adaah Teknologi RAS, Ikan Sehat & Berkah. Tagline ini mencerminkan filosofi utama Al Akbar FishTech. Teknologi RAS” menunjukkan komitmen dalam menerapkan inovasi budidaya modern yang efisien, ramah lingkungan, dan berbasis ilmu pengetahuan,” katanya.

“Ikan Sehat” menggambarkan hasil budidaya yang dipelihara dalam lingkungan terkontrol dengan kualitas air yang baik sehingga menghasilkan ikan yang segar, aman, dan berkualitas untuk dikonsumsi masyarakat.

“Berkah” menjadi nilai utama yang membedakan program ini. Tidak hanya mengejar hasil produksi, tetapi juga menghadirkan manfaat yang lebih luas berupa edukasi, pemberdayaan umat, ketahanan pangan, serta pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab sesuai nilai-nilai Islam. Selain itu air yang digunakan utk sistem RAS menggunakan air pengolahan IPAL dari air wudlu jama’ah masjid, serta dengan diputarkan murottal Al Qur’an di area Al Akbar FishTech menambah keberkahan.

Dengan semangat tersebut, Al Akbar FishTech diharapkan menjadi ikon inovasi berbasis masjid yang mampu menginspirasi lahirnya program-program produktif lainnya demi mewujudkan masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan. (*/mas)

Iklan.

You Might Also Like

Membangun Citra Pesantren: Sinergi Kinerja Alumni, Kharisma Kiai dan Tatakelola Manajemen Modern

Muktamar NU: Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

Dewan Kesenian Bagian Spesifik dari Kebudayaan 

Konversi Energi Kedua Republik Indonesia: Amanat Penderitaan Rakyat Madura

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Relawan 33 LPBI PCNU se-Jatim dilatih SIG Pemetaan Bencana
Next Article Ciptakan Ekosistem Ilmiah, MUI Kota Probolinggo Buat Program Terobosan Kolaborasi dengan Unuja Terbitkan Jurnal Ilmiah Bereputasi

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

Ciptakan Ekosistem Ilmiah, MUI Kota Probolinggo Buat Program Terobosan Kolaborasi dengan Unuja Terbitkan Jurnal Ilmiah Bereputasi
Sospol
Relawan 33 LPBI PCNU se-Jatim dilatih SIG Pemetaan Bencana
Nahdliyyin
Gus Lilur Desak Dirjen Bea Cukai Dicopot
Sospol
Lesbumi PBNU Adakan Muktamar Kebudayaan Indonesia di UNWAHA Jombang, 12-14 Juni 2026
Nahdliyyin

You Might also Like

Kolom

Evaluasi Tanpa Intervensi: Ujian Kemandirian Muktamar NU

27/04/2026
Kolom

PERANG HORMUZ

27/04/2026
KolomOpini

Mencari Isyarah Langit (Ketum PBNU)

25/04/2026
KolomNahdliyyin

KH Mutawakkil Mengundurkan Diri Dari MUI Jatim

24/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?