Surabaya (Radar96.com) – Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI PBNU) TB Ace Hasan Syadzili mendorong relawan NU menjadi garda terdepan tugas kemanusiaan dalam penanggulangan dan pengurangan risiko bencana di Indonesia, khususnya bencana akibat perubahan iklim.
“Indonesia memiliki risiko perubahan iklim yang yang sulit ditebak mengacu posisi geografis berada di ring off fire (Cincin Api), sehingga memiliki potensi ancaman bencana yang besar. Warga NU di Indonesia memiliki jumlah yang besar, maka LPBI NU di Wilayah dan Cabang memberikan edukasi kesadaran perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana di masyarakat,” ungkapnya.
Saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) LPBI NU se-Jatim bersama puluhan Relawan NU di Kantor PWNU Jatim di Kota Surabaya, Minggu (21/8/2022), Ace Hasan menjelaskan pihaknya akan melakukan program penguatan organisasi dan peningakatan kapasitas Sumber daya manusia relawan NU di masing- masing tingkatan menjadi lebih profesional.
“Sosialisasi kesadaran potensi bencana harus digencarkan melalui instrumen, baik media sosial, Khutbah Jumat, kurikulum pelajaran sekolah, hingga ngaji pesantren,” tutur Wakil ketua komisi VIII DPR RI ini.
Sementara itu, Ketua LPBI NU Jatim Syaiful Amin menambahkan bahwa Rakor Relawan dilaksanakan menyongsong “NU Award Jawa Timur” serta sosialisasi program terbaru.
“Kami berharap pada LPBI PBNU ada kolaborasi dan sinergi antar lembaga mulai dari pusat, wilayah dan cabang serta adanya penguatan kapasitas dalam penanganan penanggulangan bencana,” katanya. (*/pna)



