By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gus Kautsar: Galau dalam Islam itu tidak ada
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Gus Kautsar: Galau dalam Islam itu tidak ada
Milenial

Gus Kautsar: Galau dalam Islam itu tidak ada

06/08/2023 Milenial
Ulama muda NU dari Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, KH. Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar) dalam pengajian Majelis Subuh Gen-ZI di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Minggu (6/8/2023). (*/hmn)
SHARE

Surabaya, radar96.com – Ulama muda dari Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, KH. Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar), mengatakan galau dalam Islam itu tidak ada.

“Galau itu dilarang dalam Islam dengan dua solusi yakni sabar dan syukur. Apa yang disebut galau itu justru solusi, karena bisa mendekatkan kita kepada mencari Allah,” katanya di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Minggu (6/8/2023).

Dalam pengajian Majelis Subuh Gen-ZI bertema “Merdeka dari Galau” di MAS bersama pendakwah ustadzah Haneen Akira (istri ustadz Hanan Attaki) itu, Gus Kautsar menilai galau merupakan solusi bahwa semua yang ada dan terjadi merupakan garis tangan atas izin Tuhan.

“Jadi, kalau Islam secara beneran itu, galau itu nggak ada, karena semuanya atas kehendak Allah dengan tujuan yang indah, misalnya ketangguhan, memaklumi setiap kejadian, memaafkan siapapun, jadi kalau semuanya dikembalikan kepada Allah akan membuka semua pintu solusi. Semuanya indah, kalau gagal nggak benci, nggak menyalahkan, nggak mencari kambing hitam, tapi muhasabah,” katanya.

Di hadapan ribuan jamaah dari kalangan generasi Z Islami dari Surabaya dan sekitarnya itu, putra KH Nurul Huda Djazuli itu mengutip pandangan bijak dari Imam Syafi’i. “Kalau ingin baik ya ikuti orang-orang dulu, seperti Imam Syafi’i. Kalau ikut orang-orang masa kini justru bisa nggak baik,” katanya.

Menurut Imam Syafi’i, kata Gus Kautsar, apapun masalah yang menimpa itu dibiarkan saja berlalu dengan membawa masalahnya, jangan terlalu meratapi masalah yang datang, karena semua masalah itu pasti ada akhir/ending dan semua masalah itu mengajari untuk rela dan sabar.

“Imam Syafi’i juga mengajarkan muhasabah kalau menghadapi masalah. Masalah itu merupakan bagian atau jatah dari kehidupan. Kalau sudah jatah untuk kita, dihindari juga nggak mungkin. Kalau bukan jatah kita, dicari juga nggak datang. Yang penting, tetaplah menjadi orang baik, karena masalah itu menunjukkan bahwa manusia itu lemah. Kalau menggugat Allah justru panjang hisabnya,” katanya.

Tidak jauh berbeda, pendakwah ustadzah Haneen Akira menyatakan kehidupan itu bukan hanya meraih, mencari, mengingat, atau memiliki, tapi kehidupan juga memberi pelajaran untuk melepas.

Pendakwah ustadzah Haneen Akira (istri ustadz Hanan Attaki) dalam pengajian Majelis Subuh Gen-ZI bertajuk “Merdeka dari Galau” di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Minggu (6/8/2023). (*/hmn)

“Kita harus belajar pelepasan, karena kalau kelamaan galau justru membuat kita kehilangan energi, kesehatan, dan waktu yang berharga. Islam mengajarkan tawakkal,” kata istri dari pendakwah ustadz Hanan Attaki itu.

Menurut alumni Universitas Al Azhar Mesir itu, tawakkal itu mengajarkan untuk memahami bahwa hasil akhir itu tidak pernah ada di tangan manusia.

“Bukan soal baik atau tidak baik dari apa yang terjadi, tapi hasil akhir ada di tangan Allah. Jangan terlalu fokus ke dunia, fokus ke ridha Allah. Kalau fokus ke Allah, maka Allah yang menguatkan dan mencukupkan. Kalau fokus ke dunia akan cepat galau, capek,” katanya.

Ia menambahkan ketidakpastian adalah sinyal kehidupan. “Buktinya, ada musim panas, ada musim dingin. Ada malam, ada siang. Ada duka, ada gembira. Ada indah, ada jelek. Dan, obat ketidakpastian adalah iman, karena iman membuat kita selamat bila galau, kecewa,” katanya. (*/mas)

Iklan.

You Might Also Like

Mahasiswa PPDS Unusa Ungguli 45 Peserta Lain dari 7 PTN/PTS

MSG ke-29 di Masjid Al-Akbar, Gus Amak dan Ning Widad Apresiasi GenZI yang mau Ngaji Subuh di Masjid

Peringati HSN 2026, SMP Khadijah dan LKKNU Surabaya Adakan Bimbingan Santri Usia Sekolah

IPPNU Jatim Gandeng MUI Cetak Daiyah Pelajar di Era Digital

Kembangkan Rambu Evakuasi Tsunami Berbasis Sensor, Lima Mahasiswa K3 Unusa Lolos Pendanaan PKM-KC 2026

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article DPN Perkasa: Penyedia dan Pengguna Jasa Konstruksi tidak gunakan Tenaga Kerja Konstruksi (Tukang) berSertifikat bisa terancam pidana korupsi
Next Article Khofifah Kukuhkan PAC Muslimat NU Se-Kabupaten Madiun Jadi Bunda Asuh bagi Anak Stunting

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Ketua LWPNU Jatim Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum dan Perlindungan Aset Wakaf NU
Nahdliyyin
PBNU Kecam Serangan terhadap Warga Sipil di Timur Tengah
Nahdliyyin
Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Bekerjasama Dengan Yayasan SASNU: “Islam Nusantara Pilar Peradapan Indonesia”
Sospol
Di UIN Khas Jember, Ketua LTN Bondowoso Tekankan Pentingnya Publikasi Ilmiah Berdampak
Sospol

You Might also Like

Milenial

Kemenag Serahkan Penghargaan “School Religius Culture” Kepada TK At-Taqwa Bondowoso

17/09/2026
Milenial

TK At-Taqwa Bondowoso Raih Terbaik 1 SRC Tingkat Kabupaten

16/09/2026
Milenial

Rayakan Harlah ke-11, KMNU UNAIR Dorong Revitalisasi Aswaja An-Nahdliyah

13/09/2026
Milenial

Setiap Kamis, Remas-GenZI Masjid Al-Akbar Surabaya Adakan Majelis Sholawat Al-Akbar

10/09/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?