By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Bertemu PM Malaysia, Gubernur Khofifah Sampaikan Pentingnya Islam Washatiyah
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Bertemu PM Malaysia, Gubernur Khofifah Sampaikan Pentingnya Islam Washatiyah
Nahdliyyin

Bertemu PM Malaysia, Gubernur Khofifah Sampaikan Pentingnya Islam Washatiyah

06/09/2023 Nahdliyyin
Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, yang juga Gubernur Jawa Timur, secara khusus memenuhi undangan pertemuan silaturahmi antara perwakilan 11 tokoh Islam dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia YAB. Dato' Seri Anwar Ibrahim di Jakarta, Senin (4/9) malam. (*/hmn)
SHARE

Jakarta, Radar96.com – Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, yang juga
Gubernur Jawa Timur,
secara khusus memenuhi undangan pertemuan silaturahmi antara perwakilan 11 tokoh Islam dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia YAB. Dato’ Seri Anwar Ibrahim di Jakarta, Senin (4/9) malam.

Di sela agenda PM Malaysia Anwar Ibrahim jelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN, pihaknya menyempatkan diri untuk mengundang sejumlah tokoh Islam di Indonesia. Salah satu undangan tersebut termasuk Gubernur Khofifah yang saat ini juga memimpin PP Muslimat NU.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri mantan Ketum PP Muhammadiyah M Din Syamsuddin tersebut, mereka banyak berdiskusi tentang perkembangan Islam di dunia global.

Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, yang juga Gubernur Jawa Timur, secara khusus memenuhi undangan pertemuan silaturahmi antara perwakilan 11 tokoh Islam dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia YAB. Dato’ Seri Anwar Ibrahim di Jakarta, Senin (4/9) malam. (*/hmn)

Mengawali pengantar silaturrahim PM Anwar Ibrahim menyampaikan bahwa beliau berupaya memaksimalkan implementasi ajaran Ahlussunnah wal jama’ah dengan Madzhab Syafi’i di Malaysia. Beliau memaksimalkan proses tersebut dengan menambahkan pembelajaran Kitab Arbain nawawy di dalam kurikulum Sekolah agar ajaran – ajaran Islam yang Rahmatan lil Alamin dapat tersampaikan dengan benar sejak dini.

“Jadi ada hal-hal yang menurut saya sangat berseiring dengan apa yang menjadi prinsip dasar metodologi pemahaman keagamaan yang diajarkan NU dan tentu Muslimat NU serta kaum sunni di dunia. Dan itulah yang beliau lakukan saat ini,” tukasnya.

Ditambahkan, salah satu yang juga menjadi diskusi adalah tentang konsep Madani yang aktif diterapkan oleh PM Malaysia Anwar Ibrahim.

Untuk itu, secara khusus Khofifah mengapresiasi penerapan konsep Madani tersebut. Menurutnya, konsep madani merupakan wujud implementasi penerapan perspektif Islam wasthatiyah yang merupakan basis utama dari implementasi ahlussunnah wal jamaah.

“Konsep madani yang beliau kembangkan di Malaysia adalah bentuk penerapan perspektif washatiyah. Islam wasthatiyah bersikap adil dan tidak memihak. Islam Wasthatiyah bersikap terbuka, bijak kepada sesama,” ungkapnya.

Cara pandang tersebut, kata Khofifah, mengandung nilai-nilai yang adil, hidup harmoni di tengah masyarakat yang beragam serta dinamis, sehingga, akan terbangun lebih dekat dan lebih luas, baik melalui privat to privat (p to p) maupun government to government (g to g).

Lebih lanjut, alasan Khofifah menyambut baik konsep madani juga selaras dengan empat pilar ahlussunah wal jamaah yang menjadi pedoman dasar jam’iyah Nahdlatul Ulama yang dikenal mabadi khoiro ummah yaitu tawasuth (moderasi), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan al i’tidal (adil).

Ke depan, Khofifah berharap konsep madani yang digagas PM Anwar Ibrahim dapat diterapkan untuk mewujudkan kesejahteraan lahir batin bagi seluruh masyarakat, sehingga kekhawatiran akan terjadinya disintegrasi suatu bangsa mampu dicegah.

“Menjadi motor penggerak Islam yang ramah, moderat dan toleran melalui perspektif wasthatiyah dalam menjaga dan memuliakan Alquran serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Tidak hanya berbincang soal perkembangan Islam washatiyah di Indonesia dan Malaysia, Gubernur Khofifah juga memanfaatkan momentum bertemu dengan PM Malaysia, dengan mempromosikan keunggulan-keunggulan Jatim. Ia bahkan menawarkan kepada Malaysia untuk berinvestasi di Jawa Timur. Khususnya di sektor kesehatan.

“Kepada PM Anwar Ibrahim, saya secara khusus menyampaikan undangan untuk berkenan mengunjungi Jawa Timur. Gayung pun bersambut, PM Anwar Ibrahim berencana akan mengagendakan datang ke Jawa Timur antara lain akan berkunjung ke pesantren. Semoga ada kabar baik dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Sementara itu, Tokoh Muhammadiyah Muhammad Sirajuddin Syamsuddin mengungkapkan alasan mengundang Khofifah karena dianggap sebagai sosok perempuan muslim yang berpengaruh sekaligus Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU di Indonesia.

“Alhamdulillah delegasi 11 tokoh Islam di Indonesia diterima PM Malaysia. Salah satunya adalah Ibu Khofifah sebagai Ketum Muslimat NU yang sengaja diundang sebagai pimpinan organisasi perempuan Islam terbesar di Indonesia,” tegasnya Din Syamsuddin.

“Dalam kesempatan ini terjadi percakapan yang akrab serius dan santai. Kita berharap hubungan Indonesia dengan Malaysia semakin meningkat baik antara rakyat dengan rakyat maupun antara pemerintah dengan pemerintah atau G to G,” tegasnya.

Senada dengan Khofifah, Din Syamsuddin juga menyampaikan pentingnya pengimplementasian konsep Madani dan moderasi bagi sebuat bangsa. Sebab wawasan Madani bagi masyarakat dan negara akan menguatkan ikatan mereka dalam wawasan global.

“Beliau memberikan sambutan positif bahwa hubungan antara Indonesia dan Malaysia akan ditingkatkan secara nyata dalam visi kebangkitan Islam yang dimulai dari Indonesia dan Malaysia. Dan beliau juga menyampaikan baik PM Malaysia tentang wawasan Islam Indonesia yang menerapkan Islam Washatiyah yang berbasis akidah Ahlussunah Wal Jamaah yang akan menjadi ciri keberagaman umat Islam dan Malaysia,” pungkasnya. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Peluncuran Tiga Buku Qanun Asasi di Gedung MPR RI, Gus Kikin Teguhkan Warisan Keilmuan Hadratussyaikh

Kiai Imam Jazuli: Kunci Kejayaan Abad Kedua NU adalah Transformasi Pemikiran dan Gerakan

Gus Kikin: Qanun Asasi itu Lebih Tinggi dari AD/ART

Majelis Dzikir/Sholawat Al-Yasmin Surabaya doakan suksesnya Muktamar Ke-35 NU

Cangkrukan Ekonomi Pancasila, PWNU Jatim Tegaskan Keberpihakan NU terhadap Perjuangan UMKM

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article 24 Anak Yatim Terima Beasiswa Santri di Ponpes Tahfidz Qur’an Al-Furqon NTB dari NBI
Next Article Pemerataan Dokter, FK Unusa Bantu Pendistribusian Alumni

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Porsadin VII Dibuka, Santri Mambaul Huda, Probolinggo Bidik Tiket ke Tingkat Provinsi
Uncategorized
Peluncuran Tiga Buku Qanun Asasi di Gedung MPR RI, Gus Kikin Teguhkan Warisan Keilmuan Hadratussyaikh
Nahdliyyin
Relevansi Qanun Asasi di Era Kini dan Masa Depan
Kolom Opini
DMI Jatim Tanam 300 Bibit Alpukat Tandai “Eco Green Masjid” di Banyuwangi
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Prof Asrorun Ni’am Ditunjuk Pimpin Karteker PWNU Jambi, Pengamat: Figur Pemimpin Muda untuk Abad Kedua NU

05/08/2026
Nahdliyyin

NU Care-LAZISNU Jatim Buka Beasiswa Santri Tahfidz 2026

05/08/2026
Nahdliyyin

Jelang Muktamar ke-35 NU, Usulan Pelembagaan AHWA Menguat untuk Supremasi Keulamaan

02/08/2026
Nahdliyyin

MONETISASI MUKTAMAR: HADIYYAH, GRATIFIKASI, DAN RISYWAH

02/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?