By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Jangan Mati Besok Malam
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kolom > Jangan Mati Besok Malam
Kolom

Jangan Mati Besok Malam

09/11/2023 Kolom
SHARE

Oleh Ahmad Inung *)

Berapa banyak orang sukses yang dulunya bukan siapa-siapa? Saya termasuk dari jutaan orang yang terpukau dengan Jack Ma, salah satu orang terkaya di Tiongkok dan dunia, pendiri holding company Alibaba, yang di masa mudanya hanyalah pemuda buangan. Bahkan KFC pun tidak mau menerimanya. Dari 24 pelamar, 23 diterima. Hanya Jack Ma yang ditolak.

Sekali pun demikian, kisah sukses banyak kita temui pada orang-orang di sekitar kita. Banyak orang sukses di sekitar kita yang tak terbayangkan oleh kawan-kawan sekitarnya. Orang-orang itu ada yang menjadi manajer, bupati, walikota, rektor, direktur, menteri, bahkan presiden.

Orang-orang ini dulu mungkin hanya siswa SD yang sekolah dengan kaki telanjang. Mereka mungkin gagal tes masuk SMP atau SMA atau universitas negeri. Mereka mungkin pernah ditolak dalam jabatan tertentu karena dianggap tidak cukup kapabel.

Tapi orang-orang ini tahu bahwa rumus sukses itu sederhana, yaitu cukup sekali saja bangkit sebanyak apa pun kegagalan yang ditemui. Ya, hanya cukup sekali !

Inilah yang bisa menjelaskan keberhasilan orang-orang seperti Jack Ma. Suatu kali dia menjelaskan rumus hidupnya: “Today is difficult. Tomorrow much more difficult. The day after tomorrow is beautiful. Most people die tomorrow evening”. (Artinya: Hari ini sulit. Besok lebih sulit lagi. Tapi lusa adalah hari yang indah. Sayangnya, banyak orang yang sudah mati besok malam).

Bagi orang-orang sukses, setiap hari adalah tantangan. Tak ada tantangan yang tidak berat. Semakin tinggi level kesuksesan yang diraih, tantangan itu menjadi semakin berat. Jalan ini terus menanjak. Di jalan menanjak ini banyak yang menyerah. Seperti daun di musim kemarau, mereka gugur satu demi satu.

Tapi bagi manusia seperti Jack Ma, mereka selalu bangkit setiap kali dihempaskan oleh masalah. Mereka tidak mau “mati” di malam ketika esok hari kebahagiaan datang bersama semburat matahari pagi.

Perbedaan antara orang gagal dengan orang sukses adalah tentang keyakinan akan masa depan. Orang-orang sukses meyakini bahwa lusa adalah hari yang indah. Selalu ada harapan di masa depan seberat apa pun hari-hari yang sedang dihadapi.

Inilah juga, menurut saya, mengapa Allah melarang hamba-Nya berputus asa. Wa la tai’asu min rauhillah (Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah). Orang yang berputus asa adalah mereka yang mati di malam hari kedua.

Apakah kita akan mati besok malam hanya karena “tomorrow much more difficult?” Kalau pun kita menjawab “tidak”, jawaban itu mungkin tidak membuat kita menjadi Jack Ma. Tapi setidaknya kita tidak pernah menjadi hamba yang berputus asa dari rahmat Allah.

Jangan mati besok malam selelah apa pun kita. Karena, lusa adalah hari yang indah. (*)

*) Penulis adalah Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., yang menjabat Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI.
*) Sumber: https://arina.id/perspektif/ar-oCV7Q/jangan-mati-besok-malam.

Iklan.

You Might Also Like

Memperbaiki atau Merusak NU?

Kesaksian: PENGAJIAN RUTIN PWNU JATIM ZAMAN DULU DAN SEKARANG

Kader Intelektual Muslim ala Khofifah Indar Parawansa Panen Prestasi di Kampus Al Azhar Kairo Mesir

Fenomena Lilur dan Ujian Etika Komunikasi Nahdliyyin

Saat Jamaah Sendiri Ikut Menyalahkan NU

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article KE TANAH SUCI DI USIA TUA SAJA?
Next Article Milad ke-23 Masjid Al-Akbar Surabaya Dimeriahkan MHQ Muslimah “Pengamal”

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Bekerjasama Dengan Yayasan SASNU: “Islam Nusantara Pilar Peradapan Indonesia”
Sospol
Di UIN Khas Jember, Ketua LTN Bondowoso Tekankan Pentingnya Publikasi Ilmiah Berdampak
Sospol
KH Zakariya Al Ansori Siap Pimpin PCNU Situbondo sebagai Amanah Pengabdian
Nahdliyyin
Toko Sembako di Bondowoso Layani Transaksi Keuangan bagi Warga Tapen
Uncategorized

You Might also Like

Kolom

NUku, NUmu, dan NUnya Hadratussyaikh

17/09/2026
Kolom

Menanamkan Integritas di Koridor Sekolah

17/09/2026
Kolom

MENGENANG H. ABDUL MUID (ABA MUID)

16/09/2026
Kolom

Merayakan Al-Qur’an, Menghidupkannya

13/09/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?