Surabaya, radar96.com – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Khadijah Surabaya mencetak kader pemimpin NU Abad Kedua lewat kaderisasi dari sekolah dan pembentukan Komisariat IPNU-IPPNU SMP Khadijah Surabaya.
“SMP Khadijah berkomitmen menyiapkan generasi pelajar yang unggul , berkarakter ahlussunah wal jama’ah annahdiyah dengan menyelenggarakan Talk show Sosialisasi IPNU IPPNU,” kata Wakil Bendahara PW IPNU Jatim, M. Ayatullahil Ulya S.Sos, di Surabaya, Kamis.


Didampingi Rekanita Shabrina Izwa Robbani (Wakil Ketua 2 kaderisasi di PAC IPPNU Wonokromo), ia menjelaskan sosialisasi bertema ‘Menyalakan obor kaderisasi, SMP Khadijah Gerakkan Peradaban itu dilaksanakan di Aula Yayasan Khadijah Surabaya.
“Acara sosialisasi itu diikuti siswa-siswi SMP Khadijah kelas 7 dan 8 yang sebentar lagi akan melakukan pemilihan ketua komisariat IPNU-IPPNU SMP Khadijah. Harapannya, sekolah dapat membangun budaya kaderisasi sejak dini melalui organisasi pelajar NU (IPNU-IPPNU),” katanya.
Selama ini, IPNU-IPPNU telah melahirkan banyak tokoh nasional yang memberikan kontribusi besar bagi bangsa , diantaranya Prof. KH Tolhah Mansur (Menteri Agama), DR. Hj. Khofifah Indarparawansa (Gubernur Jawa Timur), DR Ida Fauziah (Menteri Tenaga Kerja di era Presiden Joko Widodo), dan banyak lagi.
“Hal ini penting kami informasikan kepada seluruh siswa SMP Khadijah bahwa membangun peradapan tidak cukup hanya dengan prestasi akademik, namun perlu karakter kepemimpinan, kepedulian sosial dan keberanian mengambil peran di tengah masyarakat, karena itu aktif di IPNU-IPPNU akan dapat melahirkan generasi pelajar yang kelak menjadi pemimpin bangsa yang berintegritas,” katanya.
Artinya, kaderisasi bagi SMP Khadijah itu bukan sekadar mengajak siswa bergabung dalam sebuah organisasi, namun kaderisasi merupakan proses menumbuhkan karakter kepemimpinan, tanggung jawab, kemampuan berkolaborasi dan kepedulian sosial.
“Melalui IPNU IPPNU, SMP Khadijah dapat menghadirkan ruang belajar yang melengkapi pendidikan akademik, sehingga lahir pelajar yang cerdas intelektual, matang secara emosional, serta siap memberikan manfaat bagi masyarakat, khoirunnas anfauhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain),” katanya. (*/dj)



