SURABAYA (Radar96.com) – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar Soft Launching Bank Perkrediatan Rakyat Syariah Nahdlatul Ulama (BPRS-NU) dan Pengukuhan Asosiasi Baitul Maal wat-Tamwil Nahdlatul Ulama (BMT-NU).
Pengukuhan dilakukan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam rangkaian Hari Lahir (Harlah) ke-99 NU di Auditorium KH Hasyim Asy’ari Kantor PWNU Jatim di Surabaya.
Acara dihadiri Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua dan pengurus inti PBNU, Rais Syuriah PWNU Jatim KH Anwar Manshur dan Wakil Rais PWNU KH Agoes Ali Masyhuri, Kepala BI Jatim, Kepala OJK Jatim, Direktur Jasa Raharja, Kakanwil Kemenag Jatim dan seluruh pimpinan PWNU se-Indonesia.
Dalam Asosiasi BMT-NU, sejumlah nama dikukuhkan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Mereka adalah KH Abdus Salam Shochib, KH Atho’illah Salahuddin, Dr H Ma’ruf Syah, Ir H Matorurrozaq Ismail, Ir Nasruddin Ali
Ir HM Amin Mujib, Sukron Dossi, H Choirul Anam, dan Mohammad Mukhlish.
Kembangkan Pendidikan dan Perekonomian Umat
Pada peringatan Harlah ke-99 NU, PWNU Jatim melakukan penandatanganan kerja sama dengan sejumlah pihak, Kamis (17/02/22). PWNU Jatim diwakili KH Marzuki Mustamar langsung teken kesepakatan di bidang pendidikan.
Kerja sama PWNU Jatim bersama sejumlah kampus, seperti:
- Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ditandatangani bersama Rektor Unesa Prof Dr Nurhasan, M Kes.
- Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) ditandatangani Prof Dr Ir Achmad Jazidie, M Eng (Rektor Unusa),
- Universitas Islam Malang (Unisma) ditandatangani bersama Prof Dr.
H Maskuri, MSi (Rektor Unisma) - Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, ditandatangani bersama Dr Munawar Ali, MT (Wakil Rektor II UPN Veteran Jatim)
- Universitas Trunojo Madura (UTM), ditandatangani bersama Dr H Agung Ali Fahmi MH (Wakil Rektor UTM).
Selain itu, PWNU Jatim juga meneken kesepakatan kerja sama dengan PT Jasa Raharja, yang ditandatangani bersama Munadi Herlambang (Direktur Hubungan Kelembagaan PT Jasa Raharja).
Selain itu, Ketua PWNU Jawa Timur Kiai Haji Marzuki Mustamar dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Regional IV Jawa Timur, Budi Hanoto, sepakat menandatangani dokumen Memorandum of Understanding (MoU) bertajuk kerja sama pengembangan ekonomi pesantren di Jawa Timur.

Komitmen bersama OJK mendorong pemberdayaan perekonomian bagi UMKM, pengembangan sektor jasa keuangan,
peningkatan literasi keuangan dan perlindungan konsumen.
Pada kesempatan diskusi kepada media, Budi Hanoto menjelaskan bahwa kerjasama BI-PWNU Jatim dengan durasi satu tahun tersebut akan berfokus pada 4 (empat) program utama. Pertama, kedua lembaga sepakat memberikan dukungannya terhadap program pengembangan kemandirian ekonomi pesantren di Jawa Timur.
Kedua, memberikan bantuan teknis berupa pelatihan tentang pengelolaan keuangan syariah kepada pesantren-pesantren di Jawa Timur.
Ketiga, melakukan sosialisasi dan edukasi kebanksentralan kepada pesantren Jawa Timur, di antaranya perihal ciri-ciri keaslian uang rupiah, Gerakan Nasional Non Tunai hingga keuangan inklusif.
Dan keempat, bersama-sama mengelola data dan mengembangkan model bisnis yang dapat direplikasi atau sebagai role model dalam program kemandirian pesantren.
Kerjasama PWNU Jatim dan BI tersebut diharapkan dapat mengakselerasi pengembangan ekonomi pesantren di Jawa Timur dan berimplikasi pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. (*)



