Surabaya (Radar96.com) – Ada yang istimewa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (9/5) sore, karena Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyempatkan diri sejenak melepas penat di dermaga kecil yang terletak di gazebo belakang Gedung Negara Grahadi.
Pada momen tersebut, Gubernur Khofifah turun langsung menyapa beberapa masyarakat yang menghabiskan waktu liburan bersama keluarga di area wisata speedboat sungai Kalimas Surabaya. “Minal aidin wal faizin mohon maaf lahir batin. Monggo mampir ke sini,” sapa Khofifah.
Sapaan Mantan Menteri Sosial RI yang berdiri di dermaga Grahadi yang terletak tepat di seberang dermaga Kalimas tersebut langsung memancing kehebohan para pengunjung. Tanpa membuang waktu lama, sang pengemudi speedboat pun langsung memutar haluan menuju sisi dermaga Grahadi.
Tak hanya menyapa, Gubernur Khofifah bahkan tanpa ragu-ragu memegang sendiri kamera pengunjung yang menyempatkan diri mengunjungi Grahadi untuk melakukan selfie alias swafoto.
“Monggo, monggo kalau mau foto-foto dulu nanti keliling Grahadi akan dipandu protokol nggih setelah setelah selesai pamitan nggih nanti ada oleh-oleh dibawa pulang,” sapa Khofifah dengan ramah.
Ajakan Gubernur Khofifah kepada masyarakat untuk mampir ke Gedung Grahadi menjadi momen yang langka lantaran tak sembarang orang diperbolehkan masuk ke gedung negara tersebut.
Namun sore itu, Ketua Umum PP Muslimat NU itu pun langsung mengajak masyarakat untuk mampir berswafoto, sekaligus melihat megahnya Gedung Negara Grahadi.
Masyarakat seperti menghadiri Mini Tour singkat, dipandu langsung oleh seorang gubernur. “Adik, ini ada ikan koi besar-besar. Ayo liat sini boleh foto disini,” ajak Khofifah dengan gayeng.

Salah satu pengunjung yang mendapat kesempatan emas itu adalah Rinda, warga asli Mataram, NTB. Bersama suami dan ketiga anaknya, Rinda mengatakan momen tersebut merupakan kali pertama mereka menaiki speedboat sekaligus berjumpa dengan Gubernur Khofifah. Termasuk mencicipi kesempatan istimewa mengintip interior Gedung Negara Grahadi yang menawan.
“Saat dipanggil Ibu Khofifah saya nggak menyangka dan kaget banget. Ini rezeki, saya sangat senang. Terima kasih Ibu Gubernur,” ujar Rinda.
Meski bukan warga Jawa Timur, Rinda mengaku figur Gubernur Khofifah memiliki sifat keibuan dan perhatian dengan keluarga. Wanita yang mengaku bekerja di instansi pemerintahan Provinsi NTB tersebut mengakui jika kebersihan dan kemegahan Gedung Negara Grahadi sangat terjaga.
“Saya sangat excited bisa masuk ke Grahadi. Kami dari Pemprov NTB juga banyak belajar dari program-program maupun fasilitas di Jawa Timur. Saya tidak menyangka, berlibur sekaligus belajar,” ujarnya.
Sama halnya dengan Philip, warga asli Surabaya yang datang bersama dengan keluarganya. Momen ‘undangan’ langsung dari Gubernur Khofifah untuk masuk ke Gedung Negara Grahadi tersebut merupakan hal pertama dalam hidupnya.
“Happy banget, sampai kemecer. Deg-degan bisa ketemu Ibu Khofifah. Kami sebagai warga Jawa Timur berterima kasih, Jatim saat ini menjadi semakin tenang dan nyaman untuk ditinggali. Semoga nyambung lagi ke periode selanjutnya,” kata Philip.
Senada dengan Philip, ada juga warga Jombang, Ririn, yang berkunjung pula ke Grahadi bersama dengan 6 saudaranya. Dirinya mengaku bangga bisa masuk ke Gedung Negara tersebut.
“Baru pertama kali bertemu Ibu Khofifah, biasanya hanya bisa lihat di TV. Semoga Ibu Gubernur sehat selalu,” ucapnya.
Usai mengikuti Mini Tour di Gedung Negara Grahadi, para pengunjung juga diberikan souvernir langsung oleh Gubernur Khofifah. Bahkan, beberapa anak-anak pun gembira, lantaran juga mendapat ‘angpau’ lebaran langsung dari Gubernur Khofifah.
“Mohon maaf lahir batin untuk semuanya,” tutup Gubernur Khofifah.
Minta ASN Peka
Mengawali hari pertama masuk kerja pasca libur Lebaran 2022, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Apel senen Pagi sekaligus Halal Bihalal di halaman Kantor Gubernur Jatim (9/5).
Diikuti ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Setdaprov. Jatim, Apel Senen Pagi perdana setelah lebaran yang dilanjutkan halal bihalal tersebut berjalan tertib, guyub dan peserta juga terlihat antusias.
Turut hadir dalam Apel Pagi ini, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama istri, Pj. Sekdaprov Jatim Wahid Wahyudi beserta istri, jajaran Kepaka OPD Pemprov Jatim.
Masih dalam suasana bulan Syawal, Gubernur Khofifah mengajak seluruh jajaran ASN untuk memaknai momen Halal Bihalal layaknya filosofi Ketupat.
Ketupat atau ‘Kupat’ dalam bahasa Jawa yang berarti ‘Ngaku Lepat’ seyogyanya bisa menjadi referensi bagi seluruh masyarakat dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan saling memaafkan.
“Intinya pada momen ‘Kupatan’ itu kita akan melakukan silaturahmi dan saling memaafkan atas segala kesalahan kita,” tutur Gubernur Khofifah dalam amanatnya.
“Jadi tidak hanya permohonan maaf kepada Allah, tetapi juga permohonan maaf kepada sesama manusia,” imbuhnya.
Bentuk ketupat yang dibungkus dengan janur kuning melingkar lingkar dijelaskan dalam filosofi Jawa adalah simbolisasi bahwa kesalahan manusia berpotensi melingkar-lingkar. Maksudnya manusia banyak salah dan khilaf, baik disengaja maupun tidak disengaja.
Tidak lupa Gubernur Khofifah menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H bagi seluruh ASN yang merayakan. Dirinya berharap agar seluruh elemen terus menjalankan tugas dengan semangat prima dalam melayani masyarakat.
“Saya berharap kepada para ASN agar menjaga dan mempertahankan setiap prestasi yang sudah dicapai. Serta mengantisipasi dari setiap permasalahan yang muncul harus mampu dicarikan solusi hingga jalan keluarnya ditemukan,” jelasnya.
Tidak hanya menjadi momen saling memaafkan, Apel Pagi juga dijadikan Gubernur Khofifah untuk mengingatkan para ASN Pemprov Jatim agar lebih peka terhadap permasalahan yang tengah terjadi di masyarakat.
Seperti pada kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terjadi pada hewan ternak di beberapa wilayah, Gubernur Khofifah menuturkan bahwa Pemprov Jatim masih dan akan terus berkoordinasi dengan seluruh sektor terkait guna langkah pencegahan.
Bahkan, pihaknya telah meminta kepada Ikatan Alumni UNAIR dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) untuk menerjunkan tim sebanyak mungkin dalam menangani sedetail dan sekomprehensif mungkin agar penyebaran virus pada hewan ternak tidak semakin meluas.
“Saya meminta kepada perguruan tinggi yang memiliki Fakultas Kedokteran Hewan untuk menerjunkan tim sebanyak mungkin untuk membantu masyarakat peternak agar penyebaran PMK bisa dikendalikan,” ungkapnya.
Masalah PMK ini disebutnya sangat penting dikomunikasikan ke masyarakat mengingat semakin dekatnya momen Hari Raya Idul Adha.
Maka dari itu, Gubernur Khofifah berharap agar seluruh ASN Pemprov Jatim juga sigap dalam upaya konfirmasi. Tidak hanya dari Dinas Peternakan, Pertanian, Kesehatan, dan Disperindag, namun instansi lainnya saya minta punya kepedulian yang sama.
“Jadi semisal ada yang ditanya, sebaiknya bisa menjawab. Paling tidak merujuk pada Posko Terpadu penanganan PMK hewan ternak,” perintahnya.
Selanjutnya, permasalahan terkait kasus dugaan Hepatitis Akut yang menyerang anak hingga saat ini terus didalami atau diobservasi di RSUD Dr Soetomo dan RSUD Saiful Anwar Malang. (/hmn) Ada yang istimewa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (9/5) sore, karena Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyempatkan diri sejenak melepas penat di dermaga kecil yang terletak di gazebo belakang Gedung Negara Grahadi. (/hmn)



