Kudus, radar96.com – AXA Collection sebagai UMKM lokal di Desa Gempoldenok yang memproduksi kerajinan tangan dari bahan dasar limbah sampah dikembangkan oleh Tim KKN (Kuliah Kerja Nyata) UMK (Universitas Muria Kudus) pada pemasaran digital melalui platform e-commerce seperti Instagram, Tiktok dan Shopee.
Tak hanya itu, Tim KKN UMK juga membuatkan foto produk untuk menjadi katalog digital agar lebih menarik dan terstruktur.

Luluk selaku pemilik AXA Collection sudah memulai usahanya sejak 2018, ia memproduksi kerajinan tangan dari limbah plastik seperti tas, dompet, dan tempat tisu.
Untuk harga yang dibandrol mulai dari 75 ribu hingga 120 ribu dengan biaya produksi sekitar 40 ribu rupiah per produk. Proses pembuatan kerajinan ini memerlukan waktu sekitar satu hari untuk menyelesaikan satu item.
Tahapan produksi dimulai dari pengumpulan sampah daur ulang melalui kerja sama dengan tukang rosok lokal, kemudian diolah melalui serangkaian proses seperti pencucian, pemotongan, perakitan, penjahitan dan finishing.
“Saya ingin dari sampah itu bisa berubah menjadi barang yang berguna sehingga limbah sampah yang ada di sekitar bisa berkurang, terutama sampah plastik yang sulit terurai,” ujar Pemilik UMKM AXA Collection, Lu’luatul Magfiroh di Desa Gempoldenok, Jumat (6/9).
Pada awalnya, Luluk menciptakan produk tersebut untuk pemakaian pribadi karena hobinya yang suka membuat kerajinan sekaligus mengurangi limbah yang ada di Desa Gempoldenok.
“Awalnya, saya hanya ingin membuat sesuatu yang bermanfaat dari sampah yang ada di sekitar, tetapi ternyata banyak orang yang tertarik dan mendorong saya untuk membuka usaha. Kini, saya bisa membantu lingkungan, sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga,” tuturnya.
Selama lima tahun terakhir, AXA Collection telah berkembang pesat. Berkat kemitraan dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Dindangkop UMKM) Kabupaten Demak, Luluk berhasil mengikuti berbagai event pameran yang membantu memperkenalkan produknya lebih luas lagi.
Dengan omset tahunan mencapai Rp10 juta, UMKM ini semakin eksis meskipun sebelumnya hanya mengandalkan penjualan melalui Facebook, WhatsApp, dan perkumpulan PKK.
Dalam upaya memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kualitas pemasaran, program KKN UMK hadir dengan solusi berbasis digital. Para mahasiswa KKN membantu AXA Collection membuat akun e-commerce di berbagai platform, termasuk Instagram, TikTok, dan Shopee.
Tidak hanya itu, tim KKN juga melakukan sesi pengambilan foto produk secara profesional pada tanggal 27 dan 30 Agustus 2024. Hasil foto produk ini akan digunakan untuk katalog digital yang lebih menarik
dan profesional.
“Digitalisasi adalah kunci agar UMKM seperti AXA Collection bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas. Kami ingin membantu Bu Luluk agar produknya bisa bersaing di pasar yang lebih besar,” ujar Saskia, salah satu mahasiswa KKN UMK.
Ia juga menambahkan bahwa dengan strategi pemasaran yang tepat melalui media sosial dan platform e-commerce, potensi pertumbuhan UMKM akan semakin besar.
Pendekatan digitalisasi ini diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi AXA Collection. Dengan semakin berkembangnya e-commerce di Indonesia, produk-produk kerajinan tangan berbahan dasar limbah plastik ini memiliki potensi besar untuk menjangkau konsumen baru, tidak hanya di wilayah Demak tetapi juga secara nasional.
AXA Collection kini telah siap melangkah lebih jauh dengan memasuki era digital. Luluk berharap kehadiran produk-produknya di platform e-commerce dapat meningkatkan pendapatan dan membantu masyarakat Gempoldenok mengurangi limbah plastik secara.
“Alhamdulillah dengan bantuan anak-anak KKN ini, saya jadi lebih yakin produk saya bisa lebih dikenal dan mudah diakses banyak orang. Apalagi dibidang pemasaran online,” tutup Luluk. (*/GVRP/TVH/umk)

