Surabaya (Radar96.com/NUOJ) – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim KH Marzuki Mustamar mengatakan, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) merupakan gerbang pengkaderan NU yang pertama dan utama, karena itu ia mendukung dan mengingatkan supaya IPPNU bisa mendirikan ranting di perumahan dan bahkan apartemen.
“Kalau organisasi itu ingin hidup, eksis, bahkan unggul dari yang lain, maka organisasi itu harus benar-benar memperhatikan pengkaderan,” kata pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Rosyad Malang itu saat memberi sambutan pada acara ‘NU Women Talk’ bertema ‘The Next Women Leaders & Entrepreneurs’di Surabaya, Jumat (11/3/2022).
Acara itu dihadiri Menaker yang juga kader IPPNU Jatim Hj Ida Fauziyah, Wakil Ketua DPRD Jatim yang juga kader IPPNU Jatim Hj Anik Maslachah, Hj Mundjifah Wahab (Bupati Jombang), Hj Saidah Marzuki (pengasuh Ponpes Sabilul Rosyad Gasek, Malang), Ning Khilma Anis (penulis), Puput Kurniawati (Ketua PW IPPNU Jatim) dan kader IPPNU se-Jatim.
Menurut Kiai Marzuki Mustamar, organisasi yang tidak memperhatikan pengkaderan sama saja rela sekian tahun lagi akan punah. Lebih jauh dari itu, kedepan NU butuh kader untuk menjadi menteri, rektor dan lainnya. Untuk mencapai itu kader harus disiapkan sejak di IPPNU.
“Kami sadar akan pentingnya IPPNU. Oleh karena itu sejak kami diamanahi menjadi ketua PWNU. Kami terus mendorong IPPNU untuk berkembang dan maju,” ungkapnya sembari berpesan agar seluruh Pimpinan Cabang (PC) IPPNU di Jatim aktif. PC juga diamanahi jangan sampai ada Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang tidak aktif.
Dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut tidak ingin ada titik kosong kepengurusan IPPNU di setiap desa. “Kami juga ingin ada kepengurusan ranting IPPNU di apartemen atau perumahan yang Kartu Keluarganya (KK) ada 1.000. Ini perlu disendirikan kepengurusannya. Mereka kalau dijadikan satu dengan yang di luar perumahan tidak mau. Karena komunitas dan latar belakangnya berbeda,” ujarnya.
Kiai Marzuki meminta agar IPPNU melakukan pemetaan potensi kader yang berprestasi. Kader-kader itu dikumpulkan kemudian membuat bimbingan belajar di dekat sekolah-sekolah besar. Hal itu agar siswa-siswa yang pandai belajarnya bersama IPPNU.
“Kalau kita tidak membuat bimbel semacam itu, kami khawatir siswa-siswa yang pandai ikut bimbel orang di luar NU. Lalu IPPNU dapat kader yang biasa-biasa saja, yang pandai ikut mereka. Kami tidak ingin seperti itu,” terangnya. (*/NUOJ)
Sumber: https://jatim.nu.or.id/metropolis/kiai-marzuki-harap-ippnu-bisa-dirikan-ranting-di-perumahan-bqWiZ

