By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Kekerasan Santri, RMI PBNU Desak Perbaikan Sistem Perlindungan di Pesantren
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Kekerasan Santri, RMI PBNU Desak Perbaikan Sistem Perlindungan di Pesantren
Nahdliyyin

Kekerasan Santri, RMI PBNU Desak Perbaikan Sistem Perlindungan di Pesantren

28/02/2024 Nahdliyyin
Ketua RMI PBNU KH Hodri Arief. (Foto: NU Online)
SHARE

Jakarta, radar96.com/NUO – Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) KH Hodri Arief menyayangkan kasus kekerasan yang terjadi di dunia pendidikan, khususnya di lingkungan pesantren.

Ia mendesak adanya perbaikan sistem perlindungan dan pembinaan di pesantren. Hal itu diungkap sebagai respons atas terjadinya kasus kekerasan santri yang berujung maut menimpa Balqis Maula (14), bocah asal Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur.

Korban yang sedang mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Al-Ishlahiyah Kediri, Jawa Timur itu dilaporkan meninggal dunia dengan luka-luka di sekujur tubuh.

Kiai Hodri menegaskan bahwa pesantren memiliki ciri khas yang menekankan sejumlah hal. Di antaranya akhlakul karimah dan pendidikan karakter, sehingga kasus kekerasan santri di Kediri itu dinilai sebagai sebuah paradoks dan peringatan bagi dunia pendidikan pesantren.

“Ciri khas pesantren yang menekankan pendidikan karakter, akhlak mulia, menjadi paradoks bagi dunia pesantren, dan ini harus menjadi warning untuk introspeksi dalam semua aspek proses pendidikan di pesantren. Baik terhadap para praktisi pendidikan maupun para pengasuh sendiri,” kata Kiai Hodri (27/2/2024).

Kiai Hodri menegaskan, pesantren perlu melakukan introspeksi dalam semua aspek proses pendidikan.

Ia menilai, terdapat dua faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pembenahan tersebut yakni dari sisi internal dan eksternal.

Pertama, internal yakni terkait dengan peningkatan pola pembinaan dan pendidikan akhlak serta pembentukan karakter.

“Pesantren perlu meningkatkan pola pembinaan dan pendidikan akhlak dengan memperhatikan secara jeli perilaku santri, tidak hanya dalam aktivitas belajar tetapi juga dalam pembinaan perilaku yang bersentuhan langsung dengan pembentukan karakter,” tuturnya.

Ia menekankan, seharusnya pesantren bisa mengidentifikasi potensi perilaku menyimpang dalam berbagai hal.

Selanjutnya, melakukan pembinaan sebagai upaya preventif dari tindak bullying dan persekusi. Dengan kata lain, deteksi dini terhadap perilaku santri menjadi kewajiban.

Menurut Kiai Hodri, hal itu memang membutuhkan kerja keras dan menjadi tanggung jawab utama pesantren.

“Deteksi dini terhadap perilaku santri menjadi kewajiban. Ini memang membutuhkan kerja keras, dan ini core responsibility pesantren. Bahkan sebenarnya, dengan perkembangan perilaku sosial dan media sosial yang semakin kompleks, pendidikan perlu dilakukan dengan pendekatan psikologis kepada para santri,” paparnya.

Kedua, eksternal yakni yang berkaitan dengan sikap cerdas dan bijak dalam menghadapi perilaku sosial dan pergaulan dunia maya yang kompleks.

Menurutnya, perilaku sosial dan pergaulan dunia maya yang begitu deras harus disikapi secara cerdas dan bijak agar para santri bisa menyadari hal-hal yang pantas ditonton atau ditiru, sekaligus bagian mana yang harus dihindari dan disadari bahwa itu tidak baik dan berbahaya.

Selain itu, perlindungan terhadap santri menjadi fokus utama dengan pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif dalam kegiatan sehari-hari.

“Perlindungan terhadap santri harus dinyatakan secara eksplisit oleh pengasuh, dan para santri harus merasa nyaman melaporkan segala bentuk intimidasi atau kekerasan kepada pihak yang berwenang di pesantren,” jelasnya.

Ia juga menekankan, pendidikan tidak semata merupakan tanggung jawab para pendidik baik ustadz maupun pengasuh, tetapi tanggung jawab semua pihak bersama-sama. (*/NUO)

Sumber: https://nu.or.id/nasional/tanggapi-kasus-kekerasan-santri-rmi-pbnu-desak-perbaikan-sistem-perlindungan-di-pesantren-H41oG

Iklan.

You Might Also Like

Semarakkan Munas-Konbes NU, ISNU Jawa Timur Gelar Halaqoh Nasional di UIT

NBI Usulkan Duet Kiai Alim dan Intelektual Muda Pimpin PBNU 2026-2031 

PWNU Jatim Siap Sukseskan Munas-Konbes NU di Ploso, Kediri

Menjelang Muktamar, Forum Aktivis NU Jatim Serukan Ulama Kembali Menjadi Penunjuk Arah Organisasi

Relawan 33 LPBI PCNU se-Jatim dilatih SIG Pemetaan Bencana

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Ulama Perempuan Indonesia Raih Doktor Ushul Fikih di Al Azhar Kairo dengan Summa Cumlaude
Next Article MI Al-Akbar targetkan siswa hafal 5 juz Al-Qur’an sebelum lulus

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

CAWE-CAWE PEMERINTAH MEMBAYANGI MUKTAMAR NU
Opini
Bupati Bondowoso Hamid: ZISWAF Produktif Harus Jadi Kekuatan Baru Pesantren
Sospol
KHR Azaim Ibrahimy: Ketenangan Hati Dimulai dari Dzikir
Gus File
Festival Jejak Purba Bondowoso di Museum Terbuka Megalitik Jadi Pusat Edukasi Warisan Budaya Bondowoso
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Lesbumi PBNU Adakan Muktamar Kebudayaan Indonesia di UNWAHA Jombang, 12-14 Juni 2026

12/06/2026
Nahdliyyin

Mendesak, Literasi Digital Warga NU

11/06/2026
Nahdliyyin

Ratusan Mahasiswa-Santri PWNU-PTN-PTNU dari Surabaya Ikuti “Daurah Aswaja 2026”

07/06/2026
Nahdliyyin

MDS Rijalul Ansor dan Pesantren Al Yasmin Lestarikan Ngaji Kitab Kuning ala Anak Muda

07/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?