By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Tawarkan “Hijrah” dari BBM ke BBG,SMKN 3 Bondowoso Klaim Karya Siswa Tembus 245 KM Sekali Isi
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Tawarkan “Hijrah” dari BBM ke BBG,SMKN 3 Bondowoso Klaim Karya Siswa Tembus 245 KM Sekali Isi
Sospol

Tawarkan “Hijrah” dari BBM ke BBG,SMKN 3 Bondowoso Klaim Karya Siswa Tembus 245 KM Sekali Isi

08/09/2026 Sospol
SHARE

Bondowoso, radar96.com – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) mendorong berbagai gagasan alternatif. Salah satunya datang dari SMKN 3 Bondowoso melalui inovasi konverter Bahan Bakar Gas (BBG) yang dikembangkan oleh siswa Jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM).

Kepala SMKN 3 Bondowoso, Daris Wibisono Setiawan, mengajak masyarakat melihat peluang penggunaan BBG sebagai bahan bakar alternatif yang lebih efisien.

Menurut Daris, siswa TSM SMKN 3 Bondowoso telah mampu merancang sepeda motor hybrid yang dapat menggunakan dua jenis bahan bakar, yakni BBM dan BBG. Sistem tersebut memungkinkan kendaraan tetap menggunakan BBM ketika diperlukan, sekaligus dapat beralih menggunakan BBG.

“Peserta didik kami dari jurusan Teknik Sepeda Motor bisa merancang sepeda motor hybrid, bisa menggunakan BBM dan bisa menggunakan BBG yang sangat irit. Jadi jarak tempuh sepeda motor yang menggunakan BBG bisa mencapai 245 kilometer, sehingga sangat efektif dan efisien,” ujar Daris dalam konferensi pers, Selasa (8/9/2026).

Daris menyebut inovasi tersebut lahir dari upaya sekolah menghadirkan pembelajaran yang tidak berhenti di ruang kelas. Keahlian yang diperoleh siswa melalui pendidikan vokasi diarahkan untuk menjawab persoalan yang ditemukan di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, kondisi kelangkaan BBM seharusnya tidak hanya dilihat sebagai persoalan, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong pemanfaatan teknologi alternatif yang dikembangkan oleh anak-anak sekolah kejuruan.

“Masyarakat saatnya beralih menggunakan BBG karya siswa SMKN 3 Bondowoso yang terbukti sangat hemat dan ramah lingkungan,” tegas Daris.

Konverter yang dikembangkan siswa tersebut menggunakan tabung LPG 3 kilogram sebagai sumber BBG. Pihak sekolah menyebut sistem yang dirancang memungkinkan kendaraan tetap memiliki pilihan bahan bakar atau double fuel, sehingga kendaraan tidak sepenuhnya kehilangan fungsi penggunaan BBM.

Daris menjelaskan, pemasangan perangkat tersebut dilakukan tanpa mengubah struktur utama mesin kendaraan. Proses instalasi juga disebut relatif mudah sehingga kendaraan dapat difungsikan menggunakan BBG maupun BBM.

“Sepeda ini super hemat, jarak tempuh tembus 245 kilometer, ramah lingkungan, dan instalasinya sangat mudah,” imbuhnya.

Dari sisi biaya, pihak sekolah menyebut pemasangan konverter membutuhkan anggaran sekitar Rp1,1 juta. Biaya tersebut mencakup perangkat konversi, box sebagai tempat tabung LPG dan tabung LPG yang digunakan.

Namun, pihak sekolah juga membuka ruang konsultasi dan pendampingan teknis bagi masyarakat yang tertarik mengetahui lebih jauh mengenai teknologi tersebut.

Inovasi tersebut mendapatkan respons dari masyarakat yang telah mencoba menggunakan BBG pada kendaraan. Salah satunya Eni Febrianti yang mengaku tertarik menggunakan BBG sebagai alternatif di tengah kondisi pasokan BBM.

“Kelangkaan BBM saat ini harus kita sikapi secara kreatif dan cerdas. Maka saya beralih ke BBG sebagai solusi cerdas jangka panjang,” ujar Eni.

Pengalaman serupa disampaikan Ervan Pandu, guru Teknik Body Kendaraan Ringan (TBKR) SMKN 3 Bondowoso. Ia menyebut penggunaan BBG pada kendaraannya memberikan efisiensi dalam aktivitas sehari-hari.

“Saya sudah pakai lama. Perjalanan setiap hari dari Jember ke SMKN 3 Bondowoso terbukti sangat irit dan murah, seminggu sekali baru ganti BBG,” ungkap Ervan.

Meski demikian, inovasi tersebut tidak sekadar diarahkan untuk menjadi solusi sesaat ketika BBM mengalami kelangkaan. Pihak SMKN 3 Bondowoso melihat pengembangan teknologi konverter sebagai bagian dari pembelajaran vokasi yang memiliki orientasi pada kebutuhan nyata masyarakat.

Melalui karya tersebut, siswa tidak hanya belajar mengenai mesin dan sistem pembakaran, tetapi juga ditantang menghasilkan teknologi yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SMKN 3 Bondowoso menilai kemampuan siswa menghasilkan inovasi menjadi bukti bahwa pendidikan kejuruan memiliki peran strategis dalam menjawab persoalan di masyarakat.

Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh ijazah, tetapi juga dapat menjadi ruang lahirnya teknologi tepat guna yang berangkat dari persoalan di lingkungan sekitar.

Di tengah kondisi masyarakat yang membutuhkan kepastian energi untuk menunjang mobilitas sehari-hari, alternatif BBG yang dikembangkan siswa SMKN 3 Bondowoso menawarkan perspektif berbeda: ketika pasokan energi mengalami persoalan, kreativitas dan kompetensi siswa justru dapat menjadi bagian dari solusi.

Meski klaim efisiensi hingga 245 kilometer sekali isi menjadi salah satu daya tarik utama inovasi tersebut, penerapan teknologi konversi bahan bakar tetap membutuhkan perhatian terhadap aspek keselamatan, standar teknis, kelayakan kendaraan serta ketentuan penggunaan LPG untuk kendaraan.

Karena itu, pengembangan inovasi tidak berhenti pada kemampuan membuat perangkat, tetapi juga perlu diikuti pengujian, pendampingan teknis dan penerapan standar keselamatan yang memadai.

SMKN 3 Bondowoso sendiri terus mendorong agar karya siswa tidak hanya menjadi proyek pembelajaran, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Inovasi konverter BBG tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana sekolah kejuruan dapat mengambil peran ketika masyarakat menghadapi persoalan konkret.

Di saat masyarakat dipaksa berhadapan dengan kelangkaan BBM, SMKN 3 Bondowoso justru mengajak melihat peluang: bukan hanya menunggu pasokan kembali normal, tetapi mulai memikirkan alternatif energi melalui karya anak-anak SMK.

Bagi sekolah, inilah salah satu bentuk pendidikan vokasi yang sesungguhnya—belajar dari persoalan, mengubahnya menjadi inovasi, kemudian menguji sejauh mana karya siswa mampu memberi manfaat bagi masyarakat. (*/Rif)

Iklan.

You Might Also Like

Wagub Ajak Mahasiswa Baru Unusa Beri Kontribusi Bangsa Mulai Saat ini

Kerja Sama Unusa-ITS, Buka Peluang Raih Dua Ijazah dalam Lima Tahun

Sebut PMII, Rektor At-Taqwa Bondowoso Ajak Mahasiswa Gabung Organisasi Ekstra

Komunitas Anak Muda Bondowoso, PEMBERSATU, bantu masyarakat jalanan

Ning Imaz: Teladan itu bukan karena viral

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Ingin Raih Dua Mimpi, Pemain Persebaya itu Kini Jadi Mahasiswa FK Unusa
Next Article Gus Kikin Takkan Lupakan PWNU Jatim

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Gus Kikin Takkan Lupakan PWNU Jatim
Nahdliyyin
Ingin Raih Dua Mimpi, Pemain Persebaya itu Kini Jadi Mahasiswa FK Unusa
Milenial
Resmikan Kantor Baru, GP Ansor Bondowoso Tegaskan Tak Ada Alasan Berhenti Bergerak
Nahdliyyin
Menembus Batas, Merekat Umat Tujuh Tahun Terase NU NEWS Mewarnai Ruang Digital
Kolom

You Might also Like

Sospol

Baznas Jatim Kirim Bantuan ke NTT Bersama FoZ dan Kemenag

05/09/2026
Sospol

Khofifah ajak warga Jatim jadikan akhlak sebagai pedoman kehidupan

05/09/2026
Sospol

Survei ARCI: Perindo 1,1 Persen di Jatim, Zazuli: Kepercayaan Ini Modal Perjuangkan Kesejahteraan

03/09/2026
Sospol

Buka PKKMB 2026, Rektor Unusa Tekankan Kerja Keras, Soft Skill dan Adab

31/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?